Balada Mamasiswa :D

Okay,  jadi terhitung saat saya menuliskan entry blog kali ini, kurang lebih sudah 3 minggu perkuliahan berjalan. Well, 3 minggu yang ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Seperti yang sudah banyak diceritakan oleh para senior, kuliah d4 memang jauh lebih berbeda daripada saat d3 dulu (yaiyyalah) dan ternyata memang benar, dengan situasi, kondisi, faktor dosen maupun tugas-tugas yang menumpuk tentu saja.

Jadi, di sinilah si mamasiswa sekarang. Masih berusaha menyesuaikan ritme keseharian sebagai seorang istri, emak, mahasiswa, sekaligus ngopeni dagangan. Alhamdulillah secara waktu, sekarang saya lebih banyak berada di rumah. Benar-benar berada di rumah, main sama si gendhuk. Tapi ternyata, banyak waktu luang bukan berarti bisa bersantai-santai macam di pantai, huehue. Pulang kuliah selalu ada tugas yang dibawa pulang, entah paper atau presentasi, entah tugas individu ataupun kelompok. Teruskan bacanya…

Pasien Asuransi, Dinomorduakan?

Sabtu dinihari, saya membawa Khonsa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu RS di kawasan Jakarta Timur. Sejak setengah 2 pagi Khonsa berkali-kali muntah, apalagi setiap habis diisi entah air atau ASI atau makanan lain.  Hingga kira-kira jam setengah 4, terhitung 6 kali Khonsa muntah hingga muntahannya hanya berupa cairan berwarna kuning pertanda lambungnya sudah kosong. Kami pun memutuskan untuk mengunjungi dokter saat itu juga, khawatir ada sesuatu karena Khonsa juga mulai terlihat lemas walaupun masih mau bermain.

Kira-kira setengah 4 lewat 10 menit kami sampai kesana. Membangunkan pak satpam yang masih terkantuk-kantuk, perawat yang sedang berjaga, dan tentu saja, dokter jaganya yang juga masih tertidur lelap. Seperti biasa, kami menggunakan fasilitas dari salah satu asuransi kesehatan syariah yang kami ikuti. Berhubung menggunakan asuransi maka proses registrasinya sedikit berbeda, banyak lembar-lembar yang harus diisi, sementara Khonsa terlihat lemas dan terkantuk-kantuk di gendongan saya. Teruskan bacanya…

How Lucky We Are, Alhamdulillah :)

Khonsa Saat 6 Bulan

Begitu banyak hal yang saya syukuri dari seorang Khonsa.

Yepp. Hari ini saya kembali bersyukur memiliki si gendhuk. Siang ini, seorang teman menyapa saya, lalu mengajak mengobrol. Bercerita banyak, ngobrol ngalor ngidul soal anak-anak kami. Kebetulan anaknya hampir seumuran dengan Khonsa, selisih sekitar 3-4 bulan. Kali ini saya lebih banyak mendengarkan ceritanya, dan sesekali memberikan pendapat jika ia meminta.

Harga sufor yang begitu mahal dan si kecilnya yang ternyata begitu picky eatermain theme diskusi kami kali ini, ;). Sebagai seorang penganut paham ASIholic sejati (alhamdulillah ya Alloh), tentu saya tidak bisa berkomentar apapun soal problem pertama. Hanya saya katakan, setelah anaknya setahun, bagaimana jika beralih ke susu UHT saja? Secara budget jauh lebih ringan dari harga sufor, dan dari segi gizi/nutrisi juga tidak kalah, bahkan Insya Alloh jauh lebih baik.  Artikel soal susu UHT vs sufor bisa Anda cek di SINI. Teruskan bacanya …

Konsekuensi

Chit chat via YM dengan sesama emak-emak penghuni MP.

Yang sedang gelisah dan memantapkan hati untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang pns di sebuah instansi.

Serasa tertampar *plaaaaaaaaaaak*

Resign? Terkadang juga terpikir untuk melakukannya.

Hanya saja, saat ini kondisinya belum memungkinkan.

Lalu teringat quotation seorang kontak YM : “A worker by choice, a wife n mom by nature.”

Yeep. It’s all about your choice.

Remember?

Saya sepenuhnya menyadari konsekuensi atas sesuatu yang saya pilih.

Tolong. Saya butuh. Saya butuh curhat dan mengadu kepada Alloh. Secepatnya.

*) mbak D, semoga Alloh memberikan kemantapan untukmu, hugs. 🙂