Akhirnya Kakak ke Dokter Gigi

20/11/2012 § 8 Comments

Pekan kemarin, kami membawa si Kakak (ceritanya sekarang membahasakan Khonsa yang lebih suka dipanggil Kak dibanding Mbak :D) ke dokter gigi. Bukan asal dokter gigi sih, sengaja mencari dokter gigi khusus anak. Tentu ini kunjungan kami yang pertama. Sebenarnya sudah lama ingin membawa si Kakak ke dokter gigi, hanya selama ini selalu tarik ulur belum mau. Maka, ketika awal pekan kemarin Kakak mengeluh giginya sakit, saat itu juga saya menawarkannya ke dokter gigi dan ajaib, si Kakak langsung mau😉.

Awalnya, saya googling mengenai keluhan Kakak. Saat merasa giginya sakit itu, saya melihat ada bengkak kecil di gusinya bagian atas. Belakangan saya baru tahu itu abses, salah satu akibat dari adanya gigi bolong. FYI, ternyata kasus masalah gigi anak-anak seusia si Kakak ini sama. Hasil obrolan dengan beberapa orangtua teman-teman sekolah Kakak ternyata rata-rata anak-anak mengalami masalah gigi gigis (keropos) dan gigi bolong. Dari hasil googling juga akhirnya ketemu klinik gigi anak terdekat dari sini, yakni Canina Dental Care di Bintaro sektor 1.  Rata-rata menyatakan klinik ini oke banget menangani masalah gigi anak.

Di hari yang sudah dijanjikan (ke Canina harus appointment by phone dulu), Ayah sengaja izin sebentar dari kantor untuk bersama-sama mengantar si Kakak. Sampai klinik, wah tempatnya anak-anak banget. Banyak boneka, dekorasinya penuh nuansa anak-anak, warna warni dan TV yang disetel adalah channel kartun anak-anak😀. Lalu bertemu dengan dokter Putu, yang menurut hasil googling juga recomended dan telaten.  Pemeriksaan awal, gigi Kakak diperiksa keseluruhan, mana-mana yang perlu dirawat. Oya, karena Kakak belum bisa dan belum berani duduk sendiri, Ayah yang kebagian tugas memangkunya di bangku periksa khusus.

Panjang lebar saya mendapat informasi baru dari dokter Putu. Intinya, sampai semua gigi permanen anak tumbuh, maka kewajiban ibu-lah untuk menyikat giginya secara teratur. Pola makan anak harus diatur. Beri cemilan alami misalnya buah-buahan. Hindari coklat dan cemilan lain seperti biskuit yang menggunakan pemanis buatan. Setiap selesai makan besar, langsung tawarkan anak untuk ngemil. Setelah itu, baiknya distop. Selama 3-4 jam mulut harus dalam kondisi kosong. Terus menerus mengunyah akan membuat mulut jadi asam, phnya turun, inilah yang memicu adanya lubang pada gigi. Hihi, saya manggut-manggut mendengarkan ilmu baru dari dokter Putu.

Setelah keseluruhan gigi Kakak diperiksa, kemudian dokter Putu meminta Khonsa berkumur. Oleh dokter Putu gigi Kakak diberi krim yang berfungsi untuk mengecek kotoran/plak gigi. Jika selesai disikat dan berkumur masih tertinggal warna pink, itu artinya di situ banyak kotoran yang menempel. Setelah itu dokter Putu memperagakan bagaimana cara menyikat gigi anak. Detail sekali😀. Dan hasilnya memang berbeda, selesai disikat itu gigi Kakak jadi terlihat lebih bersih dan putih.

Barangkali bagian yang tersulit adalah mengobati abses di gusi si Kakak kemarin. Karena harus mangap dalam jangka waktu kurang lebih 15menit, akhirnya diberi pengganjal mulut. Nangis? Tentu saja😀. Alhamdulillah cuma sebentar. Walaupun sempat meronta-ronta dan menangis ternyata si Kakak cukup kooperatif. Lubang gigi di dekat abses dibersihkan, diberi semacam antiseptik, dan isi abses dipicu supaya pecah. Selesai diperiksa, Kakak diberi kesempatan memilih 2 macam sticker oleh asisten dokter. Plus diberi permen lolipop tanpa gula yang diberikan langsung oleh dokter Putu.

Secara keseluruhan, kunjungan pertama kami ke dokter gigi kemarin cukup menyenangkan. Sedikit menyesal memang, kenapa tidak lebih dini mengajak Kakak merawat giginya ke dokter gigi. Banyak info baru juga yang kami dapatkan kemarin. Senang sekali ketemu dokter gigi anak seperti dokter Putu. Informatif dan telaten🙂.  Pulangnya kami diberi goodie bag berisi sikat gigi dan pasta gigi herba yang sampai sekarang dipakai oleh si Kakak untuk sikat gigi.

Tagged: , ,

§ 8 Responses to Akhirnya Kakak ke Dokter Gigi

  • mb, pasta gigi herba mereknya apa ya? trus anak mulai bisa disikat giginya sejak umur berapa? ini nindy (15bln) kalo mau disikat giginya malah mingkem😦

    • rina says:

      pengenalannya harus pelan2 mba.
      memang tdk bs langsung, jd harus sabar.

      kmrn dikasih merk oral kare (tulisannya memang kare bukan care, hehe).

  • mbak rina…biaya di klinik itu brp yaa?mahal takk?rencana pgn bawa anakku kesana juga krn dkt sama rumah…makasih mbak..

    • rina says:

      tergantung jenis perawatannya mba rika🙂
      kalau pertama ke sana biasanya kena biaya administrasi sama biaya deteksi gigi keseluruhan untk menentukan perawatannya apa aja nanti😀

      kalau nambal biasa 375rb, nambal + perawatan syaraf 550rb.
      bisa cek dulu kok kira2 abis berapa via telepon😀

  • Ummu Syifa says:

    ini yang kucari. Tengs banget ya… *mau bawa Syifa belum kesampaian… tapi insya Allah cuma ceki2 aja*

      • retno says:

        Anak saya kmrn jg baru saya priksa,kata dokter harus perawatan saluran akar gigi sampai 3x.Saya agak kecewa ma dokter knapa fari awal ga kasih tau klu gigi geraham belakangitu permanen,pafahal dari 4 tahun saya udah priksain gigi anak dan waktu itu ditambal.Skrg umurny 7 Tahun dan giginy bolong besar katany ga bisa ditambal harus perawatan akar dulu.Mana biaya ny mahal.Saya kira givi pertama itu gigi susu nant jg akan digantikan yang baru,kata dokter ini gigi tetap,knapa ga dari awal kasih infony.Saya kurang puas. dengan pelayanan ny.Kira kira klu di canina budgetny brp ya mbak?nuwun

      • rina says:

        dear mbak retno, saya kurang tahu mbak, tapi bisa coba ditanyakan langsung ke Canina-nya mbak.
        via telepon aja dulu, nanti biasanya akan diinfokan kok kira2 habis berapa semuanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Akhirnya Kakak ke Dokter Gigi at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: