Membuat Kremes yang Kriuk, Renyah dan Bersarang

Siapa sih yang ngga suka kremes? Pelengkap lauk nan kriuk kriuk ini kayaknya jadi favorit baik anak-anak maupun orang tua. Tak terkecuali di keluarga kami. Semua doyan :D. Menu dengan pelengkap kremes pun bervariasi, mulai dari ayam kremes, tahu kremes, tempe kremes, lele kremes dan seterusnya.

image

Nah, weekend kemarin untuk pertama kalinya saya mencoba mengeksekusi resep kremes yang saat ini sedang heitz banget di sebuah grup masak yang saya ikuti (sebut saja kelompok masak Shalahudin). Penasaran dengan kesuksesan teman-teman yang mencobanya, akhirnya dengan bahan seadanya saya mencoba membuat kremes ini. Resep yang dipakai merupakan resep asli kremes oleh bundanisa, berikut ini resepnya:

Bahan-bahan:
– tepung tapioka 6 sdm munjung (penuh)
– tepung beras 2 sdm munjung (penuh)
– kuning telur 1 butir
– air es 1 liter
– santan instan kecil 1 pack ( saya kemarin memakai yang sachet 65ml)

Bumbu:
– lada putih bubuk
– bawang putih pupuk
– ketumbar bubuk
– kunyit bubuk (kemarin karena ngga ada saya ngga pakai ini)
– garam
Kalau ditanya takaran bumbunya seberapa, maka saya akan bilang sesukanya aja hehe. Sesuai selera. Pakai jurus icip-icip dan feeling aja.

Cara membuat:
– Campurkan bahan dan bumbu menjadi satu. Adonan yang dihasilkan bisa dibilang encer. Agak-agak mirip adonan rempeyek.
-Siapkan wajan anti lengket, panaskan minyak goreng, yang banyak #eh.
– Setelah minyak panas, tuangkan adonan per satu sendok sayur dalam posisi tegak lurus agak jauh dari wajan. Kemarin awal-awal saya rada gagal sih, wkwk. Sebab pas nuang rada bergetar jadi agak geser posisi sendoknya. Tapi setelah gorengan ke 3 dan seterusnya alhamdulillah lancar.
– Goreng sampai kecoklatan merata. Kalau di resepnya disarankan saat udah mau matang dilipat sehingga memudahkan saat diambil. Tapi kalau saya kemarin enggak, soalnya pede banget tujuannya buat nyetock kremes dan akan dimasukkan toples jadi pada akhirnya akan diremuk juga. Haha.

Hasilnya ternyata beneran kriuk, bersarang dan renyah banget. Nah, setelah nyoba kemarin menurut saya tantangan bikin kremes ini adalah pada tahap menggorengnya hehe. Kudu sabar karena satu demi satu sendok sayur. Jangan lupa hati-hati pada saat menuang adonan ke minyak panas. Kalau ngga tenang, bisa nyiprat ke mana-mana.

image

Oiya resep di atas adalah resep tanpa ayam ya. Kalau pas bareng masak ayam dan ada sisa bumbu ungkep ayam, bisa dicampurkan di adonan supaya rasa kremesnya lebih sedap dan gurih.

Trus apa kata anak-anak? Cuma satu kata: enaaak.  Dan itu sudah cukup membuat emaknya ini senyum-senyum.

DSA di Sekitar Bintaro

Ahay, ya namanya blog emak, yang diomongin pasti nggak jauh-jauh juga dari urusan anak-anak. Kali ini pengen menuliskan pengalaman ‘berkunjung’ di beberapa dokter spesialis anak (dsa) di sekitar Bintaro.

  1. Dokter Rachmat Sentika. Adalah DSA pertama yang kami kunjungi sejak pindahan ke Jurangmangu akhir 2010 yang lalu. Suatu kali Khonsa mengeluh selalu ingin muntah, semacam ingin howek-howek namun tidak keluar apapun juga. Saat itu kami mencari info DSA yang available saat wiken di sekitar Bintaro. Alkisah ketemulah dengan dr Rachmat Sentika ini di klinik Permata Bintaro. Untuk keluhan Khonsa, beliau saat itu hanya menyarankan minum madu yang dilarutkan dalam air hangat.
    Beberapa pekan lalu ketemu lagi dengan beliau, hanya saja kali ini Rahma yang kebetulan sedang kurang sehat terkena flu singapore. Bedanya, kami sowan langsung ke rumah beliau di Mandar setelah sebelumnya konfirmasi lewat whatsapp :D.  Buat kami alhamdulillah dr Rachmat cukup komunikatif, biasanya meresepkan obat seperlunya saja. Yang terpenting, bisa janjian dulu lewat whatsapp jadi lebih mudah. Oiya, FYI beliau praktek di RS Premier Bintaro juga.
  2. Dokter Aditya Suryansyah. Dokter Adit adalah dsa yang menangani Rahma saat lahir di RSIA Buah Hati, Ciputat. Beliau yang observasi Rahma newborn s/d 3 hari ketika kami sudah diperbolehkan pulang dari RS. Selain itu biasanya kalau vaksinasi di Buah Hati juga dengan beliau. Rupanya beliau ini salah satu dsa favorit di sana, hihi. Antriannya selalu panjaaaaang dan biasanya dibatasi kalau sudah sekian puluh pasien.
    Dr adit cukup ramah, aware banget soal perkembangan motorik bayi. Setiap kali kunjungan rutin saat vaksin, biasanya beliau akan mengecek perkembangan Rahma sampai mana.  Sesuai atau tidak dengan yang seharusnya. Beliau juga biasanya memberi selembar kertas yang berisi semacam resume perkembangan motorik bayi berdasar usianya. Suatu kali Rahma pernah diare dan periksa dengan dr Adit, beliau tak buru-buru memberi obat ini itu. Harus cek feses dulu supaya tahu sebabnya apa, baru diberi rekomendasi treatment apa yang tepat. Teruskan bacanya…

Gerai Samsat Bintaro, Tangerang Selatan

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang membayar pajak kendaraan di postingan yang INI.

Nah, kali ini sedikit berbeda. Perihalnya sih masih sama, soal bayar-membayar pajak kendaraan bermotor. Hanya saja di postingan ini lokasi pembayarannya bukan di kantor Samsat Ciputat, melainkan di gerai Samsat Bintaro.

Awal tahu gerai samsat ini agak unik sebenarnya. Sekitar bulan Februari kemarin, tiba saatnya untuk menunaikan kewajiban membayar pajak tahunan kendaraan bermotor.  Si Ayah yang hendak membayar pajak kendaraan sedang memfotokopi beberapa berkas yang diperlukan. Informasi keberadaan gerai samsat Bintaro ini justru didapatkan dari mas-mas fotokopian. Menurutnya, di ruko-ruko seberang Bintaro Plaza ada gerai samsat Tangerang Selatan.  Karena jaraknya relatif sangat dekat dibandingkan jika harus ke Ciputat, meluncurlah si Ayah ke gerai tersebut, sesuai informasi yang diberikan tukang fotokopi.

Benar saja, rupanya di situ memang ada gerai Samsat Tangerang Selatan. Relatif sepi dan tak ada antrean karena mungkin belum banyak warga sekitar Bintaro yang tahu. Pelayanannya pun oke, sangat memuaskan. Cuma 5 menit saja. Beres. Sayangnya karena gerai, hanya melayani pembayaran pajak tahunan kendaraan. Kalau mau 5 tahunan dan ganti plat nomor ya tetap harus ke kantor Samsatnya langsung di Ciputat sana :D.

Oiya, buat yang belum tahu Gerai Samsat Bintaro berada di ruko-ruko seberang Bintaro Plaza, di lantai 3 kantor Bank BJB. Buka weekdays jam 8 pagi s/d 2 siang, dan Sabtu jam 8 s/d jam 11 pagi.

Periksa Mata di RS Mata Aini

Berawal di weekend kemarin. Mendadak mata kiri sebelah atas terasa gatal. Dikira gatal biasa, malah saya sempat berpikiran ada bulu mata salah tempat (istilah Jawanya “idep salah”). Sempat saya lihat dengan seksama dengan cermin, lha kok gapapa. Anehnya, mata juga tidak merah. Belekan apalagi, tak ada kotoran sama sekali.

Gatal berlanjut, dan ternyata pagi berikutnya kelopak mata kiri atas mulai membengkak. Dekat pangkal berasa ada yang mengganjal dan sakit, terutama dipakai untuk berkedip.  Bagian dekat yang bengkak itu berasa agak nyeri saat sujud. Orang rumah sempat meledek, ah paling mau bintitan (habis ngintip siapa coba? :P). Tapi lagi-lagi terasa aneh, kalau bintitan kenapa tak ada tanda-tanda benjolan kecilnya sama sekali? Yo wis, setelah rundingan sama ayahnya anak2 diputuskan untuk periksa saja ke dokter mata karena mulai merasa terganggu dengan rasa sakitnya. Pilihannya jatuh ke Rumah Sakit Mata Aini, alasannya simple : termasuk rumkit provider alias rekanan asuransi kesehatan yang kami pakai.

RS Aini terletak di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Ini tentu pertama kalinya saya ke sana. Sebelumnya saya sempatkan membuka webnya terlebih dahulu, mencari info jadwal praktek dokter adanya jam berapa saja. Kami pilih yang shift sore yang di jadwalnya tertera mulai 15.00-20.00.

Sampai RS, sebagai pasien baru selayaknya di RS lain harus mengisi form pendaftaran terlebih dahulu. Kemudian diminta menunggu di lobby (yang sangat luas dan nyaman) di depan ruang refraksi. Di ruangan tersebut dilakukan pemeriksaan awal atas kondisi keseluruhan mata pasien. Setelah itu baru selanjutnya diperiksa dokter. FYI, dokternya ada banyak. Kemarin saya dipilihkan oleh mba resepsionis sesuai dengan keluhan yang dialami.

Selesai refraksi kemudian diperiksa oleh dokter. Saya diperiksa oleh dokter Iskandar. Dokternya sudah cukup senior, ramah dan cukup informatif.  Diperiksa sejenak kemudian diresepkan beberapa macam obat dan diminta melakukan kompres mata dengan air hangat 3x sehari.  Saya sampaikan status busui, dan dokternya langsung tanggap untuk memberikan obat-obatan yang aman bagi ibu menyusui.  Obatnya ada 3 macam : obat tetes mata, salep dan vitamin. Selesai diperiksa, kemudian ke bagian pendaftaran, ke apotik, konfirm lagi ke pendaftaran (karena kami pasien asuransi) baru ke kasir dan terakhir mengambil obatnya di bagian apotik. Biayanya cukup mahal ternyata, berhubung ada asuransi maka yang dibayarkan sebesar yang tidak tercover sekitar 25%-nya :D, lumayan banget banget.

Hari ini bengkaknya sudah sembuh. Nyerinya juga sudah tidak terasa lagi. Alhamdulillah. Hanya masih sedikit gatal. Mudah-mudahan besok sudah benar-benar nyaman lagi matanya.

Begitulah sekelumit pengalaman pertama berkunjung ke RS Mata Aini. Semoga sekali ini saja ke sana, seterusnya sehat-sehat. Amin.

Belajar Origami Sederhana

Sore tadi menghabiskan waktu bersama Khonsa dengan belajar origami sederhana. Maklum, edisi emak gapmi alias gagap origami. LOL. Tutorialnya mengambil dari http://www.origami-fun.com

Namanya belajar, hasilnya masih belum cihuy. Bunga tulipnya bantat :D. kepiknya juga lipatannya kurang mantap. Tadi sudah belajar beberapa bentuk, burung-burung, cup, baju, bunga mawar sederhana, bunga tulip, kepik, kodok, dll. Besok-besok mau belajar lagi, mumpung lagi libur perkuliahan.

Btw, ini ada 2 foto penampakan hasil belajar tadi, pelican bird + flapping bird. Lumayan kan? 😛

Origami : Pelican Bird

Origami : Flapping Bird

Bayar Sendiri Pajak Kendaraan, Siapa Takut?

Banyak orang yang memilih menggunakan jasa calo atau perantara untuk membayarkan pajak kendaraan dan mengurus STNKnya. Alasannya, daripada ribet dan lama, lebih baik membayar orang dan tinggal terima jadi. Selain itu, di Indonesia yang namanya birokrasi selalu identik dengan yang namanya berbelit-belit, rumit dan njelimet :D. Wajar saja jika kemudian orang lebih memilih terima beres daripada ikut ribet.  Nah, benar ga sih seperti itu?

Kebetulan, bulan Januari kemarin tiba masanya bagi kami untuk membayar pajak kendaraan tahun ini (2012).  Si Ayah mencoba untuk mengurus sendiri perpanjangan STNKnya, mumpung pas libur (hari Sabtu). Untuk daerah Tangerang Selatan, kantor samsat ada di Ciputat. Tidak hafal nama jalannya, yang jelas jalan raya ke arah Parung :D. Jam 9 berangkat dari rumah (Pondok Aren), hampir jam 10 baru sampai (lesson learned, lain kali naik motor saja biar lebih cepat).
Teruskan bacanya…

Servis Tas Export

Hari ini saya  mengambil tas kesayangan yang baru selesai diservis. Si tas kesayangan yang berbentuk ransel ini ceritanya mengalami robek jahitan. Sebenarnya, servis di tempat servis tas biasa mungkin tidak masalah, toh akan bagus juga hasilnya. Namun si ayah menyarankan si tas kesayangan ini diservis di tempat servis resminya. Yeay, hasilnya tidak mengecewakan. Jahitannya bagus dan sesuai dengan pola awalnya dulu. Alhamdulillah lagi, free alias gratis.

Ini sebenarnya kali kedua kami servis tas di tempat tersebut. Beberapa bulan lalu tas si ayah risluitingnya rusak dan harus diganti baru. Agak susah jika harus diservis di tempat servis biasa karena risluitingnya spesial. Akhirnya si Ayah berinisiatif membawa tas tersebut ke salah satu counter resminya di kawasan blok M. Ternyata di sana menerima reparasi. Gratis pula. Dan benar, sebulan kemudian si ayah di telepon dan diberitahu kalau tasnya sudah jadi dan siap diambil.

(Bukan iklan) Jadi makin suka dengan tas merk export ini :).  Selain modelnya oke, enak dan nyaman dipakai plus awet, layanan purna jualnya ternyata boleh diacungi jempol.  Mereka menerima reparasi tas yang rusak tanpa biaya. Anda ingin coba? Tapi sabar ya, karena antriannya bisa sampai sebulan :P.

Gambar itu saya dapatkan dari Google. Si tas kesayangan hehe.