Drama Menyusui: Tentang Tongue Tie dan Frenotomi

13/02/2017 § 4 Comments

Dari ketiga kali punya bayi dan menyusui, masing-masing ternyata punya cerita dan drama sendiri. Bener kok kalau banyak yang bilang: menyusui itu nggak semudah teori. Betul 1000%. Dan buat emak bekerja, tantangannya akan ditambah dengan perihal stok menyetok asip. Nah.

Setelah Agha lahir, seperti halnya kakak kakaknya saya langsung menyusuinya walau bisa dibilang kolostrum baru keluar sedikit sekali. Pedelah pokoknya. Kalau ada yang tanya: ASInya sudah keluar? Dengan segera dijawab: sudah dong :-D. Nah drama menyusui Agha ini baru dimulai setelah beberapa hari pasca pulang dari RSIA.

Awalnya, saya pikir normal kalau bayi tertidur ketika menyusu. Tapi lama-lama kok curiga: ini bocah kenapa sebentar banget ya durasi menyusunya. Setelah itu saya mengamati setiap kali menyusu dalam kondisi LDR, pasti ASI yang diminum Agha akan mbleber keluar. Mbleber ke mana mana. Bukan sekedar netes di sudut-sudut mulut seperti kakak-kakaknya dahulu. Jadi semacam mulut Agha tidak bisa menutup rapat ketika menyusu.

Lalu mulailah drama itu. Browsing sana sini soal tongue tie. Dan bolak balik melihat mulut Agha, mengamati bentuk lidahnya yang talinya memang tampak’mengikat’ pergerakan lidah Agha. Mencoba meyakinkan diri kalau Agha normal karena dia bisa menyusu. Dan kebetulan saya juga tidak mengalami lecet maupun kesulitan menyusui seperti yang dialami ibu-ibu lain dengan anak ber-tongue tie. Agha juga masih bisa tidur pasca menyusu. BAK normal. Tapi entah kenapa, saya merasa tetap ada yang salah. Gudang ASI tidak pernah berasa kosong pasca Agha menyusu. Dan saya agak curiga karena pup Agha dominan kehijauan pertanda dia lebih dominan mengkonsumsi foremilk.

Sampai akhirnya ketika Agha berusia 16 hari, kami membulatkan tekad untuk membawanya ke Kemang Medical Care untuk ketemu dokter Asti. Bismillah. Dan benar saja: indikasinya memang tongue tie dan lip tie dan diputuskan saat itu langsung dilakukan frenotomi. Mengingat kondisi BB Agha juga belum mengalami kenaikan. Tindakannya cepat sekali, hanya sekian detik dengan sedikit pendarahan. Setelahnya Agha langsung menyusu dan pendarahannya berhenti sendiri. Pasca insisi kemudian kami diajari untuk melakukan senam lidah, sebagai bagian dari terapi pasca frenotomi. Senam lidah ini setidaknya dilakukan selama 5 kali sehari dalam waktu 3 minggu.

Lalu apa kabar pasca frenotomi? Alhamdulillah banyak perubahan yang dirasakan. Durasi menyusu Agha jadi lebih lama. Gudang ASI akhirnya terasa kosong pasca Agha menyusu. Pupnya berwarna kuning keemasan pertanda hindmilk terkonsumsi dengan baik. Dan BB Agha juga perlahan namun pasti naik kembali ke track seharusnya.

Sampai hari ini, saya masih rutin melakukan senam lidah sesuai yang diajarkan dokter selepas frenotomi. Senam lidah ini diperlukan agar bekas jaringan yang diinsisi tidak melekat lagi. Kalau ditanya proses menyusu Agha sekarang bagaimana, memang belum 100% sempurna. Sesekali masih mbleber. Apalagi kalau malam hari ketika dia terbangun dalam posisi mengantuk, dia biasanya akan menyusu dengan gaya yang lama. Sesuai sih dengan pesan dokter saat itu: ibaratnya karena lidahnya baru maka Agha akan melakukan penyesuaian lagi dari awal.

Mudah-mudahan ke depannya semakin lancar ya dek Agha. Sehat-sehat selalu. Buat ibu-ibu menyusui yang lain: tetap semangat dan mari menyusui dengan keras kepala.

Update: Berhubung beberapa ada yang mampir dan nyangkut di postingan ini lalu menanyakan biaya frenotomi, kemarin untuk tindakan frenotomi sendiri biayanya sekitar 580rb. Ditambah biaya konsultasi dokter dan konsultasi laktasi untuk senam lidah kira-kira habis sekitar 1,2juta.

Advertisements

Tagged: , , , , ,

§ 4 Responses to Drama Menyusui: Tentang Tongue Tie dan Frenotomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Drama Menyusui: Tentang Tongue Tie dan Frenotomi at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: