Klinik Mata Mayestik

Sudah sepekan ini kakak nomor 2 mengeluhkan matanya yang terasa perih. Pingin diucek terus Bu, katanya. Awalnya kami pikir karena anak-anak rambut di dahinya sudah mulai memanjang dan jatuh ke depan ke arah mata sebagai penyebabnya. Namun setelah rajin memakai bando maupun dikuncir rambutnya keluhannya tetap sama, mulailah curiga matanya terkena iritasi.

Hari Sabtu kami berburu dokter mata yang available praktek di sekitar Bintaro, baik di poli mata RS, praktek klinik maupun praktek pribadi. Dan hasilnya: susaaaah. Semua RS rata-rata sudah fullbooked dipesan pasien dari hari-hari sebelumnya. Bahkan yang sehari ada 3 dokter mata pun semuanya full. Sampai pak suami yang bertugas menelepon geleng-geleng kepala menyerah 😂.

Sebenarnya bisa saja kami ke RS Aini yang merupakan RS khusus mata di Kuningan. Namun mempertimbangkan jarak dan jadwal saat weekend, rasanya mencari yang lebih dekat ke Bintaro adalah sebuah keharusan. Di saat-saat terakhir hampir menyerah, muncullah pilihan di laman Google: Klinik Mata Mayestik. Tanpa berlama-lama kami pun segera menelepon dan mendapatkan informasi bahwa di hari Sabtu bisa langsung datang ke sana apabila mau periksa, dokter stand by sampai jam 4 sore.

Ternyata lokasinya sangat familiar dan kami justru baru ngeh kalau di situ ada klinik mata. Haha, ke mana aja selama ini? 😂. Padahal sudah sering lewat di Jalan Bumi Kebayoran Baru. Sabtu siang kami berangkat dari Bintaro sekitar jam 2, sampai lokasi hampir jam 3. Lumayan macet di beberapa titik mungkin karena weekend.

Alur periksa di klinik mata mayestik ini bisa dilihat di bagan ini:

Pasien datang segera melakukan pendaftaran untuk mengisi formulir dan mendapatkan nomor antrian. Setelahnya pasien akan dipanggil ke ruang refraksi untuk melakukan pemeriksaan awal dan diagnosanya kira-kira apa. Setelah itu pasien baru dipersilakan masuk ke ruang dokter untuk diperiksa secara menyeluruh tentang keluhan dan penyakitnya. Selesai diperiksa pasien menyerahkan berkas pemeriksaannya ke kasir dan membayar biaya periksa. Terakhir membayar obat ke kasir obat-obatan dan menunggu obat selesai disiapkan.

Kakak nomor 2 kemarin mendapatkan nomor antrian 9 dan kebetulan langsung dipanggil. Ada beberapa dokter sih yang praktek, jadi antrian pasien terbagi. Pemeriksaan awalnya cukup cepat, susternya cukup baik memperlakukan pasien anak sehingga anak juga nyaman dan kooperatif. Dokter yang kami dapatkan sudah cukup senior. Beliau cukup telaten memeriksa kondisi mata pasien sesuai dengan keluhannya. Khusus untuk keluhan kakak, ternyata hanya disebabkan oleh iritasi ringan, bisa karena debu atau sebab lain. Di tahap ini mungkin hanya sekitar 10 atau 15 menit pemeriksaan sudah selesai. Setelahnya kasir juga cukup cepat, hanya sekitar 20 menit kami sudah selesai menerima obatnya. Kakak mendapatkan 2 macam obat tetes yang harus diberikan 3 kali sehari sampai keluhan menghilang. Total yang harus dibayar sekitar 390 ribu, 275 ribu untuk biaya dokter dan sekitar 115 ribu untuk obatnya.

Selain untuk penyakit mata yang ringan, ternyata di klinik mata mayestik juga melayani operasi untuk penyakit-penyakit mata tertentu. Jadi bisa dibilang cukup lengkap fasilitasnya meski kliniknya tidak besar. Memang saat pasiennya banyak, ruang tunggunya jadi terasa penuh. Namun di bagian luar juga disediakan kursi-kursi untuk menunggu.

Secara keseluruhan sih menurut kami klinik mata ini cukup recommended. Prosedurnya tidak ribet, pelayanan cukup baik, jarak terjangkau, dan dalam kondisi urgent asal masih dalam rentang jam layanan, bisa dijadikan tempat tujuan. Bagi pasien yang akan sholat, disediakan juga mushola walaupun terbatas. Toiletnya juga cukup nyaman. Oh iya satu lagi, setiap hari Ahad klinik ini juga tetap buka meski setengah hari. Ini merupakan salah satu keunggulan yang ada karena biasanya di hari Ahad kita susah mencari dokter spesialis yang praktek.