Pasien Asuransi, Dinomorduakan?

11/10/2010 § 4 Comments

Sabtu dinihari, saya membawa Khonsa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu RS di kawasan Jakarta Timur. Sejak setengah 2 pagi Khonsa berkali-kali muntah, apalagi setiap habis diisi entah air atau ASI atau makanan lain.  Hingga kira-kira jam setengah 4, terhitung 6 kali Khonsa muntah hingga muntahannya hanya berupa cairan berwarna kuning pertanda lambungnya sudah kosong. Kami pun memutuskan untuk mengunjungi dokter saat itu juga, khawatir ada sesuatu karena Khonsa juga mulai terlihat lemas walaupun masih mau bermain.

Kira-kira setengah 4 lewat 10 menit kami sampai kesana. Membangunkan pak satpam yang masih terkantuk-kantuk, perawat yang sedang berjaga, dan tentu saja, dokter jaganya yang juga masih tertidur lelap. Seperti biasa, kami menggunakan fasilitas dari salah satu asuransi kesehatan syariah yang kami ikuti. Berhubung menggunakan asuransi maka proses registrasinya sedikit berbeda, banyak lembar-lembar yang harus diisi, sementara Khonsa terlihat lemas dan terkantuk-kantuk di gendongan saya.

Okelah, si Ayah mengambil alih proses pendaftaran sementara saya menunggu dipanggil ke ruang periksa.  Si mas yang piket di meja registrasi mengatakan untuk menunggu sejenak karena prosedur pasien asuransi dengan pasien biasa berbeda. Baiklah, saya mencoba bersabar menunggu. 10 menit, 20 menit, 25 menit, mmm….kok lama ya? Tidak dipanggil-panggil juga. Setengah jam berlalu, saya masih menyaksikan si mas tersebut mondar-mandir dari meja pendaftaran ke ruangan registrasi asuransi. Beberapa kali mencetak sesuatu dari printer, bolak-balik membawa berkas, dan entah apa yang dilakukannya. Saya mulai tidak betah, setengah jam terlewati tanpa panggilan juga. Padahal, saat itu tidak ada pasien IGD lainnya sama sekali. Errrr……Mulai bertanduk rasanya,😦. Keterlaluan, menurut kami itu sudah terlalu lama.

Agak de javu sebenarnya, beberapa bulan lalu saat saya sempat membawa Khonsa periksa di tempat yang sama dan menggunakan asuransi, memang kami agak lama dilayani. Hampir serupa, katanya berkas-berkasnya banyak yang harus ditandatangani, dan sebagainya dan sebagainya. Saat itu sih saya maklum karena kondisinya juga pas siang hari dimana ada banyak antrian pasien IGD juga. Jadi harus bersabar sesuai antrian kecuali pasien yang benar-benar darurat.  Tapi jam setengah 4 pagi seperti itu? Bukankah sepi pasien ya? Lagipula yang saya bawa ini kan pasien darurat, secara kondisinya benar-benar lemas, kalau kata orang Jawa ‘nglentruk’.

Baru saat jam beranjak mendekati setengah 5, akhirnya nama Khonsa dipanggil. Diperiksa oleh dokter jaga dan seorang mas perawat (yang untungnya ramah dan cekatan, setidaknya mengurangi tanduk yang berasa mulai muncul huehehe). Selesai periksa sekitar 10 menit diberikan resep untuk ditebus di bagian farmasi, fyuuuuh. Akhirnya. Setelah sempat ngampet marah-marah, akhirnya saya mencoba positive thinking atas kejadian hari itu. Walaupun dalam hati masih terbersit tanya, apa karena kami memakai asuransi lantas diperlama dan dinomorduakan? Bukannya seraya si Ayah mengisi form, Khonsa bisa langsung diperiksa dulu? [Ingin rasanya teriak, maaf Mas, kalau kami mau bayar tunai insya Alloh juga bisa, grrrrhhhh, istighfar…]

Gambar dari google.

Tagged: ,

§ 4 Responses to Pasien Asuransi, Dinomorduakan?

  • bundamahes says:

    1. Kalo RS pemerintah, hal itu “wajar”
    2. Kalo RS swasta dan mahal, “kebangetan”
    trus gimana keadaan Khonsa sekarang???

    *itulah mengapa sampai saat ini saya ga tertarik ikut asuransi dan ga pernah menggunakan ASKES

  • 3kafel says:

    Gimana keadaan khonsa sekarang mba…
    idem sama bunda mahes, saya dan suami bersepakat untuk tidak menggunakan ASKES ataupun asuransi-asuransi lainnya…
    ribet semuanya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pasien Asuransi, Dinomorduakan? at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: