Drama Menyusui: Tentang Tongue Tie dan Frenotomi

Dari ketiga kali punya bayi dan menyusui, masing-masing ternyata punya cerita dan drama sendiri. Bener kok kalau banyak yang bilang: menyusui itu nggak semudah teori. Betul 1000%. Dan buat emak bekerja, tantangannya akan ditambah dengan perihal stok menyetok asip. Nah.

Setelah Agha lahir, seperti halnya kakak kakaknya saya langsung menyusuinya walau bisa dibilang kolostrum baru keluar sedikit sekali. Pedelah pokoknya. Kalau ada yang tanya: ASInya sudah keluar? Dengan segera dijawab: sudah dong :-D. Nah drama menyusui Agha ini baru dimulai setelah beberapa hari pasca pulang dari RSIA.

Awalnya, saya pikir normal kalau bayi tertidur ketika menyusu. Tapi lama-lama kok curiga: ini bocah kenapa sebentar banget ya durasi menyusunya. Setelah itu saya mengamati setiap kali menyusu dalam kondisi LDR, pasti ASI yang diminum Agha akan mbleber keluar. Mbleber ke mana mana. Bukan sekedar netes di sudut-sudut mulut seperti kakak-kakaknya dahulu. Jadi semacam mulut Agha tidak bisa menutup rapat ketika menyusu.

Teruskan bacanya…

Advertisements

Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 2)

Meneruskan tulisan pertama saya tentang ASI Eksklusif bagi para ibu bekerja di SINI. Berikut adalah sedikit catatan lanjutan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan para working mom yang ingin menyukseskan program ASI Ekslusif :

  1. Belajar sedini mungkin soal memerah ASI, temukan cara paling nyaman dalam memerah ASI.
    Berdasarkan pengalaman, memerah ASI merupakan hal yang gampang-gampang susah. Saya termasuk golongan ibu yang harus lebih banyak berjuang dalam melakukan aktivitas ini. Meskipun 2 minggu setelah melahirkan saya sudah mulai mempraktekkan memerah ASI, ternyata hasilnya masih sangat tidak maksimal. Jadi saya sarankan, sedini mungkin setelah melahirkan ibu langsung belajar memerah ASI. Semakin cepat semakin bagus, karena memerah ASI butuh ketelatenan dan kesabaran. Jika di awal hasilnya masih jauh dari perkiraan, jangan lekas menyerah. Teruskan bacanya…

Khonsa 13 Bulan

Alhamdulillah, hari ini Khonsa ulang bulan ke-13. Makin hari, selalu ada hal-hal baru yang menakjubkan. Saat pulang kantor adalah waktunya ‘terkejut’ dengan apa saja hal-hal baru yang dilakukannya sehari itu. Berikut ini sedikit catatan mengenai perkembangan Khonsa di bulan ke-13 :

  • Sudah pintar minum menggunakan sedotan.
    Sebenarnya sudah sejak lama berusaha mengenalkan sedotan pada Khonsa. Hanya saja, selama ini sedotan yang kami sodorkan lebih sering digigit-gigit aja, dianggap mainan kali yah? :D. Sekitar 1 pekan lalu, si mbak berteriak girang ketika saya menelepon ke rumah. ‘Bu, adek dah pinter mimik pake sedotan’, kata si mbak. Alhamdulillah.¬† Sejak hari itu, resmilah Khonsa menggunakan media sedotan sebagai perantara minum. Bye bye dot (tapi sesekali masih ngedot ketika siang hari, minum susu menjelang tidur siang).
  • Sudah lebih berani melangkah.
    Alhamdulillah. Pertengahan April, kami ke Pasar Gembrong di Prumpung, Jatinegara. Niatnya sih, beli mainan laptop2an buat Khonsa, hihi. Tapi sampai di sana, kami memutuskan untuk membeli buggy walker buat Khonsa. Buggy walker adalah semacam alat bantu jalan (untuk didorong2) yang bisa berfungsi sebagai mobil2an juga. Hehe. Buat yang penasaran, penampakannya seperti ini (harusnya sih Khonsa jalan di antara dua palang tesebut) :
    Lumayan, sepekan setelah memakai ini, Khonsa sudah mau ditetah dengan tangan. Sepekan kemudian berani berdiri sendiri tanpa berpegangan, dan sekarang mulai melangkah 3-5 langkah, :D. Mudah-mudahan cepat berlariii…
  • Teruskan bacanya…