How Lucky We Are, Alhamdulillah :)

20/08/2010 § 4 Comments

Khonsa Saat 6 Bulan

Begitu banyak hal yang saya syukuri dari seorang Khonsa.

Yepp. Hari ini saya kembali bersyukur memiliki si gendhuk. Siang ini, seorang teman menyapa saya, lalu mengajak mengobrol. Bercerita banyak, ngobrol ngalor ngidul soal anak-anak kami. Kebetulan anaknya hampir seumuran dengan Khonsa, selisih sekitar 3-4 bulan. Kali ini saya lebih banyak mendengarkan ceritanya, dan sesekali memberikan pendapat jika ia meminta.

Harga sufor yang begitu mahal dan si kecilnya yang ternyata begitu picky eatermain theme diskusi kami kali ini,😉. Sebagai seorang penganut paham ASIholic sejati (alhamdulillah ya Alloh), tentu saya tidak bisa berkomentar apapun soal problem pertama. Hanya saya katakan, setelah anaknya setahun, bagaimana jika beralih ke susu UHT saja? Secara budget jauh lebih ringan dari harga sufor, dan dari segi gizi/nutrisi juga tidak kalah, bahkan Insya Alloh jauh lebih baik.  Artikel soal susu UHT vs sufor bisa Anda cek di SINI.

Mengenai anak picky eater, secara pribadi juga saya tak berpengalaman. Khonsa hampir selalu menerima makanan yang kami buatkan dengan penuh cinta itu. Yah, walaupun sekali dua kali dia pernah GTM dan mogok makan, namun hal itu tidak berlangsung lama. Begitu divariasikan lauk atau sayurnya biasanya Khonsa akan lahap kembali, kecuali jika sedang ada gangguan pada mulutnya, misal saat tumbuh gigi atau sariawan. Sedangkan anak teman saya itu, agak susah makan. Hanya mau sedikit-sedikit, atau terkadang pilih-pilih menu. Lebih suka minum susu berbotol-botol daripada menelan makanan.

“Apanya yang salah ya Rin?” , tanyanya. Waduh, jujur saya tidak tahu. Dari sekedar membaca artikel-artikel, bisa jadi tumbuhnya anak menjadi picky eater dikarenakan pola asuh yang salah dari orangtua/pengasuhnya juga. Pada saat perkenalan dengan makanan padat misalnya, jika anak pertama menolak lalu tidak dicoba lagi, hal itu bisa menyebabkan si anak tumbuh menjadi seorang picky eater. Saya mencoba menanggapi teman saya dengan bijak, memberinya alternatif menu untuk anak-anak usia (hampir) setahun, dan menyemangatinya untuk mencoba terus.

Ah, saya langsung teringat si gendhuk.

Betapa beruntungnya kami memiliki anak yang ‘mudah’. Hampir tak pernah menangis atau rewel. Mudah dimengerti, mudah mengerti. Pola makan dan tidurnya teratur, perkembangannya juga alhamdulilah selalu sesuai dengan tumbuh kembang bayi pada umumnya. Dan satu lagi, Alloh memudahkan saya untuk memberikan ASI, yang terbaik…


Alhamdulillah ya Alloh.
Kartini, 20082010.
Jelangpulangmenungguhujanreda.

Foto : Khonsa saat berusia 6 bulan

Tagged:

§ 4 Responses to How Lucky We Are, Alhamdulillah :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading How Lucky We Are, Alhamdulillah :) at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: