Memilih Sekolah untuk Khonsa

27/02/2012 § 3 Comments

Bulan April tahun ini insya Allah khonsa genap berusia 3th. Tahun lalu saya dan ayah sepakat untuk mencarikan Khonsa sekolah pada tahun ini. Bukan untuk kepentingan belajar secara akademis tentu saja, namun lebih kepada aspek sosialisasi, lantaran di lingkungan tempat tinggal kami sekarang anak yang seusianya tidak banyak.

Menjelang akhir 2011 kemarin saya mulai mencari info. Beberapa kawan mengatakan di sekolah-sekolah tertentu pendaftaran siswa baru akan dimulai di bulan Desember. Saya pun menelepon sekolah yang kami taksir sejak awal. Dan benar ternyata, pendaftaran ternyata dimulai desember meskipun tahun ajaran baru baru akan dimulai bulan Juli 2012.

Singkatnya, kami mendaftarkannya ke kelas Play Group PPIA Baitul Maal. Pertimbangannya, selain basicnya Islam, sekolah tersebut relatif dekat dan terjangkau biayanya. Pembayaran di awal termasuk untuk uang masuk hingga nanti ke jenjang TK. Jaraknya cukup dekat dengan domisili kami saat ini, paling tidak sementara bisa saya antar jemput selama kuliah๐Ÿ˜€.

Akhir Januari kemarin, pihak sekolah menghubungi kami untuk mengajak calon siswa ke sekolah dengan tujuan observasi. Walaupun di form pendaftaran isiannya sudah sangat lengkap (perkembangan sejak bayi pun ditanyakan hehe), namun pihak sekolah perlu bertemu langsung dengan si anak untuk berinteraksi langsung. Benar saja, kemarin anak-anak dikelompokkan ke dalam kelas, diajak bermain oleh guru-guru, ditanya nama, ditanya gambar-gambar, diajak lempar bola, meronce, loncat-loncat, bercerita dsb. Menurut ibu guru, observasi tersebut nantinya akan berguna untuk mengukur kemampuan motorik si anak dan membantu para guru mengenal anak-anak yang akan diampu.

Akhir pekan berikutnya giliran kami para orangtua yang diinterview. Ditanya secara detail mengenai perkembangan si kecil. Kebiasaan-kebiasaannya di rumah. Kecenderungan-kecenderungannya. Lengkap pokoknya, dari A sampai Z. Dan ibu guru menjelaskan beberapa aturan main sekolah. Aturan di sini maksudnya bagaimana pihak sekolah akan mendidik anak nantinya. Salah satunya misalnya, dilarang memakai diapers saat ke sekolah. Walaupun anak belum lulus toilet training, pihak sekolah tetap melarang pemakaian diaper. Ibu guru berpesan untuk membekali anak dengan baju ganti. Komitmen sekolah salah satunya melatih kemandirian si anak. Dan penjelasan-penjelasan lain membuat kami semakin mantap memilih sekolah ini.

Begitulah. Kemarin sekalian mengukur seragam untuk dipakai juli nanti. Nantinya seminggu masuk 3x saja, durasi pertemuan 2 jam tiap sekali ketemu. Lalu bagaimana reaksi Khonsa? Pada saat observasi dia memang masih terlihat malu dan sungkan. Belum begitu full menyatu dengan bu guru dan teman-temannya. Namun ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูู„ูู„ู‘ู‡ู dia cukup antusias, sering bercerita kepada kami tentang calon sekolahnya. Semoga nantinya cocok dan nyaman.

Satu hal yg saya sadari, mendadak saya benar-benar merasa menjadi orangtua pada saat proses mencari sekolah ini :p.

Tagged:

§ 3 Responses to Memilih Sekolah untuk Khonsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Memilih Sekolah untuk Khonsa at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: