DSA di Sekitar Bintaro

14/07/2014 § 8 Comments

Ahay, ya namanya blog emak, yang diomongin pasti nggak jauh-jauh juga dari urusan anak-anak. Kali ini pengen menuliskan pengalaman ‘berkunjung’ di beberapa dokter spesialis anak (dsa) di sekitar Bintaro.

  1. Dokter Rachmat Sentika. Adalah DSA pertama yang kami kunjungi sejak pindahan ke Jurangmangu akhir 2010 yang lalu. Suatu kali Khonsa mengeluh selalu ingin muntah, semacam ingin howek-howek namun tidak keluar apapun juga. Saat itu kami mencari info DSA yang available saat wiken di sekitar Bintaro. Alkisah ketemulah dengan dr Rachmat Sentika ini di klinik Permata Bintaro. Untuk keluhan Khonsa, beliau saat itu hanya menyarankan minum madu yang dilarutkan dalam air hangat.
    Beberapa pekan lalu ketemu lagi dengan beliau, hanya saja kali ini Rahma yang kebetulan sedang kurang sehat terkena flu singapore. Bedanya, kami sowan langsung ke rumah beliau di Mandar setelah sebelumnya konfirmasi lewat whatsapp😀.  Buat kami alhamdulillah dr Rachmat cukup komunikatif, biasanya meresepkan obat seperlunya saja. Yang terpenting, bisa janjian dulu lewat whatsapp jadi lebih mudah. Oiya, FYI beliau praktek di RS Premier Bintaro juga.
  2. Dokter Aditya Suryansyah. Dokter Adit adalah dsa yang menangani Rahma saat lahir di RSIA Buah Hati, Ciputat. Beliau yang observasi Rahma newborn s/d 3 hari ketika kami sudah diperbolehkan pulang dari RS. Selain itu biasanya kalau vaksinasi di Buah Hati juga dengan beliau. Rupanya beliau ini salah satu dsa favorit di sana, hihi. Antriannya selalu panjaaaaang dan biasanya dibatasi kalau sudah sekian puluh pasien.
    Dr adit cukup ramah, aware banget soal perkembangan motorik bayi. Setiap kali kunjungan rutin saat vaksin, biasanya beliau akan mengecek perkembangan Rahma sampai mana.  Sesuai atau tidak dengan yang seharusnya. Beliau juga biasanya memberi selembar kertas yang berisi semacam resume perkembangan motorik bayi berdasar usianya. Suatu kali Rahma pernah diare dan periksa dengan dr Adit, beliau tak buru-buru memberi obat ini itu. Harus cek feses dulu supaya tahu sebabnya apa, baru diberi rekomendasi treatment apa yang tepat.
  3. Dokter Fajar Subroto. Ketemu dr fajar saat kontrol rutin Rahma sebulan. Dr Fajar praktek di RSIA Buah Hati Ciputat. Pertama ketemu beliau ini, pusernya Rahma yang saat itu usianya sebulan terlihat agak menonjol😀. Beliau yang mengajari kami untuk melakukan beberapa hal supaya pusernya Rahma tak menonjol lagi. Dan alhamdulillah cara yang diajari beliau ini berhasil (dan tentunya jauh dari saran mitos semacam meletakkan logam di atas puser, hihi).
    Dokter Fajar memeriksa dengan hati-hati. Beliau aware banget sama perkembangan berat badan bayi – yang mana BB Rahma ini memprihatinkan naiknya, huwaaa😦. Biasanya kalau ada keluhan sakit, beliau memeriksa dengan teliti sambil berpikir kira-kira apa sebabnya dan treatmentnya apa. Khonsa juga pernah berobat dengan beliau saat terkena campak.
  4. Dokter Badriul Hegar.  Kami ‘memburu’ dr Hegar setelah gugling sana-sini mengenai keluhan kolik dan menemukan rekomendasi dsa khusus pencernaan. Setelah lewat sebulan, Rahma hampir setiap malam menangis beberapa jam.  Mencari info sana sini, sepertinya Rahma terkena kolik. Saya ingat saat itu gumohnya banyaaak sekali, plus keluhan pup yang terlalu sering. Awalnya sempat mengira pup biasa, tapi setelah diamati dan direnungkan, sepertinya ada yang salah dengan baby Rahma.
    Berangkatlah kami konsul dengan dr Hegar di klinik Zam-Zam di Veteran. Saat itu beliau bilang, Rahma sehat kok. Coba saja dialihkan perhatiannya kalau sedang menangis kejer yang diduga kolik tersebut. Dipeluk, diayun, diajak ngobrol dan seterusnya. Dan akhirnya, kesimpulan kemungkinan Rahma alergi diambil saat kunjungan kedua kami. Saat itu Rahma masih ASI Eksklusif, maka emaknya-lah yang harus diet dairy product dan turunannya, seafood dan kacang-kacangan rawan alergi. Dua minggu sejak dimulai diet akan terlihat pengaruhnya pada bayi dan ternyata benar. Ya sudah sejak saat itu bye bye dulu sama makanan-makanan tersebut. Dr Hegar bilang seiring dengan pertambahan usia anak, ketika daya tahan tubuhnya makin berkembang lama-lama alerginya akan tereliminasi. Tapi sampai sekarang, Rahma belum bisa menikmati susu sapi dan dairy product lainnya *pukpuk*.
    Selain di Zam-Zam, dr Hegar praktek di RS Premier Bintaro. Tapi ya begitu, harus pesan antrian sehari sebelumnya lewat telepon, karena pasien beliau cukup banyak dan biasanya dibatasi jumlahnya.
  5. Dokter Muljono Wirjodiardjo. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya di postingan yang ini, Rahma pernah ketemu dr Muljono karena bronkopneumoni. Sebelumnya pernah satu kali Rahma bayi kami bawa ke beliau saat kena jamur di bagian mulutnya. Kesan awal pas masuk ke ruang periksanya, serem hihi. Barangkali karena beliau cukup senior. Namun saat mengobrol dan konsultasi, kami ternyata merasa nyaman. Beliau menjelaskan dengan cukup gamblang. Apa, kenapa dan bagaimana terkait keluhan sakit si kecil.  Untuk penanganan bronkopneumoni sendiri, cukup lega bisa ketemu beliau langsung.  Beliau praktek setiap hari di RS Premier Bintaro.
  6. Dokter Lusiana Marpaung. Ketemu dr Lusi saat opname Rahma di RS Ichsan Medical Center, Bintaro. Dokternya ramah. Dan cukup teliti. Memeriksa Rahma dengan telaten, menanyakan hal-hal cukup mendetail pada kami. Yang paling terkesan saat itu sih beliau sangat pro ASI (tapi dokter-dokter yang di atas yang saya sebutkan sebelumnya pro ASI juga sih :D). Sayangnya selama opname di IMC, kami hanya ketemu beliau 1 kali, karena dsa yang visit ke ruangan pasien opname beda dengan dsa yang awal menerima pasien.
  7. Dokter Widodo. Ketemu beliau baru pekan lalu di RS Premier Bintaro saat Rahma diare dan sudah hari ke-5.  Sebenarnya kami sudah mengusahakan homemade treatment sendiri di rumah. Hari itu sebenarnya juga Rahma sudah baikan diarenya, hanya saja masih rewel nangis-nangis entah kenapa. Pas kebetulan pengen konsultasi ke dsa karena Rahma di usianya yang hari itu 16 bulan 7 hari belum berani juga jalan sendiri.
    Sebenarnya janjian ke RS dengan dr Muljono, namun sampai di sana beliau sudah pulang. Ya sudah akhirnya dengan dr Widodo yang saat itu masih stand by. Alhamdulillah ternyata ya nyaman juga. Malah seneng konsul dengan beliau, soalnya orangnya nyantai. Pun saat memberi obat untuk Rahma, beliau menekankan untuk cek feses dulu. Kami hanya diberi suplemen zinc. Selebihnya ya lanjutkan saja oralitnya. Soal Rahma yang belum berani jalan, beliau mengingatkan untuk bersabar. Stimulasi saja terus. Dan kebetulan banget, sehari setelah ketemu beliau tiba-tiba Rahma berani jalan sendiri, horee.

Itu beberapa dsa yang pernah kami kunjungi di sekitaran Bintaro. Banyak ya ternyata?😀. Kebetulan kami bukan orangtua yang saklek kudu dengan 1 dokter sih. Beberapa dsa yang kami sebutkan di atas ada yang hanya kami kunjungi untuk vaksinasi, beberapa lainnya memang karena anak-anak sedang butuh ke dsa.  Ada yang mau nambahi?

§ 8 Responses to DSA di Sekitar Bintaro

  • afi says:

    membantu sekali postingannya mba rina. kemarin sempat waswas waktu membawa alma ke bintaro. takut sakit padahal jauh dari suami…saya share ke temen2 di bintaro ya mba

  • ayu arini says:

    Hai mba, salam kenal… Dr. Hegar bagus ya? Saya lagi cari2 dokter anak sp pencernaan. Anakku berat badannya super irit dan susah sekali makan, jadi curiga kalau ada masalah pencernaan… Waktu mulai mpasi juga gampang konstipasi…

    • Rina says:

      halo mba ayu
      sorry for late reply🙂
      dr hegar beliau emg dsa sub spes perncernaan, coba aja ke beliau klo mau konsul
      cuma antriannya superrr, panjang🙂

  • Andre says:

    Pernah berkunjung ke dokter rahmat sentika yg di premier bintaro kah mba?

    • Rina says:

      Halo maaf baru bls komen ya
      Dr rahmat sentika pas di premier mlh blm pernah
      Biasanya kami lebih memilih ktemu bliau di rumahnya🙂

  • Fitri says:

    Mba…boleh nanya gmana caranya yg diajarin dokter supaya pusernya gak menonjol??makasiy mbak.

  • Midya says:

    Mbak boleh tau no whatsup dr.rachmat sentika kebetulan anak saya batuk pilek mau konsul ke beliau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading DSA di Sekitar Bintaro at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: