Challenge Accepted: Tanpa ART

09/03/2015 § 3 Comments

Ehem. Nggak berasa, ternyata sudah 2 bulan lebih kami sekarang hidup tanpa ART. Menjalani hari-hari sedemikian rupa tanpa bantuan asisten di rumah😀. Setelah lebaran tahun kemarin sebenarnya sempat ada 2 kali pergantian asisten di rumah, namun pada akhirnya kami sepakat berpisah dengan keduanya. Yang pertama karena usia beliau yang sudah sepuh dan yang kedua karena ada beberapa hal yang bikin ngga sreg walau sudah berusaha dikompromikan selama beberapa waktu.

Jadilah mulai awal tahun 2015 kami memutuskan untuk tidak menggunakan asisten. Sebelumnya saya sudah berunding dengan ayahnya anak-anak, diskusi bagaimana nanti kira-kira kondisinya, bagaimana anak-anak, bagaimana pekerjaan rumah, dan banyak hal yang muncul sebagai konsekuensi atas pilihan kami ini.

Yang pertama, anak-anak. Sekarang keduanya berada di daycare yang sama. Kalau Rahma sejak Agustus 2014 memang sudah berada di daycare tersebut, nah Januari kemarin si kakak nyusul di daycare yang sama. Jadi ketika pulang sekolah, kakak pulang ke daycare. Pagi sambil berangkat ke kantor saya mengantar keduanya bergantian, sore sepulang kantor saya akan menjemput keduanya. Sampai saat ini sih alhamdulillah keduanya enjoy. Khusus kakak Khonsa, mungkin karena di sana juga ada 3 anak lain (yang kebetulan cewek semua) yang seumuran si kakak. Jadi ada teman sebaya yang nyambung kalau mereka bermain.

Soal kerjaan rumah, dikerjakan bersama-sama semampunya dengan si ayah. Bersih-bersih rumah seperti nyapu, ngepel, dan seterusnya dilakukan bersama-sama. Nyuci dikerjakan sendiri, biasanya dipisah yang sekiranya butuh dikucek sama yang bisa langsung digiling di mesin cuci. Nyetrika untuk yang baju-baju dewasa kadang-kadang kami pilih ke laundry, khusus untuk baju anak-anak sebisa mungkin saya setrika sendiri. Eman, rasanya seneng aja nyetrika dan ngerapiiin baju bocah. Masak yang utama untuk sarapan pagi. Biasanya pilih menu-menu yang simpel, cepat, dan disukai anak-anak😀.

Repot ya? Emang iya. Capek? Ya pasti capek, bohong kalau nggak capek. Tapiiii, alhamdulillah sampai saat ini masih menikmati. Kebayang kan repotnya pagi-pagi sebelum semua berangkat hehe. Tapi nanti ketika sorenya berkumpul kembali, senaaaang sekali. Sambil motoran pulang biasanya dua-duanya rebutan cerita, dan belum akan berhenti sampai keduanya saya tanggapi. Rame pokoknya. Apalagi setelah ayahnya pulang, makin cerialah suasana rumah.

Rasanya kami berempat menjadi jauuuh lebih kompak dan lebih dekat🙂. Memang sesekali sedih, terutama kalau ada salah satu dari kami sedang sakit, tapi selebihnya ternyata menyenangkan. Bahagia. Repot dan capeknya dinikmati aja. Saya percaya, sekian tahun dari sekarang saat-saat begini pasti akan saya rindukan..

Happy family

§ 3 Responses to Challenge Accepted: Tanpa ART

  • Huhuhu, semangattt ibu kuaattt :p
    Ganbatte yooo~

  • Twindya says:

    Mba Rina, salam kenal ya. Saya sedang cari-cari day care di bintaro dan sekitarnya, hingga akhirnya singgah di blog nya. Bolehkah saya minta nomor kontak ABCD day care? karena nomor yang tertera di FB page mereka tidak aktif. Terima kasih banyak sebelumnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Challenge Accepted: Tanpa ART at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: