Saat Janin Sungsang atau Melintang


Pernah dengar kata sungsang? Ya, sungsang adalah posisi janin yang berada di perut ibu belum optimal sesuai yang seharusnya. Idealnya, saat kehamilan trimester ketiga dan memasuki usia persalinan, posisi optimal janin adalah posisi dengan kepala mendekati jalan lahir dan memasuki rongga panggul ibu. Pada beberapa ibu hamil sering terjadi posisi janin berada pada sebaliknya: kaki/pantat masih berada di bawah dan kepalanya di atas, ini yang disebut sungsang. Ada juga yang posisinya melintang horisontal dengan kepala janin di bagian kanan/kiri perut ibu.⁣

Posisi Janin (sumber dari google)

Dari beberapa kali kehamilan, dua kehamilan terakhir kemarin saya lalui dengan cukup deg-degan karena posisi janin memasuki trimester ketiga belum optimal. Dua-duanya berada di posisi sungsang atau melintang. Tidak tanggung-tanggung, Agha baru mantap posisinya di minggu ke-35 kehamilan, dan Ahza lebih bikin deg-degan, minggu ke-37 lewat 3 hari baru memposisikan kepalanya berada di bawah. Alhamdulillah, beberapa minggu kemudian keduanya terlahir normal. ⁣

 

(more…)

Perpanjangan SIM di Gandaria City

Sekitar pertengahan bulan lalu mungkin, saat saya teringat SIM C sudah hampir habis masa berlakunya. Lima tahun lalu, karena tidak sempat cabut berkas di Bantul (saat itu belum bisa online perpanjangan SIM) dan masa berlaku SIM C habis, maka kemudian saya harus membuat SIM C baru di Satpas Cisauk, menyesuaikan dengan KTP saya yang area Tangerang Selatan. Tidak ingin terulang, maka kali ini saya pun merencanakan untuk melakukan perpanjangan SIM C sesegera mungkin sebelum kadaluwarsa.

Atas ide dari suami, akhirnya kami memutuskan melakukan perpanjangan SIM C di Gerai Samsat dan SIM Gandaria City. Tentu saja kami memilih weekend untuk ke sana. Berbekal informasi sekedarnya dari internet, maka Sabtu pagi tanggal 16 Maret saya datang ke sana dan berakhir dengan gagal. Haha. Ternyata loket SIM baru buka siang sampai dengan sore hari seperti yang tercantum di foto ini:

Sorenya akhirnya balik lagi ke Gancit dengan membawa pasukan untuk memperpanjang SIM sekalian jalan-jalan. Dan ternyata sesuai rencana, perpanjangan SIM lancar jaya, anak-anak juga bahagia alhamdulillah. Jadi berikut informasi tentang perpanjangan SIM di Gancit:

  1. Gerai Samsat dan SIM Gancit ada di lantai 1. Posisinya di atas mushola lantai UG, naik eskalator saja 1x nanti di ujung eskalator ada penunjuk ke arah Gerai Samsat.
  2. Bawa fotokopi KTP dan fotokopi SIM masing-masing 2 lembar beserta aslinya tentu saja. Ini penting, supaya sampai sana sudah siap kelengkapannya.
  3. Loket perpanjangan SIM buka siang sampai sore (seperti yang tertera di foto). Sabtu sampai jam 8 malam. Jadi buat yang hari kerja tidak bisa, pilihlah hari Sabtu dan sekalian sore.
  4. Karena melakukan perpanjangan SIM C, maka yang bisa saya share adalah biaya perpanjangan SIM C. Jika ditotal, kemarin saya membayar 130rb: 75rb biaya SIM, 25rb kesehatan, 30rb asuransi.
  5. Ngantri nggak? Kalau ini ya untung-untungan sih. Pintar-pintarlah memilih waktu supaya tidak antri 😂. Sekedar informasi, kemarin waktu saya ke sana pagi, untuk antrian STNK/pajak kendaraan Sabtu pagi padat luar biasa.
  6. Seorang teman berkomentar kalau antrian bisa dilakukan via online, nah saya ini baru tahu. Mungkin alternatif ini bisa dicoba.

Secara pelayanan dan tempat alhamdulillah sih tidak ada komplain. Kursi tunggu banyak, toilet juga oke. Hanya sekitar 15 menit dan SIM C baru saya sudah jadi. Begitu datang, kelengkapan dan syarat dicek, saya diminta menunggu sebentar kemudian dipanggil untuk foto. Sekitar 5 menit kemudian saya dipanggil untuk melakukan pembayaran dan menerima SIM C baru. Alhamdulillah. Jangan lupa dicek masa berlaku SIMnya ya teman-teman 😉.

Klinik Mata Mayestik

Sudah sepekan ini kakak nomor 2 mengeluhkan matanya yang terasa perih. Pingin diucek terus Bu, katanya. Awalnya kami pikir karena anak-anak rambut di dahinya sudah mulai memanjang dan jatuh ke depan ke arah mata sebagai penyebabnya. Namun setelah rajin memakai bando maupun dikuncir rambutnya keluhannya tetap sama, mulailah curiga matanya terkena iritasi.

Hari Sabtu kami berburu dokter mata yang available praktek di sekitar Bintaro, baik di poli mata RS, praktek klinik maupun praktek pribadi. Dan hasilnya: susaaaah. Semua RS rata-rata sudah fullbooked dipesan pasien dari hari-hari sebelumnya. Bahkan yang sehari ada 3 dokter mata pun semuanya full. Sampai pak suami yang bertugas menelepon geleng-geleng kepala menyerah 😂.

Sebenarnya bisa saja kami ke RS Aini yang merupakan RS khusus mata di Kuningan. Namun mempertimbangkan jarak dan jadwal saat weekend, rasanya mencari yang lebih dekat ke Bintaro adalah sebuah keharusan. Di saat-saat terakhir hampir menyerah, muncullah pilihan di laman Google: Klinik Mata Mayestik. Tanpa berlama-lama kami pun segera menelepon dan mendapatkan informasi bahwa di hari Sabtu bisa langsung datang ke sana apabila mau periksa, dokter stand by sampai jam 4 sore.

Ternyata lokasinya sangat familiar dan kami justru baru ngeh kalau di situ ada klinik mata. Haha, ke mana aja selama ini? 😂. Padahal sudah sering lewat di Jalan Bumi Kebayoran Baru. Sabtu siang kami berangkat dari Bintaro sekitar jam 2, sampai lokasi hampir jam 3. Lumayan macet di beberapa titik mungkin karena weekend.

Alur periksa di klinik mata mayestik ini bisa dilihat di bagan ini:

20181208_153846_hdr-023497385775336898916.jpeg

Pasien datang segera melakukan pendaftaran untuk mengisi formulir dan mendapatkan nomor antrian. Setelahnya pasien akan dipanggil ke ruang refraksi untuk melakukan pemeriksaan awal dan diagnosanya kira-kira apa. Setelah itu pasien baru dipersilakan masuk ke ruang dokter untuk diperiksa secara menyeluruh tentang keluhan dan penyakitnya. Selesai diperiksa pasien menyerahkan berkas pemeriksaannya ke kasir dan membayar biaya periksa. Terakhir membayar obat ke kasir obat-obatan dan menunggu obat selesai disiapkan.

Kakak nomor 2 kemarin mendapatkan nomor antrian 9 dan kebetulan langsung dipanggil. Ada beberapa dokter sih yang praktek, jadi antrian pasien terbagi. Pemeriksaan awalnya cukup cepat, susternya cukup baik memperlakukan pasien anak sehingga anak juga nyaman dan kooperatif. Dokter yang kami dapatkan sudah cukup senior. Beliau cukup telaten memeriksa kondisi mata pasien sesuai dengan keluhannya. Khusus untuk keluhan kakak, ternyata hanya disebabkan oleh iritasi ringan, bisa karena debu atau sebab lain. Di tahap ini mungkin hanya sekitar 10 atau 15 menit pemeriksaan sudah selesai. Setelahnya kasir juga cukup cepat, hanya sekitar 20 menit kami sudah selesai menerima obatnya. Kakak mendapatkan 2 macam obat tetes yang harus diberikan 3 kali sehari sampai keluhan menghilang. Total yang harus dibayar sekitar 390 ribu, 275 ribu untuk biaya dokter dan sekitar 115 ribu untuk obatnya.

Selain untuk penyakit mata yang ringan, ternyata di klinik mata mayestik juga melayani operasi untuk penyakit-penyakit mata tertentu. Jadi bisa dibilang cukup lengkap fasilitasnya meski kliniknya tidak besar. Memang saat pasiennya banyak, ruang tunggunya jadi terasa penuh. Namun di bagian luar juga disediakan kursi-kursi untuk menunggu.

Secara keseluruhan sih menurut kami klinik mata ini cukup recommended. Prosedurnya tidak ribet, pelayanan cukup baik, jarak terjangkau, dan dalam kondisi urgent asal masih dalam rentang jam layanan, bisa dijadikan tempat tujuan. Bagi pasien yang akan sholat, disediakan juga mushola walaupun terbatas. Toiletnya juga cukup nyaman. Oh iya satu lagi, setiap hari Ahad klinik ini juga tetap buka meski setengah hari. Ini merupakan salah satu keunggulan yang ada karena biasanya di hari Ahad kita susah mencari dokter spesialis yang praktek.

20181208_160335_hdr-011760656810639650781.jpeg