Mencegah dan Mengatasi Sembelit pada Bayi

03/09/2017 § Leave a comment

Bayi sembelit? Kok bisa? Ya bisa-bisa aja :D. Sembelit yang akan saya bahas di sini adalah pada saat bayi sudah mulai MPASI alias mulai makan asupan lain selain ASI. Ketika bayi sudah mulai MPASI, maka tekstur dan frekuensi BAB akan menyesuaikan. Teksturnya tak lagi seencer 6 bulan pertama. Dan frekuensi, kalau berdasarkan penuturan dsanya Agha yang ideal ya setiap hari BAB. Khawatirnya kalau lebih dari itu tekstur BAB menjadi lebih keras, jumlahnya semakin banyak dan ini memicu sembelit. Oiya berdasarkan penuturan pak dokter, disebut sembelit apabila teksturnya keras dan kering.

Berdasarkan pengalaman selama ini dan hasil ngobrol-ngobrol cantik dengan para mama di birthclub grup, sebenarnya yang paling penting dari sembelit adalah kenali penyebabnya. Kenapa? Ya kalau tahu penyebabnya maka solusi mengatasinya akan lebih pas dan sesuai. Berikut ini saya rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan saat bayi sembelit:

  1. Cek ulang menu MPASInya. Ini penting, sebab sangat tidak disarankan memberikan menu tinggi serat secara berturutan atau dalam satu porsi menu berbintang komposisi seratnya terlalu banyak. Ada baiknya menu MPASI disusun sedemikian rupa sehingga tidak memicu sembelit pada bayi.
  2. Cek ulang konsumsi air putih pada bayi. Sudah cukup belum kira-kira konsumsinya. Sebagai patokan, jumlah konsumsi air putih bagi bayi yang sudah MPASI adalah sebesar 30xberat badannya (dlm kg). Contoh: apabila berat si bayi 7 kg maka konsumsi ideal air putih adalah sebesar 30×7 yaitu 210 ml. Untuk bayi ASI, cukup separuh dari hitungan tersebut karena 80% kandungan ASI berupa air. Khusus untuk bayi sufor hitungan tersebut sebaiknya diperhatikan betul. Kalau ditanya hitungan ini dari mana? Nah itu saya lupa persisnya namun dulu pernah ada artikelnya di web atau milis Mama Koki Handal.
  3. Berikan makanan yang bisa membantu mengatasi sembelit pada bayi. Di Agha, buah naga juaranya. Kalau sehari saja tidak BAB, biasanya menu buah naga jadi alternatif pilihan dan setelahnya BAB kembali lancar. Selain buah naga merah, ada pir yang juga bisa mengatasi sembelit. Bagaimana dengan pepaya? Berdasarkan pengalaman pada beberapa bayi para mama yang bergabung di birthclub, pepaya justru bisa memicu sembelit atau membuat sembelit semakin parah. Pepaya memang tinggi serat sih ya, jadi ampasnya juga banyak.
  4. Hindari pencetusnya kalau penyebabnya adalah alergi makanan. Nah kalau yang ini mamanya yang harus rajin menandai sekiranya bayi menjadi sembelit setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan. Dengan demikian jenis makanan tersebut bisa dihindari untuk tidak dikonsumsi.

Itulah beberapa hal yang terkait dengan sembelit pada bayi. Semoga bermanfaat ya :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mencegah dan Mengatasi Sembelit pada Bayi at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: