Review Spectra 9 Plus

Sebelumnya, saya pernah menuliskan review beberapa pompa ASI yang pernah saya coba di sini. Saat itu, bersama dengan si pompa ASI terakhir yaitu Avent Comfort Manual saya berhasil mengantarkan kakak Rahma lulus ASI sampai dengan 2 tahun, alhamdulillah. Nah, di anak yang ketiga ini rupanya gadget menyusui yang dipakai harus berbeda lagi, dan inilah gadget saya sekarang: Spectra 9 Plus.

Sebelum yakin membeli Spectra 9 Plus, saya terlebih dahulu menyewa beberapa tipe pompa ASI di Shafarentalpump dan Dirania Sewa Pompa Asi. Setelah mencoba Malish Aria, Avent Electric dan Spectra 9 Plus, pada akhirnya pilihan yang terakhirlah yang saya pinang untuk dibeli. Kalau ditanya kenapa akhirnya memutuskan pilih Spectra 9 Plus, jawabannya kira-kira begini:

  • karena pompa ini yang paling praktis dan silent di antara yang saya coba.
  • mesinnya hanya sebesar power bank, rechargeable alias ga perlu nyolok listrik (asal ngga lupa ngecharge),
  • printilan botol dan pompanya ngga banyak jadi mudah dibersihkan, dan (setelah melalui penyesuaian beberapa kali) dipakainya nyaman,
  • bisa double pump.
  • yang kece, layarnya ada LCD yang menunjukkan timer lama memompa, pun setelah 30 menit akan ada mode auto off.

Lengkap kan? :D. Nah, sayangnya memang harganya cukup lumayan hehe. Jadi memang pastikan benar-benar yakin memilih yang ini sebelum membeli

 

Bersama Spectra 9 Plus, di hari pertama mulai masuk kantor pasca cuti bersalin stok ASIP di kulkas mencapai 70 botol. Tidak banyak memang kalau dibandingkan dengan mama-mama perah yang foto kulkasnya seliweran di IG 😂. Ingat slogan utama: pasti cukup. Di bulan kedua ngantor pasca cuti bersalin, qodarullah saya sakit, operasi dan harus bedrest total sekitar 3 pekan. Saat itu stok ASIP langsung terjun bebas di angka 27 botol. Pasca sakit seiring dengan kondisi tubuh yang kembali fit dan rutinitas pumping yang kembali normal alhamdulillah hingga sekarang stok bekal ASIP Agha konsisten di angka 40 botol.

Terkait dengan pemakaian Spectra 9 Plus sendiri sampai dengan Agha usia 8 bln ini alhamdulillah tidak mengecewakan. Yang penting rutin ngecharge saat sudah hampir kosong. Oiya, berikut sedikit tips dari saya terkait pemakaian Spectra 9 Plus:

  1. Kenali kelengkapan si pompanya. Printilannya apa saja. Cara pemasangannya bagaimana. Setelah itu, rasakan apakah nyaman dipakai. FYI, corong bawaan dari paket Spectra 9 Plus adalah size S dengan diameter 22 mm, dan pada saat awal sukses bikin lecet. Kemudian saya membeli corong bawaannya yang size M, alhamdulillah cocok dan nyaman tanpa lecet sampai sekarang. Terkait dengan massagernya, saya tidak memakai karena memang rasanya jadi kurang nyaman. Nah karena ini preferensi masing-masing, silakan dikenali sendiri mana yang paling nyaman.
  2. Kenali cara kerjanya. Ini terkait mode yang ada di Spectra 9 Plus. Ada 2 tombol mode: massage dan vacuum/expression. Massage maksimal level 5, expression level 10. Pada saat dulu saya menyewa, saat itulah saya benar-benar mencari rasa nyaman yang pas menggunakan mode yang ada di Spectra. Dan pola yang selama ini nyaman buat saya adalah massage di level 5 sekitar 5 menit, setelah terasa let down reflex kemudian pindah ke mode vakum/expression di level 5 atau 6 sampai terasa kosong. Kemudian diulang kembali 1-2 kali.
  3. Secara berkala, cek kelayakan sparepartnya. Bersihkan selang secara teratur. Cek valvenya. Connectornya. Yang paling penting valve sih, sebab valve yang kendor membuat hisapan menjadi lemah. Kemarin seliweran di IG bahwa ada valve spectra model baru berwarna biru yang katanya lebih direkomendasikan, namun saya belum mencobanya.

Nah, demikian sedikit review selama menggunakan Spectra 9 Plus. Saat ini usia Agha 8,5 bulan. Mudah-mudahan bisa mengantarkan Agha sampai dengan lulus ASI hingga 2th nanti. Aamin.

Mencegah dan Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bayi sembelit? Kok bisa? Ya bisa-bisa aja :D. Sembelit yang akan saya bahas di sini adalah pada saat bayi sudah mulai MPASI alias mulai makan asupan lain selain ASI. Ketika bayi sudah mulai MPASI, maka tekstur dan frekuensi BAB akan menyesuaikan. Teksturnya tak lagi seencer 6 bulan pertama. Dan frekuensi, kalau berdasarkan penuturan dsanya Agha yang ideal ya setiap hari BAB. Khawatirnya kalau lebih dari itu tekstur BAB menjadi lebih keras, jumlahnya semakin banyak dan ini memicu sembelit. Oiya berdasarkan penuturan pak dokter, disebut sembelit apabila teksturnya keras dan kering.

Berdasarkan pengalaman selama ini dan hasil ngobrol-ngobrol cantik dengan para mama di birthclub grup, sebenarnya yang paling penting dari sembelit adalah kenali penyebabnya. Kenapa? Ya kalau tahu penyebabnya maka solusi mengatasinya akan lebih pas dan sesuai. Berikut ini saya rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan saat bayi sembelit:

  1. Cek ulang menu MPASInya. Ini penting, sebab sangat tidak disarankan memberikan menu tinggi serat secara berturutan atau dalam satu porsi menu berbintang komposisi seratnya terlalu banyak. Ada baiknya menu MPASI disusun sedemikian rupa sehingga tidak memicu sembelit pada bayi.
  2. Cek ulang konsumsi air putih pada bayi. Sudah cukup belum kira-kira konsumsinya. Sebagai patokan, jumlah konsumsi air putih bagi bayi yang sudah MPASI adalah sebesar 30xberat badannya (dlm kg). Contoh: apabila berat si bayi 7 kg maka konsumsi ideal air putih adalah sebesar 30×7 yaitu 210 ml. Untuk bayi ASI, cukup separuh dari hitungan tersebut karena 80% kandungan ASI berupa air. Khusus untuk bayi sufor hitungan tersebut sebaiknya diperhatikan betul. Kalau ditanya hitungan ini dari mana? Nah itu saya lupa persisnya namun dulu pernah ada artikelnya di web atau milis Mama Koki Handal.
  3. Berikan makanan yang bisa membantu mengatasi sembelit pada bayi. Di Agha, buah naga juaranya. Kalau sehari saja tidak BAB, biasanya menu buah naga jadi alternatif pilihan dan setelahnya BAB kembali lancar. Selain buah naga merah, ada pir yang juga bisa mengatasi sembelit. Bagaimana dengan pepaya? Berdasarkan pengalaman pada beberapa bayi para mama yang bergabung di birthclub, pepaya justru bisa memicu sembelit atau membuat sembelit semakin parah. Pepaya memang tinggi serat sih ya, jadi ampasnya juga banyak.
  4. Hindari pencetusnya kalau penyebabnya adalah alergi makanan. Nah kalau yang ini mamanya yang harus rajin menandai sekiranya bayi menjadi sembelit setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan. Dengan demikian jenis makanan tersebut bisa dihindari untuk tidak dikonsumsi.

Itulah beberapa hal yang terkait dengan sembelit pada bayi. Semoga bermanfaat ya :D.

Bamberg-Jakarta

image

Postingan kali ini rada norak dikit gapapa ya? Haha.  Abisnya seneng banget dapet kiriman kartu pos dari teh dewi firyani. Kemarin pagi saat tiba di kubikel kesayangan, tiba-tiba di atas meja sudah ada selembar kartu pos kece dengan kolase foto pemandangan sebuah kota bertuliskan: Bamberg.

Berawal dari postingan teh dewi beberapa pekan lalu yang menuliskan akan mengirimkan kartu pos buat semua yang sudah menuliskan komentar di postingan beliau sebelumnya, lalu kirim alamat via email dan pekan kemarin tibalah si kartu pos yang sudah melewati jarak entah berapa juta kilometer :D. Jerman-Indonesia.

Awal tahu blognya teh dewi justru pada saat multiply masih aktif dan eksis. Beberapa kali mampir dan menjadi silent reader di postingan teh dewi. Setelah multiply dihapus, interaksi dengan teman-teman yang dulu sama-sama ngeblog di multiply kemudian berkurang. Sebagian besar bahkan baru tersambung lagi di fesbuk, twitter dan instagram. Nah, di sosmed terakhir itulah saya ketemu lagi dengan akunnya teh dewi dan kemudian follow blog beliau di wordpress. Baca blog teh dewi itu bawaannya bikin seneng deh. Kita dibawa jalan-jalan ke jerman, lihat pemandangan bagus-bagus (foto-fotonya memanjakan mata banget), dapet resep-resep makanan yang enak-enak, atau baca cerita beliau tentang anak-anak pun seru.

Makasih kartu posnya ya teh. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa merasakan juga hidup di negara dengan 4 musim.

image

Tinta Cinta

image

Tinta cinta.
Untuk Tangsel yang (semoga) selalu lebih baik.

Hari ini saya memilih untuk menggunakan hak pilih yang saya miliki dalam pemilihan kepala daerah 2015.  Berbeda dengan saat pilpres kemarin, kali ini kami tidak mendapatkan undangan untuk memilih. Meski demikian kami tetap mencoba datang ke TPS dan oleh panitia diperbolehkan menggunakan hak pilih, hanya saja untuk yang namanya tidak tercantum pada daftar pemilih sehingga tak mendapat undangan baru boleh nyoblos setelah jam 12 siang.

Pilkada serentak tahun ini memang relatif lebih senyap daripada tahun-tahun sebelumnya. Pun tadi sempat melihat di TPS tempat kami memilih hingga mendekati jam 1 siang masih banyak surat suara yang belun dipakai. Apapun hasilnya, siapapun yang akhirnya menang pilkada kali ini semoga ke depan dapat memimpin dan mengemban amanahnya dengan baik. Aamin.

Menghias Halaman

Sepanjang ingatan, sejak saya kecil dulu ibu sudah senang menanam tanaman-tanaman bunga. Sebenarnya nggak cuma bunga sih, ada juga tanaman-tanaman lain tapi yang jelas semuanya bersifat mempercantik rumah bukan tanaman obat maupun sayur-sayuran.bunga kamboja

Dulu sekali pernah ibu memiliki banyak tanaman anggrek. Beragai jenis malah. Semuanya ditanam di media pakis, dan digantungkan di rak-rak kayu. Cantik sekali kalau semua berbunga, berderet-deret didominasi warna ungu. Saya, yang saat itu masih SD diberi tugas menyiram tanaman-tanaman ibu setiap sore.  Di halaman pun ibu menanam berbagai macam tanaman bunga dalam pot. Saya yang bukan pecinta tanaman, tentu tidak hafal tanaman apa saja namanya :D. Pokoknya kalau berbunga saya ikut menikmatinya, haha. Kalau kata ibu saya, “merawat pot dan nyawang (melihat_red) bunga-bunga itu bisa ngilangin stress”.

Kebiasaan ibu ini masih bertahan sampai sekarang. Setiap kali mudik saya pasti ikut seneng lihat tanaman-tanamannya ibu. Anak-anak pun demikian, bahkan biasanya iseng ngambil bunga-bunga atau daunnya yang pasti diikuti dengan teriakan jangaaaan dari utinya :D.

euphorbia

Nah, setelah punya rumah sendiri saya sok-sok terinspirasi dari ibu untuk menghias depan rumah dengan tanaman-tanaman. Berhubung masih amatir, waktu mampir ke penjual bunga saya hanya membeli beberapa tanaman dulu sebagai awalan. Itupun kebanyakan yang daun-daun, bukan bunga. Kalau yang sedikit itu terawat, semoga nantinya bisa lebih banyak dan depan rumah bisa lebih cantik.

Doakan saya ya.

IMG_20150809_140413