Jakarta Aquarium, Ketika Ikan dan Binatang Laut Masuk ke Mall

Berwisata di kala menjelang long weekend libur akhir tahun, kami pun memilih yang masih berada di dalam kota Jakarta saja. Sempat sih terpikir melipir ke pinggiran Jabodetabek alias Puncak untuk membawa anak-anak ke Taman Safari. Namun berhubung akhir-akhir ini cuacanya tidak menentu dan memikirkan jarak dan waktu tempuhnya, akhirnya pilihan jatuh ke destinasi wisata baru di ibukota: Jakarta Aquarium.

Sebelum berangkat malamnya saya sempatkan browsing sejenak untuk mencari tahu tentang Jakarta Aquarium. Mampir ke webnya untuk melihat-lihat lokasi, jam operasional buka plus mencari promo šŸ˜€. Okesip, berbekal hasil browsing singkat akhirnya diputuskan berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi agar sampai lokasi pas buka yaitu sekitar jam 10.

Jakarta Aquarium terletak di Neo Soho, sebuah kawasan mall yang masih tergolong baru yang ada di Jakarta Barat. Meski sudah sekian tahun bekerja di Jakarta dan tinggal di Tangerang Selatan, namun baru kali ini pertama kalinya saya menyambangi kawasan Jakarta Barat. Thanks to aplikasi waze yang cukup membantu kami menghindari rute macet menuju lokasi.

Kami tiba di Neo Soho jauh meleset dari rencana, baru sekitar jam 11 sampai. Ternyata jalanan macet parah. Dan berhubung kemarin ke sana pas hari Jum’at, maka rencana sedikit diubah. Tiba di Neo Soho langsung menuju Jakarta Aquarium dan membeli tiket. Setelah itu suami solat jum’at terlebih dahulu dan kami memilih menunggu di playground Chipmunk (kapan-kapan direview Insya Alloh), sambil menyuapi Agha supaya jam makannya tidak terlewat. Setelah selesai Jum’atan, makan siang dan sholat dzuhur baru kami masuk area Jakarta Aquarium. Berkeliling di Jakarta Aquarium sampai sekitar jam 3 sore dan selanjutnya pulang.

Secara garis besar, berikut ini saya tuliskan review singkat kunjungan di Jakarta Aquarium:

  • Lokasi.
    Terletak di Neo Soho mall Jakarta Barat, lokasi yang cukup strategis namun termasuk kawasan macet sehingga sangat disarankan berangkat pagi. Lebih baik menunggu mall buka daripada terjebak macet hehe. Tempatnya nyaman, sangat nyaman malah.  Adem. Bersih. Sangat friendly terhadap bayi berstroller maupun lansia yang memakai kursi roda, sehingga tetap nyaman. Oiya sekedar info, Jakarta Aquarium menempati 2 lantai yaitu LGM dan LG. Dari LGM ke LG disediakan tangga dan juga lift.
  • Tiket.
    Kesan pertama yang muncul: mahal. Hehe. Yak betul, memang harganya cukup menguras dompet :-D. Tiket masuk Jakarta Aquarium adalah 175 ribu per orang untuk tiket reguler dan 225 ribu per orang untuk tiket premium (berlaku untuk anak di atas 2 tahun). Meski mahal, namun saya dan suami sepakat kalau harga tersebut cukup sebanding dengan apa yang dilihat dan didapatkan. Memang lokasinya tidak seluas Taman Safari (yaiyalah), namun dengan kenyamanan lokasi, kemudahan dijangkau, serta konsepnya kami rasa cukup fair. Untuk yang reguler hanya sekali masuk. Yang premium boleh berkali-kali masuk dalam kurun waktu 4 jam dan plusnya bisa menyaksikan pertunjukan 5D. Kemarin kami membeli tiket reguler saja. Harga tiket tersebut termasuk kesempatan difoto oleh pihak Jakarta Aquarium di dua spot berbeda yaitu sebelum masuk dan sebelum turun ke lantai LG. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil cetakan dan softcopynya kita harus membayar lagi (dan kami tidak mengambil ini).
  • Konsep dan konten.
    Sesuai namanya, konsepnya adalah aquarium. Semua binatang berada di kotak-kotak kaca. Awalnya saya mengira isinya cuma ikan-ikanan semua. Ternyata: salah! Banyak binatang lain yang juga ada di Jakarta Aquarium yang menunjukkan kekayaaan Indonesia. Ada tarantula, kalajengking, udang, ubur-ubur, kodok cantik warna jingga (lupa namanya), berang-berang, kepiting kelapa (konon dinamai demikian karena bisa memanjat pohon kelapa dan mengupas kelapa dengan capitnya) dan lain-lain. Di depan setiap aquarium terdapat touchscreen yang bisa kita tap untuk tahu deskripsi singkat mengenai binatang di dalamnya. Cukup edukatif dan informasinya sangat bermanfaat. Nah, selain berisi binatang-binatang di dalam Jakarta Aquarium juga diselipkan pesan penting untuk mencintai alam. Ada dinding-dinding yang dihias dengan pengetahuan tentang berapa lama jenis-jenis plastik akan terurai di tanah. Bagaimana peranan ekosistem laut yang turut serta memproduksi oksigen: hutan hujan, hutan mangrove/bakau, fitoplankton,  dan alga bersel satu. Mengapa sangat penting untuk menjaga ekosistem laut agar tidak terganggu. Di beberapa spot juga disediakan tempat duduk dan juga lokasi yang cukup instagrammable untuk selfie ataupun mengambil foto. Selain itu kita bisa berjumpa dengan pinguin di restoran Pingoo (namun kami tidak ke sana karena untuk pinguin sudah pernah melihat di Taman Safari).
  • Wahana dan Atraksi.
    Di beberapa lokasi aquarium terdapat beberapa wahana seperti terowongan (di berang-berang) atau gua (di bagian piranha). Untuk atraksi di hari Jumat kemarin adalah pertunjukan drama mermaid (ini kami juga skip karena takut pulang kesorean).
  • Fasilitas Pendukung.
    Toilet ada di dalam dan bersih. Mini kafetaria juga ada untuk sekedar jajan minum atau beli cemilan. Ada juga Kid Activities, di mana di dalamnya anak-anak dapat mampir untuk sekedar mewarnai atau belajar tentang hewan-hewan laut. Tak lupa juga toko souvenir Ocean Wonders yang isinya lucu-lucu juga (namun harganya cukup wow).

Kesimpulannya, worth atau tidak dikunjungi dengan harga segitu? Worth lah. Kalau memang ada budgetnya, boleh banget menambahkan Jakarta Aquarium ke dalam daftar tempat wisata yang harus dikunjungi di Jakarta. Menambah pengetahuan dan pengalaman namun tetap mengutamakan kenyamanan. Anak-anak pasti senang dan antusias. Saran saya, kalau mau cari diskonan tiket cobalah membeli lewat aplikasi atau marketplace yang ternyata lebih murah. Saya justru baru tahu hal ini pasca kunjungan kemarin hehe. Sebenarnya mengincar diskon 20% menggunakan debit bank tertentu, sayangnya karena sudah dihitung bagian dari long weekend dan hari libur jadi diskon tersebut tidak berlaku sampai dengan 1 Januari 2018 nanti.

Oiya sekedar tambahan, tempat sholat untuk wanita ada di dekat tempat parkir yang selantai dengan Jakarta Aquarium yaitu di lantai LGM sedangkan tempat sholat laki-laki ada di lantai P4. Tempat parkir yang paling dekat dengan Jakarta Aquarium tentu saja di LGM, namun apabila sudah penuh kita akan diarahkan untuk parkir di lantai atas.

Weekend Project: Kids Corner

Belakangan ini hujan sudah semakin sering menyambangi Tangerang. Hampir tiap hari malah. Terkadang pagi terang benderang, begitu mendekati tengah hari langsung mendung dan turunlah hujan. Atau sebaliknya.

Alhamdulillah cuaca jadi lebih adem. Tak sepanas bulan-bulan sebelumnya. Anak-anak tentu senang. Namun salah satu imbasnya mereka jadi lebih jarang bermain di luar ruangan. Biasanya setiap bada ashar mereka bermain di luar rumah, sekedar bersepeda atau berlari kesana kemari.

Akhir-akhir ini pun kalau weekend kami jadi jarang bermain ke taman. Malah lebih sering main di playground. Pun si adik lagi seneng-senengnya main perosotan, jadilah cocok dan seneng banget main di playground.

Nah, berhubung kakaknya juga sedang libur sekolah, setiap hari anak-anak bermain berdua di rumah. Kami berpikir bagaimana ya bikin anak-anak betah, terlebih dalam cuaca begini. Lalu tercetuslah suatu ide untuk membuat kids corner, ya sebutan kerennya begitulah pokoknya.

wp-1450610044334.jpeg

 

Ada satu kamar di rumah yang sementara disulap menjadi tempat main mereka. Karpet evamat yang sudah tidak lengkap -karena isiannya bolong-bolong entah kemana- digelar kembali. Lalu hariĀ  kemarin kami ke Asemka.

Yeay, pasar Asemka. Niat banget ke Asemka dari Bintaro. Haha. Dari ujung ke ujung. Begitu sampai lokasi anak-anak langsung berbinar-binar meihat mainan di mana-mana. Dan setelah keliling di beberapa penjual, dibelilah tenda-tendaan yang ada terowongannya yang ukurannya relatif besar supaya si kakak bisa ikut main. Juga membeli beberapa wallpaper lucu untuk menghias dinding kamarnya. Dan sesorean kemarin sepulang dari Asemka, dieksekusilah ide tadi. Foto di atas itulah hasilnya.

Bagaimana, lumayan kan? Semoga anak-anak jadi semakin betah bermain di dalam ruangan. Selain menjadi tempat main, semoga dengan adanya pojok untuk anak ini bisa mengurangi berantakannya mainan bocah dimana-mana. Biar jadi satu di sana saja sehingga beberesnya nanti juga lebih mudah *emakmales* šŸ˜€

Yuk Mewarnai

Biar kekinian, akhirnya nyobain ikut mewarnai kehidupan. Pas nyariin buku untuk si sulung, kebetulan ketemu buku mewarnai untuk usia dewasa yang katanya bisa digunakan untuk stress healing a.k.a relaksasi. Sebenarnya di internet juga banyak contoh pattern dan bisa didonlod, tapi rasanya kurang afdol kalau ngga nenteng-nenteng bukunya kemana-mana :D.

Jadilah dibeli buku mewarnainya. Dari beberapa pola yang ada, saya memilih yang pola dasarnya bunga *cewekbanget*.

wp-1449234512808.jpeg

Trus gimana, beneran stress healing ga? Hahaha.. Ya gimana nggak ngobatin stress, wong yang diwarnai kecil-kecil banget begitu. Ini tentu menguji iman dan takwa kesabaran dan ketelatenan. Kalau untuk kombinasi warna kan suka-suka, jadi terserah aja mau memadukan warna apa dengan apa. Mungkin dengan kebebasan bermain warna ini yang sebenarnya juga membuat pikiran menjadi lebih fresh :D, suka-suka gue yang penting happy gitu kali ya.

image

Jadi sekarang di rumah yang mewarnai nggak cuma anak-anak, emaknya juga. Pensil warna aja kadang-kadang rebutan. Ternyata mewarnai begini bisa jadi salah satu sarana me time emaknya hehe.

Random Tengah Malam

PUPNS 2015Random sekali.

Online tengahĀ malam begini karena harus menyelesaikan registrasi pupns yang deadline terakhir kirimnya adalah hari ini (sambil lihat kalender)Ā  .Ā Ketahuan ya suka mepet-mepet. Biar seru *alesan*.

Kok ngga dikerjain kemarin-kemarin? Jawabnya: Lagi (sok) Sibuk.
Kok nggak dikerjain siang-siang aja pas di kantor? Jawabnya: Lagi (sok) Sibuk (juga).
Tabokable banget alasannya :D, tapi sejak pindah ke bagian yang sekarang ini, kerjaan rasanya nggak ada habisnya *curcol*.

Ngomong-ngomong, gara-gara pupnsĀ ini jadi ngobrak abrik arsip data pribadi. Niatnya cuma ngecek kebenaran data ijazah sd-smp-sma, lah ujungnya mewek waktu lihat buku raport sd-smp-sma terus ada tanda tangan bapak di sana :-(. Abis itu senyum-senyum lihat nilai raport, nilai ebtanas, nilai ijazah plus sertifikat-sertifikat lomba di masa-masa sekolah.

Gara-gara pupns ini juga, bongkar-bongkar hasil karya waktu lulus d3 sama d4 gara-gara harus menuliskan judul tugas akhir pada saat mau lulus. Wajar dong kalau judul karya tulis semasa d3 yang ternyata sudah 8 tahun lalu itu lupa, tapi ya masa iya judul karya tulis d4 yang baru 2 tahun lalu juga sudah lupa persisnya apa *tepok jidat*.

Dan sekarang setelah isian lengkap dan sudah terkirim, mata belum merem juga. Malam-malam begini blogwalking dan malah browsing sana-sini. Padahal besok Senin. Padahal besok ke kantor.

Random yes. Mari tidur saja kalau begitu.

 

 

Challenge Accepted: Tanpa ART

Ehem. Nggak berasa, ternyata sudah 2 bulan lebih kami sekarang hidup tanpa ART. Menjalani hari-hari sedemikian rupa tanpa bantuan asisten di rumah :D. Setelah lebaran tahun kemarin sebenarnya sempat ada 2 kali pergantian asisten di rumah, namun pada akhirnya kami sepakat berpisah dengan keduanya. Yang pertama karena usia beliau yang sudah sepuh dan yang kedua karena ada beberapa hal yang bikin ngga sreg walau sudah berusaha dikompromikan selama beberapa waktu.

Jadilah mulai awal tahun 2015 kami memutuskan untuk tidak menggunakan asisten. Sebelumnya saya sudah berunding dengan ayahnya anak-anak, diskusi bagaimana nanti kira-kira kondisinya, bagaimana anak-anak, bagaimana pekerjaan rumah, dan banyak hal yang muncul sebagai konsekuensi atas pilihan kami ini.

Yang pertama, anak-anak. Sekarang keduanya berada di daycare yang sama. Kalau Rahma sejak Agustus 2014 memang sudah berada di daycare tersebut, nah Januari kemarin si kakak nyusul di daycare yang sama. Jadi ketika pulang sekolah, kakak pulang ke daycare. Pagi sambil berangkat ke kantor saya mengantar keduanya bergantian, sore sepulang kantor saya akan menjemput keduanya. Sampai saat ini sih alhamdulillah keduanya enjoy. Khusus kakak Khonsa, mungkin karena di sana juga ada 3 anak lain (yang kebetulan cewek semua) yang seumuran si kakak. Jadi ada teman sebaya yang nyambung kalau mereka bermain.

Teruskan bacanya…

Catatan Rahma: Dua Tahun

Alhamdulillah. Dua tahun yang menakjubkan. Selasa tanggal 3 Maret kemarin, genap 2 tahun usia Rahma menurut Masehi. Bayi kecilĀ  kesayangan kami serumah ternyata sekarang sudah 2 tahun. Bayi kecil yang dulu hanya bisa menangis dan berbaring itu sekarang sudah menjadi bocah cilik yang lincah, berlari ke sana kemari, sibuk bermain dan mengoceh tak henti. Menceriakan rumah dengan suara tawanya dan segala komentar tiba-tibanya yang kadang spontan membuat kami semua tertawa.

Saya pun bersyukur, dua tahun hak ASI Rahma terpenuhi sudah, Alhamdulillah, walau WWLnya masih belum berhasil :D. Sudah lama saya sounding soal berhenti ASI ini, tapi masih belum mempan sampai sekarang. Dulu responnya mengangguk-angguk, sekarang responnya tidaaaak. Malah ditambah nda mauuuu. Yowes pelan-pelan ya Nak. Kakaknya dulu WWL di usia 29 bulan. Sepertinya butuh waktu, terlebih hingga sekarang Rahma belum bisa mengkonsumsi susu tambahan lain secara rutin karena alerginya pada susu sapi.

S3 ASI

S3 ASI – Alhamdulillah

  Teruskan bacanya…

Khonsa: Menjelang Masuk SD

Pas Foto Khonsa

Pas Foto Khonsa

Tahun 2015 ini, insya Alloh si sulung akan masuk SD. Waaaaa, iya SD *cubit pipi sendiri*. Kalau kata mas yang satu ini, time flies. Benar-benar nggak terasa. Rasanya belum lama saya melahirkan Khonsa, menggendongnya ke mana-mana. Ternyata tahun ini, di usianya yang akan genap 6 tahun di bulan April nanti insya Alloh Khonsa akan masuk SD.

Sesuai dengan rencana kami saat dulu memilih sekolah playgroupnya, untuk SD insya Alloh tetap di tempat yang sama, di sekolah yang sama. Jadi PG, TK A, TK B dan SD berada di satu sekolah yang sama, yaitu di PPIA Baitul Maal. Banyak yang tanya, kenapa? Ya nggak kenapa-kenapa sih *halah*. Ada beberapa alasan kenapa dulu kami memutuskan memasukkan Khonsa untuk sekolah di situ. Yang pertama karena kami memang memilih sekolah Islam. Ingin meletakkan pondasi yang kuat sejak dini, walaupun sebenarnya tetap orangtua-lah yang harus berperan utama dalam hal ini. Kedua, jaraknya relatif dekat dengan tempat tinggal kami. Yang ketiga, nggak ada calistung di usia PG-TK, jadi benar-benar bermain (sambil belajar tentunya) :D.

Karena sudah menentukan pilihan sejak awal, tentunya kami tinggal mengikuti jadwal penerimaan siswa SD dari sekolah. Bulan Desember 2014 kemarin ada pemberitahuan kalau pendaftaran siswa SD sudah dimulai. Pada tanggal yang ditentukan, saya dan si Ayah ke sekolah untuk mengambil formulir pendaftaran calon siswa SD yang berlembar-lembar dan isinya ternyata sangat detail.Ā  Formulir dikembalikan setelah terisi dengan lengkap beserta kelengkapan persyaratan (akte, KK, foto dll) plus membayar biaya pendaftaran siswa (yang bisa dipilih tunai atau dicicil 3x). Pengembalian formulir ini diberi batas waktu, kalau terlewat ya sudah berarti tidak bisa diterima. Oiya, semua yang mendaftar diterima sampai kuota terpenuhi, dan tidak ada tes masuknya.
Teruskan bacanya…