Service Center LG di Tangerang Selatan

05/05/2016 § Leave a comment

Awal Maret lalu saya kehilangan stylus hp LG yang saya miliki. Entah bagaimana, pasca mudik ke Yogyakarta mendadak si stylus hilang begitu saja dari posisi biasanya. Dan dudulnya, saya baru ngeh setelah sekian hari sejak kembalinya kami ke Tangerang. Padahal si stylus itu terakhir dipakai adalah saat mudik. Jadilah di bagian stylus meninggalkan lubang menganga kosong melompong. Haha. Selain jadi tidak lengkap, rasanya terlihat tidak indah dipandang mata😛.

Sebelum memutuskan menghubungi service center LG, terlebih dahulu saya mencoba gugling sana-sini dulu. Ada nggak sih yang jual beginian online? *emakmales*. Sebab pengalaman menggunakan handphone sebelumnya, service centernya selain jauh, juga agak lama meresponnya. Tapi apa daya, saya hanya nemu ada yang jual di tokped itupun stocknya habis. Selain itu yang jual hanya OS level internasional a.k.a semacam ebay dkk, di mana pengirimannya pasti makan waktu dan paymentnya pakai paypal. Akhirnya keyakinan menghubungi service center LG semakin mantap setelah komen saya di postingan instagram LG dibalas oleh salah seorang pengguna lain menyatakan kalau di service center LG menyediakan replacement stylus.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka web LG Indonesia lalu menghubungi contact centernya. Dari situ, saya mendapat penjelasan kalau untuk replacement stylus bisa saya dapatkan langsung di service center LG terdekat, di mana berdasarkan lokasi kantor yang ada di Jaksel dan rumah di Tangsel yang memungkinkan adalah ke service center yang ada di Panglima Polim (Jaksel) atau Graha Raya (Tangsel). Yang terakhir ini relatif lebih dekat dari rumah😀. Setelah mencoba menghubungi keduanya, yang dapat tersambung adalah yang ada di Tangsel. Langsung saja menanyakan yang saya butuhkan, lalu oleh masnya dijawab kalau barangnya tidak ready stock alias harus pesan sekitar 4-5 hari kerja. Singkatnya, saya deal untuk memesan dan diminta menghubungi kembali sebelum saya mengambil barangnya.

Lima hari berikutnya yang saat itu jatuh pada Sabtu, saya menelepon kembali. Kali ini dijawab kalau stylus sudah bisa diambil. Cuma karena Sabtu, service center LG hanya buka setengah hari sampai dengan jam 12 siang. Dan ternyata sampai sana ramai sekali. Sebab  tak cuma HP yang bisa diservice di situ, semua produk LG ternyata 1 tempat service center. Ada yang lagi mbenerin TV, remote, AC dan sebagainya dan sebagainya. Saya datang lalu menyampaikan keperluannya apa, dan diminta menunggu sejenak. Tak berapa lama turun seorang petugas membawakan barang yang saya pesan lengkap dengan invoicenya, tinggal bayar, selesai. Singkat, padat dan cepat. Alhamdulillah HPnya menjadi utuh kembali.

Nah, itulah sekelumit pengalaman berhubungan dengan service center LG. Barangkali yang di Tangsel membutuhkan, service center LG ada di sini:
Ruko Celesta Bintaro Jaya Blok K.18,
Pondok Jagung Timur, Kota Tangerang Selatan.
No teleponnya: 021-29446190

 

Ocean Dream Samudra Ancol

08/02/2016 § 1 Comment

Seperti biasa, review yang terlambat. Ke sananya kapan, posting reviewnya kapan. Mohon dimaklumi, sebab postingan ini sebenarnya nangkring di draft sudah sejak lama. Hanya penyelesaiannya aja yang tertunda-tunda sehingga baru bisa diposting hari ini.

Pekan terakhir Desember kemarin kami mengajak anak-anak ke Ancol. Tanggal 25 Desember 2015, bertepatan dengan hari mudiknya mbak yang ngasuh anak-anak. Selepas mengantarkan mbak ke Stasiun Senen, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Ancol saja. Setelah menurunkan mbak di stasiun Senen sekitar jam 7 pagi, kami langsung bablas menuju Ancol. Tiba di Ancol sekitar 7.30. Masih pagi sekali.

Tujuan awal kami pagi itu sebenarnya ke Sea World. Begitu sampai di Sea World dan  melihat antrian pembelian tiket yang sangat membludak (padahal loketnya aja belum buka) maka kami memutuskan untuk mengunjungi seberangnya saja, Gelanggang Samudra yang sekarang dikenal dengan Ocean Dream Samudra Ancol. Sambil menunggu loketnya buka jam 9, kami duduk-duduk saja terlebih dahulu.

 

image

Menunggu Buka

 

Teruskan bacanya…

Bamberg-Jakarta

02/02/2016 § Leave a comment

image

Postingan kali ini rada norak dikit gapapa ya? Haha.  Abisnya seneng banget dapet kiriman kartu pos dari teh dewi firyani. Kemarin pagi saat tiba di kubikel kesayangan, tiba-tiba di atas meja sudah ada selembar kartu pos kece dengan kolase foto pemandangan sebuah kota bertuliskan: Bamberg.

Berawal dari postingan teh dewi beberapa pekan lalu yang menuliskan akan mengirimkan kartu pos buat semua yang sudah menuliskan komentar di postingan beliau sebelumnya, lalu kirim alamat via email dan pekan kemarin tibalah si kartu pos yang sudah melewati jarak entah berapa juta kilometer😀. Jerman-Indonesia.

Awal tahu blognya teh dewi justru pada saat multiply masih aktif dan eksis. Beberapa kali mampir dan menjadi silent reader di postingan teh dewi. Setelah multiply dihapus, interaksi dengan teman-teman yang dulu sama-sama ngeblog di multiply kemudian berkurang. Sebagian besar bahkan baru tersambung lagi di fesbuk, twitter dan instagram. Nah, di sosmed terakhir itulah saya ketemu lagi dengan akunnya teh dewi dan kemudian follow blog beliau di wordpress. Baca blog teh dewi itu bawaannya bikin seneng deh. Kita dibawa jalan-jalan ke jerman, lihat pemandangan bagus-bagus (foto-fotonya memanjakan mata banget), dapet resep-resep makanan yang enak-enak, atau baca cerita beliau tentang anak-anak pun seru.

Makasih kartu posnya ya teh. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa merasakan juga hidup di negara dengan 4 musim.

image

Membuat Kremes yang Kriuk, Renyah dan Bersarang

01/02/2016 § Leave a comment

Siapa sih yang ngga suka kremes? Pelengkap lauk nan kriuk kriuk ini kayaknya jadi favorit baik anak-anak maupun orang tua. Tak terkecuali di keluarga kami. Semua doyan😀. Menu dengan pelengkap kremes pun bervariasi, mulai dari ayam kremes, tahu kremes, tempe kremes, lele kremes dan seterusnya.

image

Nah, weekend kemarin untuk pertama kalinya saya mencoba mengeksekusi resep kremes yang saat ini sedang heitz banget di sebuah grup masak yang saya ikuti (sebut saja kelompok masak Shalahudin). Penasaran dengan kesuksesan teman-teman yang mencobanya, akhirnya dengan bahan seadanya saya mencoba membuat kremes ini. Resep yang dipakai merupakan resep asli kremes oleh bundanisa, berikut ini resepnya:

Bahan-bahan:
– tepung tapioka 6 sdm munjung (penuh)
– tepung beras 2 sdm munjung (penuh)
– kuning telur 1 butir
– air es 1 liter
– santan instan kecil 1 pack ( saya kemarin memakai yang sachet 65ml)

Bumbu:
– lada putih bubuk
– bawang putih pupuk
– ketumbar bubuk
– kunyit bubuk (kemarin karena ngga ada saya ngga pakai ini)
– garam
Kalau ditanya takaran bumbunya seberapa, maka saya akan bilang sesukanya aja hehe. Sesuai selera. Pakai jurus icip-icip dan feeling aja.

Cara membuat:
– Campurkan bahan dan bumbu menjadi satu. Adonan yang dihasilkan bisa dibilang encer. Agak-agak mirip adonan rempeyek.
-Siapkan wajan anti lengket, panaskan minyak goreng, yang banyak #eh.
– Setelah minyak panas, tuangkan adonan per satu sendok sayur dalam posisi tegak lurus agak jauh dari wajan. Kemarin awal-awal saya rada gagal sih, wkwk. Sebab pas nuang rada bergetar jadi agak geser posisi sendoknya. Tapi setelah gorengan ke 3 dan seterusnya alhamdulillah lancar.
– Goreng sampai kecoklatan merata. Kalau di resepnya disarankan saat udah mau matang dilipat sehingga memudahkan saat diambil. Tapi kalau saya kemarin enggak, soalnya pede banget tujuannya buat nyetock kremes dan akan dimasukkan toples jadi pada akhirnya akan diremuk juga. Haha.

Hasilnya ternyata beneran kriuk, bersarang dan renyah banget. Nah, setelah nyoba kemarin menurut saya tantangan bikin kremes ini adalah pada tahap menggorengnya hehe. Kudu sabar karena satu demi satu sendok sayur. Jangan lupa hati-hati pada saat menuang adonan ke minyak panas. Kalau ngga tenang, bisa nyiprat ke mana-mana.

image

Oiya resep di atas adalah resep tanpa ayam ya. Kalau pas bareng masak ayam dan ada sisa bumbu ungkep ayam, bisa dicampurkan di adonan supaya rasa kremesnya lebih sedap dan gurih.

Trus apa kata anak-anak? Cuma satu kata: enaaak.  Dan itu sudah cukup membuat emaknya ini senyum-senyum.

Buku: Balita Bertanya, Anda Menjawab

31/01/2016 § 4 Comments

Kalau ada yang bilang jadi orangtua itu ngga ada sekolahnya, iya bener banget. Sepanjang waktu adalah belajar. Berasa banget deh. Semakin besar usia anak, artinya semakin banyak yang orangtua harus pelajari untuk terus berusaha memberikan yang terbaik *belibet ngomongnya*. Intinya sih, jadi orangtua itu adalah proses belajar sepanjang waktu. Begitu.

Makanya sebagai orangtua boleh dong ya kalau kita ikut seminar atau menyimak artikel-artikel atau baca buku yang menambah khasanah pengetahuan dalam mendidik anak. Nah akhir Desember tahun lalu saya ngga sengaja nemu buku yang bagus buat dibaca. Kenapa ngga sengaja? Sebab buku ini saya beli di bapak penjual vcd yang keliling berjualan di kantor-kantor, atas rekomendasi beliau.

“Ini bagus lho mbak. Sudah punya belum?” tanya beliau.

Tanpa pikir panjang, langsung dibelilah bukunya. Kesan pertama, bukunya covernya lucu *eh salah fokus*. Hihi. Saya sih suka buku-buku parenting yang covernya imut-imut begini. Jadi lebih asik dan lebih menarik.

image

Sesuai judulnya, isinya tentang bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis balita.  Menjawab pertanyaan balita tentunya butuh pendekatan yang berbeda dengan menjawab pertanyaan orang dewasa. Menjelaskan ke anak itu, harus dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah dipahami. Kadang-kadang saya mikir agak lama saat mereka menanyakan sesuatu. Mikir bagaimana ya membahasakan sesuai dengan usia mereka.

Nah, kembali ke buku Balita Bertanya, Anda Menjawab. Di covernya tertulis berisi 60 pertanyaan kritis yang sering ditanyakan balita serta solusi jawaban yang tepat. Tapi jujur saya nggak ngitung bener atau nggak ada 60, sebab banyak sekali isinya. Secara garis besar dibagi menjadi 7 sub bagian:
Balita dan Agama
Balita dan Alam Sekitar
Balita dan Tubuhnya
Balita dan Seks
Balita Memaknai Peraturan
Balita dan Orangtua
Celoteh Balita Lainnya

Nah, dari masing-masing sub bagian itu berisi pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan anak-anak. Misal: Tuhan itu siapa? Meninggal itu apa? Kenapa mama haid? Sombong itu apa? Kenapa ada orang gemuk? Kenapa kuman bikin sakit? Dan lain-lainnya. Dan alternatif jawaban yang ditulis oleh mba Pritha dan bu Sian di buku ini selalu berhasil membuat saya bergumam oiya ya. Oiya bener juga ya.

Di buku ini juga disampaikan bawah ada rumus sederhana saat menghadapi pertanyaan sulit dari anak-anak:
Pertama, tetap tenang. Tenang saat anak-anak mendadak bertanya tentang sesuatu. Kita sebagai orangtua perlu tahu mengapa mereka menanyakan hal tersebut, karena itu akan membantu bagaimana kita merespon dan menjawab pertanyaan tersebut.
Kedua, berikan jawaban sejujur mungkin dengan bahasa sederhana sesuai daya tangkap anak.
Yang ketiga, jika membingungkan dan belum dapat menjawab saat itu jangan dipaksakan menjawab. Tangguhkan, katakan sejujurnya akan mencari tahu jawabannya terlebih dahulu.

Nah, kalau menurut saya pribadi sih buku ini recommended sebab apa yang dituangkan di situ memang sesuatu yang secara umum dialami para orang tua. Penuturan yang ringan dan santai bikin enak dibaca. Jadi, monggo silakan baca untuk yang tertarik😀

Dua Ribu Enam Belas

07/01/2016 § 2 Comments

image

Dua ribu enam belas.
Saatnya mulai memeluk mimpi-mimpi lainnya dan mewujudkannya menjadi nyata. Semangat!

Foto dari sini.

Weekend Project: Kids Corner

21/12/2015 § 4 Comments

Belakangan ini hujan sudah semakin sering menyambangi Tangerang. Hampir tiap hari malah. Terkadang pagi terang benderang, begitu mendekati tengah hari langsung mendung dan turunlah hujan. Atau sebaliknya.

Alhamdulillah cuaca jadi lebih adem. Tak sepanas bulan-bulan sebelumnya. Anak-anak tentu senang. Namun salah satu imbasnya mereka jadi lebih jarang bermain di luar ruangan. Biasanya setiap bada ashar mereka bermain di luar rumah, sekedar bersepeda atau berlari kesana kemari.

Akhir-akhir ini pun kalau weekend kami jadi jarang bermain ke taman. Malah lebih sering main di playground. Pun si adik lagi seneng-senengnya main perosotan, jadilah cocok dan seneng banget main di playground.

Nah, berhubung kakaknya juga sedang libur sekolah, setiap hari anak-anak bermain berdua di rumah. Kami berpikir bagaimana ya bikin anak-anak betah, terlebih dalam cuaca begini. Lalu tercetuslah suatu ide untuk membuat kids corner, ya sebutan kerennya begitulah pokoknya.

wp-1450610044334.jpeg

 

Ada satu kamar di rumah yang sementara disulap menjadi tempat main mereka. Karpet evamat yang sudah tidak lengkap -karena isiannya bolong-bolong entah kemana- digelar kembali. Lalu hari  kemarin kami ke Asemka.

Yeay, pasar Asemka. Niat banget ke Asemka dari Bintaro. Haha. Dari ujung ke ujung. Begitu sampai lokasi anak-anak langsung berbinar-binar meihat mainan di mana-mana. Dan setelah keliling di beberapa penjual, dibelilah tenda-tendaan yang ada terowongannya yang ukurannya relatif besar supaya si kakak bisa ikut main. Juga membeli beberapa wallpaper lucu untuk menghias dinding kamarnya. Dan sesorean kemarin sepulang dari Asemka, dieksekusilah ide tadi. Foto di atas itulah hasilnya.

Bagaimana, lumayan kan? Semoga anak-anak jadi semakin betah bermain di dalam ruangan. Selain menjadi tempat main, semoga dengan adanya pojok untuk anak ini bisa mengurangi berantakannya mainan bocah dimana-mana. Biar jadi satu di sana saja sehingga beberesnya nanti juga lebih mudah *emakmales*😀