Berkunjung ke Fauna Land Ancol

Salah satu aktivitas keluarga kami sekitar 2 weekend yang lalu adalah jalan-jalan ke Fauna Land. Baru denger Fauna Land? Sama, haha 😀. Kami juga belum lama kok tahu Fauna Land, jadi ceritanya mencoba destinasi wisata baru di seputatan Jakarta. Fauna Land terletak di kompleks wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Kalau melihat map, dari Bintaro sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh. Namun karena rute yang disarankan adalah melalui tol dan agak memutar, maka jarak tempuhnya menjadi lebih jauh sehingga waktu tempuh juga menjadi lebih lama, kurang lebih 1 jam via tol Ulujami Kembangan dst.

Fauna Land sendiri ternyata letaknya satu kompleks dengan Ancol Ecopark. Entah saya yang kurang aware atau memang kurang, sejak masuk kawasan Ancol rasanya penanda Fauna Land tidak terlalu kelihatan. Untunglah ada aplikasi waze yang menjadi penolong sehingga kami tidak bingung mencari posisi tepat Fauna Land. Langsung masuk kawasan Ecopark Ancol, maka baru deh kelihatan ada billboard yang cukup besar: Fauna Land. Parkirnya langsung di depan gedung masuk Ecopark dan tampaknya kalau kesiangan bakalan penuh.

Harga tiket masuk Fauna Land untuk weekend adalah 70rb/orang. Untuk tambahan, ada safari riverside alias naik perahu berkeliling kompleks Fauna Land dengan tiket seharga 30rb/orang. Apabila tiket yang dibeli adalah terusan alias sekalian untuk naik perahu, maka harga tiket safari riversidenya diskon menjadi 20rb/orang sehingga harga tiket terusan per orang adalah 90rb. Harga tiket tersebut termasuk fasilitas nonton bird show yang dalam satu hari ada 2 sesi yaitu pukul 11.00 dan pukul 16.00.

Konsep Fauna Land sendiri adalah lebih ke Indonesia Timur. Ada bagian daratan dan perairan. Bagian perairan mengelilingi daratannya dan asyik banget kalau kesempatan safari riverside-nya kita ambil. Naik perahu sambil merasakan suasana ala-ala di pedalaman. Kalau baca-baca di internet, konsepnya ternyata memang mengusung ke-khas-an tanah Papua. Dan memang betul, ada ukiran-ukiran khas Papua, rumah adat Papua, model alam dan perairannya pun didesain seperti berada di Papua.

Lalu, koleksi binatangnya seperti apa? Nah, ini menarik. Sebab tak terlalu banyak sebenarnya koleksi binatangnya jika dibandingkan dengan kebun binatang lain misalnya Ragunan atau Gembiraloka. Hanya saja meskipun limited koleksi binatang yang ada di Fauna Land ini cukup unik. Berikut ini beberapa koleksi binatang yang bisa disaksikan di Fauna Land:

  1. Kelinci
  2. Kuda Poni
  3. Macan tutul
  4. Berbagai burung dari mulai kasuari, pelikan, kakatua, nuri, julang emas, burung hantu, elang jawa, elang bondol, dll
  5. Kura-kura raksasa
  6. Singa Putih
  7. Tapir
  8. Landak Jawa
  9. Kanguru
  10. Keledai Mini
  11. Koleksi primata (monyet dkk)
  12. Ular sanca dll

Beberapa jenis binatang yang jinak boleh dipegang oleh pengunjung. Di bagian kelinci kita boleh mengelus-elus para kelinci yang semuanya lucu-lucu. Kura-kura raksasa pun demikian. Kita juga bisa memberi makan beberapa binatang dengan membeli makanannya, misal di bagian kelinci atau singa putih. Tenang saja, ada kakak-kakak petugas yang siaga mendampingi dan memastikan kegiatan tersebut aman dilakukan.

Bagian burung-burung adalah favoritnya anak-anak. Bird shownya keren, dikemas dengan menarik dan interaktif plus edukatif. Buat seusia kakak no 1 pengetahuan tentang burung-burung ini sangat menarik. Kakak no 1 pun sempat berani mencoba menjadi volunteer untuk berinteraksi dengan elang bondol. Pasca nonton bird show kami berkeliling di kawasan burung dan ternyata boleh banget berfoto dengan beberapa koleksi burung yang cantik-cantik tersebut.

Lelah berkeliling? Jangan khawatir, ada banyak tempat duduk yang disediakan. Fasilitas asyik lainnya yang ada di Fauna Land adalah kids corner, di mana pengelola menyediakan spot khusus beralaskan karpet rumput sintetis yang dilengkapi dengan meja lipat, kertas gambar, pensil warna dan beberapa set lego-legoan yang boleh digunakan pengunjung kecil alias anak-anak secara gratis. Bila lapar atau haus, pengunjung juga bisa membeli makanan kecil dan minuman di beberapa kios yang disediakan oleh pengelola. Kalau kami tadi lebih memilih membawa bekal dari rumah sehingga sewaktu-waktu lapar tinggal buka bekal saja. Toiletnya juga cukup bagus dan bersih sehingga nyaman dipakai. Kalau untuk mushola, adanya di gedung depan yaitu di Eco Convention Hall alias di luar arena Fauna Land.

Overall, Fauna Land ini sangat recommended untuk dikunjungi sebagai alternatif mengenalkan binatang ke anak-anak. Tempatnya cukup bersih. Tidak terlalu luas sehingga tak melelahkan untuk dikelilingi. Koleksi binatangnya juga unik. Aktivitas yang ditawarkan juga cukup menarik. Jika ditanya kekurangannya apa maka saya akan menjawab: lokasinya jauh! Haha :D.

P.S foto2 menyusul ya.

Advertisements

Family Trip : Rumah Air, Bogor Nirwana Residence

Hari ini saya mendapatkan undangan perpisahan dari salah satu atasan di kantor yang akan mengakhiri masa kerjanya (pensiun_red) terhitung April 2011. Karena acara diselenggarakan di luar kantor dan memakai konsep acara keluarga, maka tentu saja saya menghadiri acara tersebut fullteam, lengkap dengan si ayah dan Khonsa. Acara ini diselenggarakan di salah satu restoran di Bogor, Rumah Air. Ini tentu saja kali pertama kami mengunjungi Rumah Air. Awal menerima undangan ini, yang terbayang adalah sebuah restoran yang dikelilingi perairan/danau dengan banyak arena bermain air untuk anak-anak dan keluarga. Berbekal denah yang saya terima via email dan lanjut telepon kakak ipar yang memang berdomisili di Bogor, berangkatlah kami bertiga dari Jurangmangu sekitar jam 9 pagi.

Perjalanan dimulai dari Tol Pondok Aren menuju Tol Jagorawi. Agak memutar memang, tapi setelah dihitung-hitung waktunya, menuju Rumah Air yang berlokasi di Bogor kota via Parung atau BSD akan menghabiskan lebih banyak waktu daripada via tol. Lewat tol, kami exit di Tol Bogor, melewati Sukasari, Jl. Batu Tulis, Jl. Pahlawan kemudian langsung masuk ke Bogor Nirwana Residence (BNR) dimana Rumah Air berada.  Kenyataannya, ke Bogor saat weekend selalu menyisakan sedikit ‘kejengkelan’ karena ternyata di beberapa titik tol juga mengalami kemacetan.

Sampai di kompleks BNR (ternyata mewah euy kompleksnya :D), kami agak kebingungan awalnya mencari-cari di mana tepatnya letak  Rumah Air tersebut. Setelah telepon beberapa kawan yang sudah datang duluan sambil lirik sana-sini, akhirnya kami menemukannya. Letak Rumah Air ternyata jauh berada di dalam kompleks. Tahu The Jungle? Berhubung kami belum pernah ke The Jungle, maka trip tadi sekalian jadi pelajaran singkat rute menuju The Jungle karena ternyata Rumah Air ini letaknya berdekatan dengan The Jungle.

Jadi, ada apa di sana? Hmmm, secara singkat Rumah Air memang menawarkan wisata alam dengan konsep yang menurut saya keluarga banget.  Ada pemancingan, ada permainan air seperti bebek-bebekan dan balon besar (namanya apa ya? yang kita berada di dalam balon besar mengapung di air), lalu ada permainan anak seperti becak mini, skuter bermotor (apa yah namanya, kayak yang dinaiki si Poo Teletubbies tetapi ada mesinnya :D), dll. Tetapi yang paling menarik buat saya sih, view alias pemandangannya.  Menyejukkan sekali.

Langsung bisa liat gunung, sayang tadi mendung 😛

Teruskan bacanya…

Jakarta Car Free Day, 30th May 2010

Hari terakhir long weekend kemarin, Ayah mengajak Khonsa ke Jakarta Car Free Day. Sebenarnya sudah beberapa kali lewat Jl. Sudirman- Thamrin pas car free day, tetapi belum pernah mampir. Akhirnya kemarin sekalian memenuhi janji ketemuan dengan sepupu Khonsa dari Bogor yang sedang ikut aksi pendidikan dalam rangka launching School Social Responsibility oleh Dompet Dhuafa Republika, mampirlah kami menyambangi event Car Free Day di akhir Mei. Ini sebagian foto-fotonya :

Di Thamrin, lengang sekali. Ternyata jalannya luas banget yaks? :D. Kalau hari biasa, peeenuuuuuuh.

Teruskan bacanya…