Jakarta Aquarium, Ketika Ikan dan Binatang Laut Masuk ke Mall

Berwisata di kala menjelang long weekend libur akhir tahun, kami pun memilih yang masih berada di dalam kota Jakarta saja. Sempat sih terpikir melipir ke pinggiran Jabodetabek alias Puncak untuk membawa anak-anak ke Taman Safari. Namun berhubung akhir-akhir ini cuacanya tidak menentu dan memikirkan jarak dan waktu tempuhnya, akhirnya pilihan jatuh ke destinasi wisata baru di ibukota: Jakarta Aquarium.

Sebelum berangkat malamnya saya sempatkan browsing sejenak untuk mencari tahu tentang Jakarta Aquarium. Mampir ke webnya untuk melihat-lihat lokasi, jam operasional buka plus mencari promo 😀. Okesip, berbekal hasil browsing singkat akhirnya diputuskan berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi agar sampai lokasi pas buka yaitu sekitar jam 10.

Jakarta Aquarium terletak di Neo Soho, sebuah kawasan mall yang masih tergolong baru yang ada di Jakarta Barat. Meski sudah sekian tahun bekerja di Jakarta dan tinggal di Tangerang Selatan, namun baru kali ini pertama kalinya saya menyambangi kawasan Jakarta Barat. Thanks to aplikasi waze yang cukup membantu kami menghindari rute macet menuju lokasi.

Kami tiba di Neo Soho jauh meleset dari rencana, baru sekitar jam 11 sampai. Ternyata jalanan macet parah. Dan berhubung kemarin ke sana pas hari Jum’at, maka rencana sedikit diubah. Tiba di Neo Soho langsung menuju Jakarta Aquarium dan membeli tiket. Setelah itu suami solat jum’at terlebih dahulu dan kami memilih menunggu di playground Chipmunk (kapan-kapan direview Insya Alloh), sambil menyuapi Agha supaya jam makannya tidak terlewat. Setelah selesai Jum’atan, makan siang dan sholat dzuhur baru kami masuk area Jakarta Aquarium. Berkeliling di Jakarta Aquarium sampai sekitar jam 3 sore dan selanjutnya pulang.

Secara garis besar, berikut ini saya tuliskan review singkat kunjungan di Jakarta Aquarium:

  • Lokasi.
    Terletak di Neo Soho mall Jakarta Barat, lokasi yang cukup strategis namun termasuk kawasan macet sehingga sangat disarankan berangkat pagi. Lebih baik menunggu mall buka daripada terjebak macet hehe. Tempatnya nyaman, sangat nyaman malah.  Adem. Bersih. Sangat friendly terhadap bayi berstroller maupun lansia yang memakai kursi roda, sehingga tetap nyaman. Oiya sekedar info, Jakarta Aquarium menempati 2 lantai yaitu LGM dan LG. Dari LGM ke LG disediakan tangga dan juga lift.
  • Tiket.
    Kesan pertama yang muncul: mahal. Hehe. Yak betul, memang harganya cukup menguras dompet :-D. Tiket masuk Jakarta Aquarium adalah 175 ribu per orang untuk tiket reguler dan 225 ribu per orang untuk tiket premium (berlaku untuk anak di atas 2 tahun). Meski mahal, namun saya dan suami sepakat kalau harga tersebut cukup sebanding dengan apa yang dilihat dan didapatkan. Memang lokasinya tidak seluas Taman Safari (yaiyalah), namun dengan kenyamanan lokasi, kemudahan dijangkau, serta konsepnya kami rasa cukup fair. Untuk yang reguler hanya sekali masuk. Yang premium boleh berkali-kali masuk dalam kurun waktu 4 jam dan plusnya bisa menyaksikan pertunjukan 5D. Kemarin kami membeli tiket reguler saja. Harga tiket tersebut termasuk kesempatan difoto oleh pihak Jakarta Aquarium di dua spot berbeda yaitu sebelum masuk dan sebelum turun ke lantai LG. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil cetakan dan softcopynya kita harus membayar lagi (dan kami tidak mengambil ini).
  • Konsep dan konten.
    Sesuai namanya, konsepnya adalah aquarium. Semua binatang berada di kotak-kotak kaca. Awalnya saya mengira isinya cuma ikan-ikanan semua. Ternyata: salah! Banyak binatang lain yang juga ada di Jakarta Aquarium yang menunjukkan kekayaaan Indonesia. Ada tarantula, kalajengking, udang, ubur-ubur, kodok cantik warna jingga (lupa namanya), berang-berang, kepiting kelapa (konon dinamai demikian karena bisa memanjat pohon kelapa dan mengupas kelapa dengan capitnya) dan lain-lain. Di depan setiap aquarium terdapat touchscreen yang bisa kita tap untuk tahu deskripsi singkat mengenai binatang di dalamnya. Cukup edukatif dan informasinya sangat bermanfaat. Nah, selain berisi binatang-binatang di dalam Jakarta Aquarium juga diselipkan pesan penting untuk mencintai alam. Ada dinding-dinding yang dihias dengan pengetahuan tentang berapa lama jenis-jenis plastik akan terurai di tanah. Bagaimana peranan ekosistem laut yang turut serta memproduksi oksigen: hutan hujan, hutan mangrove/bakau, fitoplankton,  dan alga bersel satu. Mengapa sangat penting untuk menjaga ekosistem laut agar tidak terganggu. Di beberapa spot juga disediakan tempat duduk dan juga lokasi yang cukup instagrammable untuk selfie ataupun mengambil foto. Selain itu kita bisa berjumpa dengan pinguin di restoran Pingoo (namun kami tidak ke sana karena untuk pinguin sudah pernah melihat di Taman Safari).
  • Wahana dan Atraksi.
    Di beberapa lokasi aquarium terdapat beberapa wahana seperti terowongan (di berang-berang) atau gua (di bagian piranha). Untuk atraksi di hari Jumat kemarin adalah pertunjukan drama mermaid (ini kami juga skip karena takut pulang kesorean).
  • Fasilitas Pendukung.
    Toilet ada di dalam dan bersih. Mini kafetaria juga ada untuk sekedar jajan minum atau beli cemilan. Ada juga Kid Activities, di mana di dalamnya anak-anak dapat mampir untuk sekedar mewarnai atau belajar tentang hewan-hewan laut. Tak lupa juga toko souvenir Ocean Wonders yang isinya lucu-lucu juga (namun harganya cukup wow).

Kesimpulannya, worth atau tidak dikunjungi dengan harga segitu? Worth lah. Kalau memang ada budgetnya, boleh banget menambahkan Jakarta Aquarium ke dalam daftar tempat wisata yang harus dikunjungi di Jakarta. Menambah pengetahuan dan pengalaman namun tetap mengutamakan kenyamanan. Anak-anak pasti senang dan antusias. Saran saya, kalau mau cari diskonan tiket cobalah membeli lewat aplikasi atau marketplace yang ternyata lebih murah. Saya justru baru tahu hal ini pasca kunjungan kemarin hehe. Sebenarnya mengincar diskon 20% menggunakan debit bank tertentu, sayangnya karena sudah dihitung bagian dari long weekend dan hari libur jadi diskon tersebut tidak berlaku sampai dengan 1 Januari 2018 nanti.

Oiya sekedar tambahan, tempat sholat untuk wanita ada di dekat tempat parkir yang selantai dengan Jakarta Aquarium yaitu di lantai LGM sedangkan tempat sholat laki-laki ada di lantai P4. Tempat parkir yang paling dekat dengan Jakarta Aquarium tentu saja di LGM, namun apabila sudah penuh kita akan diarahkan untuk parkir di lantai atas.

Advertisements

Saat Meteran Listrik Pra Bayar Mendadak Error

pln252292969.jpg

Hari Jum’at tengah malam pekan lalu mendadak listrik di rumah padam. Gelap gulita. Masih dengan setengah sadar saya mengintip depan rumah, lha kok nyala. Berarti hanya padam lokal saja. Masih dengan jiwa yang belum terkumpul sepenuhnya, saya pencet-pencet aplikasi mobile banking untuk membeli pulsa listrik meski sempat terpikir beberapa hari sebelumnya pulsa listrik baru diisi. Begitu saya berada di depan meteran baru sadar, tombol mcb meteran posisinya on kenapa listrik padam. Terlebih lagi pas token stroom mau diinput kok tombol-tombol angka di meterannya tidak ada yang bisa dipencet ya, plus display layar yang ada di meteran bertuliskan: ERR—. Di sinilah saya baru ngeh kalau meteran listrik di rumah ternyata error *tepokjidat*.

Sambil berkomunikasi dengan suami yang kebetulan sedang dinas ke luar kota, saya coba googling kira-kira penyebab errornya meteran listrik ini apa ya. Plus solusinya bagaimana, mengingat saat itu jam 11 malam. Saya coba matikan mcb di meteran dan yang ada di rumah lalu mencabut semua stop kontak alat listrik, membiarkannya istirahat sejenak. Setelah itu coba disambungkan lagi dan ternyata masih belum nyala juga. Solusi terakhirnya tentu saja: coba menelepon ke contact center PLN 123.

Sekitar jam 11 lewat 02 menit saya membuat pengaduan ke PLN 123 menyampaikan keluhan yang ada di rumah, dan mas penerima menyampaikan bahwa permasalahan ini akan disampaikan ke PLN terdekat. Baiklah, saya menunggu sambil mengipasi anak-anak yang masih tidur yang mulai gelisah karena panas, hahaha. Sepuluh menit kemudian, telepon rumah berdering. Dari PLN Bintaro mengkonfirmasi alamat dan menanyakan kembali keluhan yang ada. Menurut bapak yang menelepon, akan ada teknisi PLN yang datang ke rumah untuk mengecek jadi saya diminta menunggu.

Mungkin sekitar setengah jam kemudian, ada 2 mas-mas teknisi PLN yang ke rumah. Satu orang mengisi formulir yang mereka bawa dari kantor, satu lagi mencoba mengecek penyebab error si meteran yang berbunyi terus tiada henti 😁. Setelah sekitar 5 menit mas-mas ini menerangkan bahwa kesimpulannya meteran listrik di rumah kami ini error dan harus diganti. Walah, langsung saya terbayang selama belum diganti listrik padam dong, apa kabar simpanan ASIP mas Agha yang ada di kulkas. Ternyata salah. Oleh mas teknisi, meterannya di-loss dulu dengan metode pasca bayar agar listrik sementara bisa digunakan. Sambil menunggu penggantian meteran yang hanya bisa dilakukan di hari kerja dan siang hari, sementara kami bisa menggunakan listrik dengan metode pasca bayar. Sayangnya satu hal: bunyi meteran error tidak bisa dihilangkan 😂.

Sepuluh menit kemudian listrik di rumah kembali menyala. Alhamdulillah ASIP mas Agha aman. Kemudian formulir yang tadi diisi salinannya diberikan untuk disimpan. Pesan masnya kira-kira begini: “Resi ini disimpan ya bu, atas pengaduan ibu malam ini sudah kami catatkan tindak lanjutnya berupa penggantian meteran. Ibu tidak perlu menelepon 123 lagi, cukup menunggu konfirmasi dari PLN Bintaro untuk penggantian meteran baru maksimal 14 hari kerja. Nanti setelah meteran diganti, ibu datang ke kantor PLN untuk memperhitungkan pembayaran pemakaian listrik selama di-loss dengan pasca bayar.”

Dan benar saja, tiga hari kerja setelah drama meteran listrik error kemarin ada petugas dari PLN Bintaro yang datang ke rumah mengganti meteran yang sudah error dengan meteran baru. Setelah dibuka, menurut bapak PLN yang datang kemarin ada bagian di dalam meteran lama kami yang berkarat. Ada kemungkinan hal tersebut yang menyebabkan meteran menjadi error. Setelah meteran baru dipasang yang otomatis nomor meterannya juga baru, kami diminta langsung mengisi pulsa listriknya. Alhamdulillah setelah dipasang dan dicoba tidak ada masalah. Langkah berikutnya tinggal ke kantor PLN untuk melakukan pembayaran ketika meteran kemarin sempat di-loss dengan metode pasca bayar. Insya Allah Sabtu hari ini mau ke kantor PLN Bintaro.

Demikian sekelumit pengalaman emak bersama meteran listrik yang error mendadak. Kesimpulannya jangan panik saat meteran mendadak error, cukup serahkan kepada ahlinya. Tinggal telepon ke contact center PLN 123. Alhamdulillah pelayanan PLN sekarang juga kece banget, responnya cepat dan tidak mengecewakan. Sangat memudahkan pelanggannya. Oiya, semua biaya penanganan yang saya ceritakan termasuk penggantian meteran baru juga gratis. Semoga semakin keren ya PLN.

Foto: logo PLN dari google.

Review Spectra 9 Plus

Sebelumnya, saya pernah menuliskan review beberapa pompa ASI yang pernah saya coba di sini. Saat itu, bersama dengan si pompa ASI terakhir yaitu Avent Comfort Manual saya berhasil mengantarkan kakak Rahma lulus ASI sampai dengan 2 tahun, alhamdulillah. Nah, di anak yang ketiga ini rupanya gadget menyusui yang dipakai harus berbeda lagi, dan inilah gadget saya sekarang: Spectra 9 Plus.

Sebelum yakin membeli Spectra 9 Plus, saya terlebih dahulu menyewa beberapa tipe pompa ASI di Shafarentalpump dan Dirania Sewa Pompa Asi. Setelah mencoba Malish Aria, Avent Electric dan Spectra 9 Plus, pada akhirnya pilihan yang terakhirlah yang saya pinang untuk dibeli. Kalau ditanya kenapa akhirnya memutuskan pilih Spectra 9 Plus, jawabannya kira-kira begini:

  • karena pompa ini yang paling praktis dan silent di antara yang saya coba.
  • mesinnya hanya sebesar power bank, rechargeable alias ga perlu nyolok listrik (asal ngga lupa ngecharge),
  • printilan botol dan pompanya ngga banyak jadi mudah dibersihkan, dan (setelah melalui penyesuaian beberapa kali) dipakainya nyaman,
  • bisa double pump.
  • yang kece, layarnya ada LCD yang menunjukkan timer lama memompa, pun setelah 30 menit akan ada mode auto off.

Lengkap kan? :D. Nah, sayangnya memang harganya cukup lumayan hehe. Jadi memang pastikan benar-benar yakin memilih yang ini sebelum membeli

 

Bersama Spectra 9 Plus, di hari pertama mulai masuk kantor pasca cuti bersalin stok ASIP di kulkas mencapai 70 botol. Tidak banyak memang kalau dibandingkan dengan mama-mama perah yang foto kulkasnya seliweran di IG 😂. Ingat slogan utama: pasti cukup. Di bulan kedua ngantor pasca cuti bersalin, qodarullah saya sakit, operasi dan harus bedrest total sekitar 3 pekan. Saat itu stok ASIP langsung terjun bebas di angka 27 botol. Pasca sakit seiring dengan kondisi tubuh yang kembali fit dan rutinitas pumping yang kembali normal alhamdulillah hingga sekarang stok bekal ASIP Agha konsisten di angka 40 botol.

Terkait dengan pemakaian Spectra 9 Plus sendiri sampai dengan Agha usia 8 bln ini alhamdulillah tidak mengecewakan. Yang penting rutin ngecharge saat sudah hampir kosong. Oiya, berikut sedikit tips dari saya terkait pemakaian Spectra 9 Plus:

  1. Kenali kelengkapan si pompanya. Printilannya apa saja. Cara pemasangannya bagaimana. Setelah itu, rasakan apakah nyaman dipakai. FYI, corong bawaan dari paket Spectra 9 Plus adalah size S dengan diameter 22 mm, dan pada saat awal sukses bikin lecet. Kemudian saya membeli corong bawaannya yang size M, alhamdulillah cocok dan nyaman tanpa lecet sampai sekarang. Terkait dengan massagernya, saya tidak memakai karena memang rasanya jadi kurang nyaman. Nah karena ini preferensi masing-masing, silakan dikenali sendiri mana yang paling nyaman.
  2. Kenali cara kerjanya. Ini terkait mode yang ada di Spectra 9 Plus. Ada 2 tombol mode: massage dan vacuum/expression. Massage maksimal level 5, expression level 10. Pada saat dulu saya menyewa, saat itulah saya benar-benar mencari rasa nyaman yang pas menggunakan mode yang ada di Spectra. Dan pola yang selama ini nyaman buat saya adalah massage di level 5 sekitar 5 menit, setelah terasa let down reflex kemudian pindah ke mode vakum/expression di level 5 atau 6 sampai terasa kosong. Kemudian diulang kembali 1-2 kali.
  3. Secara berkala, cek kelayakan sparepartnya. Bersihkan selang secara teratur. Cek valvenya. Connectornya. Yang paling penting valve sih, sebab valve yang kendor membuat hisapan menjadi lemah. Kemarin seliweran di IG bahwa ada valve spectra model baru berwarna biru yang katanya lebih direkomendasikan, namun saya belum mencobanya.

Nah, demikian sedikit review selama menggunakan Spectra 9 Plus. Saat ini usia Agha 8,5 bulan. Mudah-mudahan bisa mengantarkan Agha sampai dengan lulus ASI hingga 2th nanti. Aamin.

Mencegah dan Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bayi sembelit? Kok bisa? Ya bisa-bisa aja :D. Sembelit yang akan saya bahas di sini adalah pada saat bayi sudah mulai MPASI alias mulai makan asupan lain selain ASI. Ketika bayi sudah mulai MPASI, maka tekstur dan frekuensi BAB akan menyesuaikan. Teksturnya tak lagi seencer 6 bulan pertama. Dan frekuensi, kalau berdasarkan penuturan dsanya Agha yang ideal ya setiap hari BAB. Khawatirnya kalau lebih dari itu tekstur BAB menjadi lebih keras, jumlahnya semakin banyak dan ini memicu sembelit. Oiya berdasarkan penuturan pak dokter, disebut sembelit apabila teksturnya keras dan kering.

Berdasarkan pengalaman selama ini dan hasil ngobrol-ngobrol cantik dengan para mama di birthclub grup, sebenarnya yang paling penting dari sembelit adalah kenali penyebabnya. Kenapa? Ya kalau tahu penyebabnya maka solusi mengatasinya akan lebih pas dan sesuai. Berikut ini saya rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan saat bayi sembelit:

  1. Cek ulang menu MPASInya. Ini penting, sebab sangat tidak disarankan memberikan menu tinggi serat secara berturutan atau dalam satu porsi menu berbintang komposisi seratnya terlalu banyak. Ada baiknya menu MPASI disusun sedemikian rupa sehingga tidak memicu sembelit pada bayi.
  2. Cek ulang konsumsi air putih pada bayi. Sudah cukup belum kira-kira konsumsinya. Sebagai patokan, jumlah konsumsi air putih bagi bayi yang sudah MPASI adalah sebesar 30xberat badannya (dlm kg). Contoh: apabila berat si bayi 7 kg maka konsumsi ideal air putih adalah sebesar 30×7 yaitu 210 ml. Untuk bayi ASI, cukup separuh dari hitungan tersebut karena 80% kandungan ASI berupa air. Khusus untuk bayi sufor hitungan tersebut sebaiknya diperhatikan betul. Kalau ditanya hitungan ini dari mana? Nah itu saya lupa persisnya namun dulu pernah ada artikelnya di web atau milis Mama Koki Handal.
  3. Berikan makanan yang bisa membantu mengatasi sembelit pada bayi. Di Agha, buah naga juaranya. Kalau sehari saja tidak BAB, biasanya menu buah naga jadi alternatif pilihan dan setelahnya BAB kembali lancar. Selain buah naga merah, ada pir yang juga bisa mengatasi sembelit. Bagaimana dengan pepaya? Berdasarkan pengalaman pada beberapa bayi para mama yang bergabung di birthclub, pepaya justru bisa memicu sembelit atau membuat sembelit semakin parah. Pepaya memang tinggi serat sih ya, jadi ampasnya juga banyak.
  4. Hindari pencetusnya kalau penyebabnya adalah alergi makanan. Nah kalau yang ini mamanya yang harus rajin menandai sekiranya bayi menjadi sembelit setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan. Dengan demikian jenis makanan tersebut bisa dihindari untuk tidak dikonsumsi.

Itulah beberapa hal yang terkait dengan sembelit pada bayi. Semoga bermanfaat ya :D.

Operasi Gigi Geraham Bungsu

Berawal dari sekitar 3 minggu yang lalu ketika saya merasakan sakit gigi hebat di gusi bawah sebelah kanan. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya terasa senat senut, kebetulan pas flu dan demam juga jadi sempat minum parasetamol sebagai pertolongan pertama. Tapi beberapa hari senat senutnya makin berasa. Puncaknya semalaman saya merasakan nyeri hebat di bawah geraham kanan bawah yang rasanya sungguh aduhai: dari leher sampai telinga dan kepala.

Siangnya saya ke salah satu klinik gigi dan oleh dokternya diresepkan antibiotik 500 mg plus parasetamol sebagai pereda nyeri. Sekalian tambal gigi geraham kiri yang mulai bolong. Lucunya pada saat di situ sakit di gusi kanan bawah hampir tidak berasa, jadi beliau hanya mengira nyeri gusi biasa saja. Bisa jadi dari salah satu geraham yang memang sudah tinggal akar dan direkomendasikan dicabut setelah tidak sakit gusinya. Oke baiklah. Dengan hati riang saya pulang.

Malamnya ternyata nightmare-nya kembali. Nyeri hebat datang lagi dan kali ini seperti kontraksi mau melahirkan: pakai jeda sekitar 3 menit sekali. Rasanya ingin menjedotkan kepala ke tembok tiap nyeri datang. Itu juga masih harus sambil momong dan menyusui si bayi sebulan, jadi menguatkan diri menahan nyeri yang semakin menghebat.

Hari berikutnya, saya pindah dokter gigi. Ke klinik dr Ivonny Hawari di dekat rumah. Ketemu beliau, dicek sana sini, disuruh rontgen gigi sekitar gusi yang sakit dan dokternya langsung ngomong: “Saya sih curiganya nyerinya dari geraham bungsu yang ujung ini bu. Udahan posisinya miring, dia mendesak geraham depannya, mulai goyang ini bu depannya.” Langsung ingatan saya melayang ke 2 tahun lalu saat scaling gigi dengan salah drg di RS Premier Bintaro. Saat itu beliau menyarankan saya ketemu spesialis bedah mulut untuk minta pertimbangan soal gigi geraham bungsu yang posisinya terlihat miring. Namun berhubung harus appointment agak lama dan saat itu sedang riweuh-riweuhnya di rumah karena tidak ada asisten jadi terlupa begitu saja. Oleh dr Ivon kemudian saya diberi obat pereda nyeri, antibiotik dan obat untuk bengkak gusi yang aman untuk busui dan alhamdulillah keluhan berangsur menghilang.

Teruskan bacanya…

Mengurus Akta Kelahiran Anak di Tangerang Selatan

Pada 2 kelahiran anak sebelumnya kami tidak melewati fase penting ini karena semuanya sudah termasuk fasilitas paket persalinan yang diberikan oleh pihak bidan maupun RSIA. Anak pertama yang lahir di Jogjakarta, akta lahirnya diurus oleh bidan tempat kami melahirkan, demikian pula saat Rahma walau lahir di Tangerang Selatan namun akta kelahirannya juga diurus oleh RSIA. Tahu beres aja judulnya. Namun pada kelahiran anak nomor 3 kali ini kami berkesempatan untuk menambah pengalaman mengurus akta lahirnya sendiri. Dan berikut ini sedikit berbagi pengalaman mengurus akta lahir di Tangerang Selatan.

  1. Yang pertama, tentu persyaratannya adalah Surat Keterangan Lahir anak sudah dibuat oleh klinik/bidan/RS tempat melahirkan. Pastikan isinya benar, baik identitas orangtua maupun bayi. Jangan lupa pastikan namanya sudah fixed sebelum membuat akta, hehe.
  2. Kedua, siapkan persyaratan berikut ini: Surat Keterangan Lahir dan fotokopinya, fotokopi KTP Ayah dan Ibu si anak, fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi buku nikah orangtua (full 1 buku). Selain itu siapkan saksi dan fotokopi identitasnya/KTP sebanyak 2 orang (boleh siapa saja asal tidak ada di KK, kemarin kami minta tolong tetangga depan rumah).
  3. Ketiga, minta pengantar untuk mengurus akte lahir dari pak RT dan pak RW. Kenal kan sama pak RT dan pak RW? Hehe. Datang saja ke sana dan sampaikan bahwa kita butuh pengantar untuk mengurus akta lahir anak.
  4. Keempat, ke kelurahan. Ngapain? Minta surat pengantar yang nantinya akan dibawa ke disdukcapil untuk membuat akta lahir anak. Nah fotokopi KTP saksi yang kami tuliskan tadi diminta pada saat kami mengajukan surat pengantar ke kelurahan. Karena saat itu belum bawa jadi bolak balik harus mengambil dulu. Di kelurahan biasanya tidak langsung jadi, kemarin kami butuh 2 hari. Masuk berkas hari ini, diambil hari kerja berikutnya.
  5. Kelima, setelah mendapat pengantar dari kelurahan saatnya ke disdukcapil. Disdukcapil Tangsel ada di daerah Cilenggang BSD, sebelahan sama DPPKAD Tangsel. Kalau bingung, buka saja google maps wkwk. Pada saat ke disdukcapil ini selain membawa berkas-berkas tadi, siapkan juga 2 buah meterai dan stok sabar. Haha. Ada formulir yang harus diisi di sana dan beberapa lembar. FYI, di sini isian formulir butuh tanda tangan saksi, jadi saksinya juga harus diajak. Atau, pasca mendapatkan formulir, diisi lalu kita bawa pulang dulu dimintakan tanda tangan ke para saksi kemudian balik lagi ke disdukcapil. Antriannya lumayan mengular, itulah mengapa siapkan stok sabar sebanyak-banyaknya. Saat itu hari Jumat, kami datang jam 9 pagi dan dapat nomor antrian 47. Petugasnya hanya 1 dan kepotong waktu istirahat dan sholat Jumat, baru selesai dilayani sekitar jam 2 siang. Akta tidak langsung jadi, hari itu kami mendapatkan bukti tanda terima pengajuan dan kata petugas hasilnya bisa diambil sekitar 10 hari kerja berikutnya. Kami mengambil akta lahir Agha selang 14 hari kerja pasca berkas diterima dan alhamdulillah sudah jadi. 

Nah, mudah kan ternyata. Nggak seribet yang dibayangkan. Yang penting kita mau meluangkan waktu karena nggak bisa selesai dalam satu hari. Oiya, untuk mengurus akta kelahiran ini semuanya gratis alias tidak dipungut biaya. Alhamdulillah. Setelah aktanya jadi langkah berikutnya adalah update Kartu Keluarga.

Oiya, kami mengapresiasi pelayanan disdukcapil Tangsel yang saat ini sudah semakin baik. Beberapa bulan lalu saya sempat ke sana untuk legalisasi fotokopi e-KTP, saat itu pelayanannya juga sudah mulai baik sih hanya saja tempatnya masih sempit. Sekarang sudah pindah (masih satu area kantor) namun tempatnya jauh lebih luas dan lebih bagus. Ini beberapa foto-fotonya:

Kantor Disdukcapil Tangsel (maaf ada penampakan :P)

Monitoring Pelayanan dan Nomor Antrian

Loket dan Tempat Menunggu Antrian

Drama Menyusui: Tentang Tongue Tie dan Frenotomi

Dari ketiga kali punya bayi dan menyusui, masing-masing ternyata punya cerita dan drama sendiri. Bener kok kalau banyak yang bilang: menyusui itu nggak semudah teori. Betul 1000%. Dan buat emak bekerja, tantangannya akan ditambah dengan perihal stok menyetok asip. Nah.

Setelah Agha lahir, seperti halnya kakak kakaknya saya langsung menyusuinya walau bisa dibilang kolostrum baru keluar sedikit sekali. Pedelah pokoknya. Kalau ada yang tanya: ASInya sudah keluar? Dengan segera dijawab: sudah dong :-D. Nah drama menyusui Agha ini baru dimulai setelah beberapa hari pasca pulang dari RSIA.

Awalnya, saya pikir normal kalau bayi tertidur ketika menyusu. Tapi lama-lama kok curiga: ini bocah kenapa sebentar banget ya durasi menyusunya. Setelah itu saya mengamati setiap kali menyusu dalam kondisi LDR, pasti ASI yang diminum Agha akan mbleber keluar. Mbleber ke mana mana. Bukan sekedar netes di sudut-sudut mulut seperti kakak-kakaknya dahulu. Jadi semacam mulut Agha tidak bisa menutup rapat ketika menyusu.

Teruskan bacanya…