Training Pants, Butuh Nggak Ya?

16/09/2011 § 2 Comments

Dulu banget, waktu masih mom to be. Saya sempat mikir lama waktu para emaks di forum membicarakan training pants untuk anak-anak mereka. Yang kebayang pertama adalah celana training (LOL, ndeso ya :P). Mengikuti perbincangan para emaks akhirnya saya mengerti bahwa training pants itu semacam celana latihan, celana khusus yang dipakai anak-anak pada masa toilet training, peralihan dari pemakaian diapers menuju celana dalam biasa.

Saat Khonsa mulai menunjukkan tanda-tanda sudah bisa memulai toilet training, saya membelikannya training pants. Saya pun sengaja membeli yang motifnya lucu-lucu supaya dia suka dan senang memakainya.Pada saat itu, pilihan jatuh kepada merk Anpanman, karena kebetulan motifnya imut-imut, plus cuttingnya kecil, sesuai dengan badan Khonsa yang cenderung ramping berisi *halah*.



Dengan memakai training pants, sebenarnya si anak diharapkan untuk mengerti ras tidak enaknya pipis di celana. Dengan memakai training pants, pipis si anak tidak akan terserap begitu saja seperti di diapers. Pipis akan membasahi si celana tentu saj, namun training pants juga didesain untuk tidak bocor seperti celana dalam biasa. Jadi bisa dibayangkan kan ya, rasa tidak enak pipis di celana, tidak terserap tetapi juga sekaligus tidak bocor. Berarti ngga nyaman dong? Ya iya, wong memang tujuannya itu, mengenalkan si anak betapa tidak nyamannya pipis di celana.

Yang saya tahu, ada bermacam-macam merk , bahan, model dan harga training pants yang beredar di pasaran. Kalau saya sih, pilih yang innernya berbahan handuk, jadi lebih lembut dipakai si anak. Berapa layer? Yang beredar juga bervariasi, bisa sampai 4 layer atau 5 layer. Semua tergantung selera masing-masing, plus disesuaikan dengan budget masing-masing.  Jika dulu harga training pants lumayan mahal, sekarang ini sudah lumayan cukup terjangkau. Namun yang jelas, jangan dibandingkan dengan harga celana dalam anak biasa ya hehe.

Terus, hasil dari training pants apa dong? Alhamdulillah ya (SyahriniModeON), Khonsa jadi lebih “ngeh” bilang pipis dengan memakai training pants. Sebelumnya sebenarnya juga sudah ngeh saat kami ajari dengan cara tradisional seperti biasa yakni diajak ke kamar mandi secara rutin setiap sekian jam sekali. Tapi seringkali kebobolan saat dia asyik main, tahu-tahu bilang pipis dan ternyata sudah keluar sebelum mencapai kamar mandi.

Sekarang ini saat Khonsa sudah paham benar tentang pipis di kamar mandi, training pants kami fungsikan sebagai celana dalam. Lumayan sih, daripada nganggur. Bedanya, jika dulu 1 training pants hanya dipakai sampai dia pipis lalu ganti, sekarang ini bisa dipakai seharian karena dia sudah bisa pipis sendiri di kamar mandi.

Jadi, butuh training pants nggak sih sebenarnya? Itu pilihan masing-masing bunda tentunya.😛

Tagged:

§ 2 Responses to Training Pants, Butuh Nggak Ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Training Pants, Butuh Nggak Ya? at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: