Catatan Rahma: Dua Tahun

04/03/2015 § 4 Comments

Alhamdulillah. Dua tahun yang menakjubkan. Selasa tanggal 3 Maret kemarin, genap 2 tahun usia Rahma menurut Masehi. Bayi kecil  kesayangan kami serumah ternyata sekarang sudah 2 tahun. Bayi kecil yang dulu hanya bisa menangis dan berbaring itu sekarang sudah menjadi bocah cilik yang lincah, berlari ke sana kemari, sibuk bermain dan mengoceh tak henti. Menceriakan rumah dengan suara tawanya dan segala komentar tiba-tibanya yang kadang spontan membuat kami semua tertawa.

Saya pun bersyukur, dua tahun hak ASI Rahma terpenuhi sudah, Alhamdulillah, walau WWLnya masih belum berhasil😀. Sudah lama saya sounding soal berhenti ASI ini, tapi masih belum mempan sampai sekarang. Dulu responnya mengangguk-angguk, sekarang responnya tidaaaak. Malah ditambah nda mauuuu. Yowes pelan-pelan ya Nak. Kakaknya dulu WWL di usia 29 bulan. Sepertinya butuh waktu, terlebih hingga sekarang Rahma belum bisa mengkonsumsi susu tambahan lain secara rutin karena alerginya pada susu sapi.

S3 ASI

S3 ASI – Alhamdulillah

 

Di usianya sekarang, perkembangan Rahma alhamdulillah sangat baik dan sesuai dengan anak-anak seusianya. Walaupun kemarin sempat dag dig dug karena baru lancar berjalan di usia 16 bulan, namun selebihnya alhamdulillah sesuai. Kosakata lumayan banyak, sudah bisa mengucapkan kalimat lengkap. Misalnya, “ibu mau jeyuk”, atau “hape ayah di mana?” atau tiba-tiba nyeletuk “dadaah ayam, Rahma berangkat duyuuuu”😀. Favoritnya bermain peran masak-masakan dengan kakaknya, lalu jadi penjual. Ibunya yang disuruh jadi pembeli, harus beli terus sampai dia capek bermain. Berhitung satu sampai sepuluh, nyanyi lagu anak-anak biasanya buntutnya doang =)).

Selain masa awal usia emas (golden age), banyak yang bilang kalau di usia 2 tahun biasanya anak mulai mengenal tantrum. Mengamuk apabila ada sesuatu yang tidak disukainya atau untuk menunjukkan emosinya. Rahma pun mengalami fase ini. Sesekali nangis tantrum kalau ada sesuatu yang menurutnya tak sesuai. Paling-paling kalau sudah begini dia hanya saya peluk dan saya elus punggungnya sampai tangisnya reda.

Berbeda dengan saat masih punya Khonsa, punya 2 anak saya merasa pengasuhannya jadi lebih mudah. Mudah karena di rumah si kecil punya teman main yaitu kakaknya, jadi secara kemampuan interaksi dia lebih berkembang. Itu menurut pendapat saya sih😀. Hasil dari mengamati selama ini. Walau kadang-kadang ada sesi berantem yang membuat kakaknya lebih banyak mengalah, namun ketiadaan salah satunya biasanya menjadi pertanyaan bagi yang lain. Kalau kakaknya ga ada yang kecil biasanya nolak-balik tanya kakak mana, sebaliknya kata kakaknya rumah sepi kalau tak ada adiknya, hehe.

Yang jelas semakin besar usia si anak, tantangan mengasuh anak juga semakin besar. Semoga Alloh memudahkan kami mengasuh anak-anak dan menjadikan mereka anak-anak sholihah, Amiiin. Sehat selalu ya Rahma🙂.

§ 4 Responses to Catatan Rahma: Dua Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Catatan Rahma: Dua Tahun at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: