Ternyata waktu berjalan dengan cepat ya. Tak terasa, bocah yang dulu di blog ini diceritakan masih melewati fase MPASI, ternyata beberapa bulan lalu genap berusia 17 tahun. Iya, 17 tahun. Dan sebagai WNI yang baik, 17 tahun artinya saatnya memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sendiri. Jadilah pekan-pekan kemarin, kami mengurus KTP untuk si sulung. Disclaimer dulu, yang kami ceritakan adalah proses mengurus KTP elektronik pemula di kota Tangerang Selatan.
- Perekaman Data KTP Elektronik
Untuk perekaman data KTP elektronik bagi pemula, bisa dilakukan di gerai disdukcapil yang ada di beberapa mal di Tangerang Selatan. Terdekat dengan domisili kami adalah di gerai disdukcapil yang ada di Bintaro Plaza. Di sini, layanan disdukcapil buka setiap hari dengan jam layanan Minggu – Jumat adalah 10.00-14.00 dan Sabtu di 16.00-21.00.
Berhubung anak sulung bersekolah di asrama, maka perekaman kami lakukan bertepatan dengan jadwal kepulangan reguler bulanan, dan ini artinya di akhir pekan. Kami datang di hari Sabtu pukul 16.30, dan ternyata antriannya cukup padat. Berbekal fotokopi KK, kemudian dilakukan perekaman data KTP elektronik baik data kependudukan maupun biometrik foto dll. Setelahnya, petugas memberikan tanda terima perekaman data yang merupakan bagian dokumen yang akan digunakan untuk melakukan registrasi pencetakan KTP elektronik pemula yang pada saat kami urus ini, hanya bisa dilakukan di kecamatan. Sekedar info, kemarin kami selesai perekaman data sekitar pukul 18.25. - Pencetakan KTP Elektronik
Proses berikutnya setelah perekaman data adalah pencetakan KTP elektronik. Untuk dapat mencetak KTP elektronik pemula di kota Tangerang Selatan, kita perlu registrasi terlebih dahulu. Setiap hari jam 08.00 pagi, registrasi dibuka secara online melalui web https://rumahdukcapil.tangerangselatankota.go.id/ . Untuk pencetakan, jadwal yang didapatkan apabila verifikasi berkas dinyatakan lengkap adalah H+2 dari registrasi, jadi jika mendaftar di hari Senin maka jadwal yang didapatkan adalah untuk Rabu, demikian seterusnya. Berikut ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
a) Mengisi Formulir Pendaftaran Peristiwa Kependudukan (Formulir F-1.02). Formulir ini bisa diakses di alamat web rumah disdukcapil Tangsel. Formulir diisi lengkap dan ditandatangani oleh pemohon. Jenis permohonan yang dipilih adalah KTP-el (kolom II) dan sub kolom BARU (A).
b) Menyiapkan foto-foto berkas yang diminta. Pada saat registrasi/pendaftaran, kita diminta melengkapi berkas-berkas. Berikut ini adalah beberapa berkas yang harus diunggah pada saat registrasi yaitu foto KK yang sudah berbarcode, foto tanda terima perekaman KTP elektronik, foto formulir F-1.02 dan foto selfie/swafoto pemohon dengan memegang formulir F-1.02 dalam posisi tidak menutupi muka. - Mengisi registrasi/pendaftaran secara online
Pendaftaran dibuka setiap jam 8 pagi dan kuota untuk pencetakan KTP elektronik dibatasi di 50 antrian. Pada saat mendaftar kita diminta mengisi data pemohon, NIK, no KK dan mengunggah 4 berkas di atas, lalu kita akan mendapatkan tanda terima berupa nomor registrasi. Nomor tersebut yang kita gunakan untuk memantau melalui menu pengecekan status. Apabila verifikasi berkas dinyatakan lengkap, maka kita akan mendapatkan jadwal kapan melakukan pencetakan tersebut. Oiya, kemarin saya memilih kecamatan Pondok Aren sebagai tempat mencetak, seingat saya ada pilihan di kecamatan lain-lain juga. - Pencetakan KTP Elektronik
Sesuai dengan jadwal yang diberikan, maka tahap terakhir adalah datang ke tempat yang sudah kita pilih untuk mencetak KTP elektronik. Kemarin saya sengaja datang pagi, dengan harapan agar jika pun antri masih belum terlalu ramai. Oh iya, untuk pencetakan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga lain dalam 1 KK dengan menunjukkan KTP. Dan kami acungkan jempol untuk layanan kecamatan Pondok Aren. Saya datang pukul 8.13, dan KTP anak selesai dicetak pukul 8.25. Alhamdulillah cepat selesai.
Demikianlah kira-kira proses membuat KTP elektronik untuk pemula di Tangerang Selatan. Alhamdulillah layanannya sudah jauh lebih baik, efektif dan efisien. Disclaimer lagi, ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, bisa jadi yang lain tidak mengalami hal yang sama yaa….







