Operasi Gigi Geraham Bungsu

Berawal dari sekitar 3 minggu yang lalu ketika saya merasakan sakit gigi hebat di gusi bawah sebelah kanan. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya terasa senat senut, kebetulan pas flu dan demam juga jadi sempat minum parasetamol sebagai pertolongan pertama. Tapi beberapa hari senat senutnya makin berasa. Puncaknya semalaman saya merasakan nyeri hebat di bawah geraham kanan bawah yang rasanya sungguh aduhai: dari leher sampai telinga dan kepala.

Siangnya saya ke salah satu klinik gigi dan oleh dokternya diresepkan antibiotik 500 mg plus parasetamol sebagai pereda nyeri. Sekalian tambal gigi geraham kiri yang mulai bolong. Lucunya pada saat di situ sakit di gusi kanan bawah hampir tidak berasa, jadi beliau hanya mengira nyeri gusi biasa saja. Bisa jadi dari salah satu geraham yang memang sudah tinggal akar dan direkomendasikan dicabut setelah tidak sakit gusinya. Oke baiklah. Dengan hati riang saya pulang.

Malamnya ternyata nightmare-nya kembali. Nyeri hebat datang lagi dan kali ini seperti kontraksi mau melahirkan: pakai jeda sekitar 3 menit sekali. Rasanya ingin menjedotkan kepala ke tembok tiap nyeri datang. Itu juga masih harus sambil momong dan menyusui si bayi sebulan, jadi menguatkan diri menahan nyeri yang semakin menghebat.

Hari berikutnya, saya pindah dokter gigi. Ke klinik dr Ivonny Hawari di dekat rumah. Ketemu beliau, dicek sana sini, disuruh rontgen gigi sekitar gusi yang sakit dan dokternya langsung ngomong: “Saya sih curiganya nyerinya dari geraham bungsu yang ujung ini bu. Udahan posisinya miring, dia mendesak geraham depannya, mulai goyang ini bu depannya.” Langsung ingatan saya melayang ke 2 tahun lalu saat scaling gigi dengan salah drg di RS Premier Bintaro. Saat itu beliau menyarankan saya ketemu spesialis bedah mulut untuk minta pertimbangan soal gigi geraham bungsu yang posisinya terlihat miring. Namun berhubung harus appointment agak lama dan saat itu sedang riweuh-riweuhnya di rumah karena tidak ada asisten jadi terlupa begitu saja. Oleh dr Ivon kemudian saya diberi obat pereda nyeri, antibiotik dan obat untuk bengkak gusi yang aman untuk busui dan alhamdulillah keluhan berangsur menghilang.

Teruskan bacanya…