Review (Beberapa) Pompa ASI

22/02/2014 § 12 Comments

Sebenarnya sih, pengalaman mencoba beberapa pompa ASI ini belumlah layak jika disebut dengan review. Wong baru njajal beberapa merk doang😛. Tapi boleh deh ya saya share pengalaman pribadi saya memakai pompa ASI selama membesarkan 2 orang bayi selama ini.

  • Medela mini elektrik.
    Zaman tahun 2009, pompa ASI merk ini terkenal bingit. Ketika kakak lahir, harganya sekitaran 675rb untuk mini elektrik, 180 untuk manual base dan 400 ribuan (seingat saya) untuk yang model harmony. Cukup bikin saya mangap ternganga saat itu. M-a-h-a-l. Alhamdulillahnya, ada serombongan teman yang menawarkan untuk memberi kado medela mini elektrik plus coolerbagnya. Ya mau dong ya😀.
    Pertama pakai minel, kok cuma netes-netes ya. Hihi. Butuh semingguan untuk terbiasa memakai pompa ASI ini. Selanjutnya sih nyaman-nyaman aja. Udah ketemu ritmenya, udah pas dan cukup lihai bagaimana supaya menghasilkan LDR dalam waktu yang singkat. Medela minel ini yang berjasa mengantarkan kakak full ASI hingga usia 1th. Sayangnya, kekurangan medela minel ini di suaranya yang cukup berisik. Terus kalau ngga ada colokan atau pas adaptornya ketinggalan, harus pakai baterai dan agak boros. Entah sugesti atau apa, pas pakai minel dengan baterai, daya hisapnya berasa agak kurang. Bagian motornya sempat rusak dan sempat diservis di service centernya di kelapa gading, jadi bisa dipakai lagi.
Medela Mini Elektrik

Medela Mini Elektrik

  • Unimom mezzo manual.
    Saat adik bayi lahir saya sebenarnya tidak menganggarkan pembelian pompa ASI. Maksud hati meneruskan minel yang sudah dipunyai saja. Sayangnya, Rahma adalah tipe bayi yang “rungon”. Sensitif terhadap suara-suara. Begitu dia merem, maksud hati ingin memompa ASI dengan minel, ternyata Rahma langsung terbangun dan menangis mendengar bunyi minel.Googling sana-sini dan ngobrol dengan beberapa emak kece pejuang ASI, akhirnya diputuskanlah beli pompa ASI made in Korea bernama Unimom. Beberapa teman yang merekomendasikan pompa ini mengatakan pompanya nyamaaaan, enak dipakai. Anti berisik tentunya. Tapi yang namanya manual, ya siap-siap pegel. Awal 2013 harganya sekitar 205rb.
    Benar saja, begitu mencoba unimom mezzo rasanya langsung jatuh cinta hihi. Bagian corongnya dilengkapi corong pemijat yang lembut. Unimom mezzo ini mengantarkan saya menyetok ASI sekitar 40-50an botol saat masih berstatus mahasiswi dan harus gabrak gubruk sana-sini mengurus skripsi😀.
    Sekitar bulan ke 9 memakai Unimom Mezzo, mulailah ada beberapa masalah. Yang paling utama adalah bocor. Entah posisi pemakaian yang kurang pas atau bagaimana, seringnya ASI yang dipompa ini malah bocor keluar. Sudah saya coba melepas silikon pemijatnya, lha tetap sama. Sudah cek valvenya juga tidak robek. Pemasangan sudah benar. Tapi tetap bocor. Huwaaa. Mulailah drama. Apalagi ketika mulai ngantor dan stock ASIPnya tak sebanyak dulu.

Unimom Mezzo

Unimom Mezzo

  • Little Giant Emily (Manual).
    Setelah drama unimom mezzo, saya akhirnya kembali pumping di kantor dengan minel. FYI, di kantor sekarang ini harus pintar-pintar membagi waktu untuk pumping. Ditempatkan di bagian front office membuat saya harus memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya. Pumping juga ngga bisa lama-lama, ngga bisa ikut rombongan emak-emak pejuang ASI di kantor yang bisa melakukan aktivitas pumping di lantai 2.
    Beberapa hari memakai minel, hasil pumping turun drastis dan drama pompa ASI makin menjadi. Maka suatu sore sepulang kantor mampirlah saya ke toko perlengkapan bayi di sekitaran Bintaro untuk cuci mata membeli pompa ASI.
    Setelah lama mempertimbangkan dan pilih-pilih, akhirnya memutuskan membeli little giant emily. Lihat harganya yang lumayan terjangkau (135rb) dan kebetulan ada teman yang cocok cocok saja memakainya. Malam harinya langsung testing dan ternyata huwaaaa. Ngga cocok sama sekali. Tarikan tuasnya agak keras (menurut saya), plus sakit. Corongnya juga ngga nyaman T___T. Ternyata tak seperti yang diharapkan. Hasil pumping pun sangat minimalis.

    Little Giant Emily

    Little Giant Emily

  • Avent Manual Comfort.
    Setelah kejadian pembelian emily yang ngga cocok itu, maka berlangsunglah diskusi panjang dan alot dengan si Ayah. Dan setelah googling sana sini, dengan pertimbangan sedalam-dalamnya *halah*, keputusan berikutnya adalah membeli versi asli dari unimom mezzo yaitu si Avent Manual Comfort.  Agak drama waktu nyari Avent Manual ready stock, di beberapa toko sudah sold out. Nemu satu-satunya yang ready dan harganya sekarang sudah di atas 800rb.
    Bentuknya sama persis dengan Unimom. Handlenya tidak sepanjang Unimom, jadi lebih nyaman dipakai. Silicon massagernya, juaraaa. Hihi. Sudah 2 minggu memakai pompa ini, alhamdulillah so far so (very) good :D. Waktu pumping jadi lebih singkat, hasilnya juga alhamdulillah lebih banyak. Satu-satunya yang bikin nggak comfort adalah harganya, mahaaal. Tapi kalau salah seorang teman, ada harga ada rupa.
Avent Manual Comfort

Avent Manual Comfort

Itu tadi sekilas laporan singkat hasil mencoba 4 jenis pompa ASI selama punya 2 bayi. Penggunaan pompa ASI ini memang unik menurut saya, sifatnya individu banget. Nggak setiap yang cocok dipakai ibu A cocok juga di ibu B, demikian pula di ibu C dan seterusnya. Ada kalanya cocok dipakai di ibu A, ngga cocok di ibu B. Atau kebalikannya. Jadi kesimpulannya, ya kembali ke kecocokan masing-masing. Teliti sebelum membeli, dan keep pumping! Hihi…

§ 12 Responses to Review (Beberapa) Pompa ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Review (Beberapa) Pompa ASI at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: