Komunikasi Melalui Tulisan

23/04/2011 § 6 Comments

Beberapa pekan lalu, saya sempat berselisih paham dengan seorang kontak di twitter. Sedih rasanya. Apa yang sebenarnya saya maksudkan dalam status tersebut, rupanya disalah artikan oleh yang bersangkutan.  Padahal maksud saya bukan seperti yang di tangkap olehnya.  Memang resiko bahasa tulisan salah satunya adalah adanya kesalahpahaman. Apa yang dimaksudkan oleh si penulis terkadang tak dipahami maksudnya secara sama oleh pembacanya.

Berkomunikasi di dunia maya lewat tulisan memang memiliki beberapa keuntungan. Yang pertama jelas cepat dan hemat waktu. Saya misalnya, kangen dengan teman-teman SMA tinggal kirim email. Atau mention mereka di socmed biasanya langsung ditanggapi😀. Ini jelas lebih efisien hehe. Berikutnya ada banyak cara yang bisa dipilih, dari mulai email, grup seperti milis, lalu chating, dan juga di beberapa social media. Suka – suka kita pilih yang mana, ya kan? Oiya, termasuk blogging juga sebenarnya. Blogging yang bertujuan untuk cerita ala mak-mak seperti saya misalnya😛

Tetapi selain menguntungkan, komunikasi via tulisan juga memiliki kelemahan.  Pertama, komunikasi tulisan tidak bertatap muka secara langsung dengan yang diajak bicara. Tatap muka membantu kita saling memahami bahasa tubuh masing-masing, jadi ketika menanggapi sesuatu yang dilontarkan seseorang juga bisa menyesuaikan bahasa tubuh dan suasana hatinya. Kedua, tak ada intonasi yang bisa membantu memahami. Memang, ada berbagai macam tanda baca dan emoticons, but somehow ternyata simbol-simbol tersebut tak membantu. Berikutnya, komunikasi di dunia maya seringkali dilakukan secara singkat, tidak bisa panjang lebar menjelaskan maksud dan tujuan kita. Kecuali email atau milis misalnya. Beberapa social media seperti twitter atau facebook memiliki batasan karakter terhadap apa yang kita tuliskan.

Mmm, buat orang yang koleris sanguinis seperti saya (#abaikan, haha) memang perihal komunikasi tulisan ini benar-benar jadi garis bawah dengan tanda bold.  Saya kadang-kadang ceplas ceplos menanggapi sesuatu, tanpa pikir panjang. Jadi sekarang-sekarang ini, saya benar-benar sedang belajar mengendalikan mulut tangan untuk tidak ketik-ketik begitu saja menanggapi apa yang orang tuliskan. Trauma soalnya.  Apa yang kita maksud kadang-kadang ditanggapi berbeda oleh si pembaca. Takutnya, becanda pun dianggap serius berat. Ujung-ujungnya, sesuatu yang sebenarnya maksudnya baik, ditanggapi beda. Hiks.

Jadi intinya mau ngemeng apa siy bu?
Cuma mau bilang, berhati-hatilah berkomunikasi via tulisan. Good luck. \(^_^)/

*Randomthought

Tagged:

§ 6 Responses to Komunikasi Melalui Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Komunikasi Melalui Tulisan at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: