Rahma Enam Bulan

Hore Lulus ASIXSeperti biasa, postingan yang sedikit terlambat. Alhamdulillah tanggal 3 kemarin Rahma genap 6 bulan. Senang sekali bisa mengantar Rahma menjadi sarjana asi 6 bulan seperti si kakak dulu. Walaupun sekilas terlihat lebih mudah dan sepele karena sekarang sedang libur dari aktivitas mengantor,  ternyata meluluskan anak melewati masa asi ekslusif tetap saja ada tantangannya.

Jika dulu tantangannya dalam bentuk kejar-kejaran stock ASIP, konsistensi memompa, atau tantangan ala breastfeeding working mom lainnya, maka kali ini saya membutuhkan kesabaran ekstra untuk mengasuh Rahma. Pengakuan, :D. Lima bulan pertama kemarin, saya merasa belum bisa sepenuhnya menaklukkan Rahma. Dua anak, dua kepribadian yang berbeda. Jika kakaknya lebih anteng dan tak butuh banyak digendong, maka Rahma sebaliknya. Jika kakaknya dulu jarang menangis kecuali benar-benar bosan atau sakit, maka Rahma tipe yang berada di sisi lainnya. Melahirkan jauh dari orangtua dan kerabat, jaundice di minggu-minggu pertama, reflux dan gumoh yang berlebihan, frekuensi menangis yang cukup sering, dan tipikal bayi yang harus digendong adalah beberapa tantangan yang memenuhi awal-awal bulan bersama Rahma. Sempat kaget memang, namun makin ke sini alhamdulillah sudah makin menemukan ritme yang nyaman dan menyenangkan.

Lalu, sudah bisa apa bayi 6 bulannya? Hihi, takjub :). Saya selalu takjub mengikuti perkembangan kehidupan bayi. Sekarang Rahma sudah berguling kesana kemari, nglasut (merayap) ala-ala tentara ke depan dan ke belakang, memegang mainan sendiri, meremas sesuatu yang dipegang, ngemut jempol kaki, dan belajar duduk sejenak.  Sudah bisa diajak main, banyak tertawa, dan lebih mengerti serta mengenali lingkungan dan orang-orang terdekatnya.

Enam bulan artinya MPASI! Yeay! Pekan ini adalah pekan kedua MPASI-nya. Pekan pertama diisi dengan bubur tepung beras dan puree pepaya. Lolos. Sempat mencicipi pisang, namun saya hentikan karena ternyata membuat Rahma tak BAB. Beberapa hari ini mencoba tepung beras merah, semoga aman. Rencana berikutnya kenalan sama pir dan alpukat. Reaksinya saat pertama kali makan, biasa-biasa saja. Mungkin karena masih awal, jadi belum terlalu bersemangat menikmati MPASInya.  Tak apa, namanya juga masih kenalan. Semoga hari-hari berikutnya Rahma lebih bersemangat mencicipi menu-menu baru selain ASI.

Sehat-sehat terus ya Nak :*

 

 

 

Advertisements
About rinahttps://rinaprilia.wordpress.comhappily married, all time mom, extrovert, badminton, drama, books, indonesia

7 thoughts on “Rahma Enam Bulan

  1. Waaa mbak Rahma udah lulus S1 aja nih, selamattt 😀
    senanganya mba bisa ASI Eksklusif, ini dek Asma’ di awal kehidupannya udah diuji dengan banyak hal,huhu, doanya ya mba biar saya juga bisa ngasih ASI full 2th, walo udah ga eksklusif lagi 🙂

  2. eh baru nyadar ini wordpressnya self hosting.. bayarnya setaun berapa, mba? *bisik bisik.
    kalo yg di onlineshop nya itu mbangun sendiri mba? :thumb

  3. Waah… Mbak… Gmn ya caranya bs dpet sertifikat dr aimi gtu ya? Secara saya jg asi eksklusif ni buat anak saya… Skrg masih jalan 4 ke 5 bln…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s