Perkembangan Bicara Anak

15/10/2010 § 6 Comments

Belakangan ini, saya sedikit lebih concern memperhatikan perkembangan bicara Khonsa. Mmmm, tidak terlalu khawatir sih, biasa saja sebenarnya. Hanya karena anjuran salah satu rekan kantor yang anak pertamanya sekarang masih terus terapi bicara secara rutin karena di usianya yang hampir 4 tahun, masih sangat jarang bicara. Pun kalau bicara, hanya keluar 1 kata yang masih susah dimengerti.

Beberapa pekan lalu saat menengok salah satu teman yang baru saja melahirkan, ada sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik, “Gimana Khonsa udah lancar ngomongnya? “. Dan dilanjutkan dengan perbandingan dengan anak si ini, anak si itu, yang -bisa dikatakan- sepantaran Khonsa tetapi sudah sangat lancar berbicara. Oke, agak penasaran dengan perkembangan bicara bayi, saya kemudian mencoba browsing dan menemukan artikel ini. Mari kita baca dahulu😀 .

Jika anak sudah menginjak usia 2 tahun dan hanya bisa mengucap beberapa kata, mungkin Anda was-was. Karena saat dibandingkan dengan teman sebayanya yang sudah pintar berbicara satu kalimat, Anda merasa kemampuan bicara anak Anda masih tertinggal.

Ibu-ibu yang anak kesayangannya terlambat bicara, berusaha menenangkan diri bahwa anaknya termasuk anak yang lebih dulu pintar berjalan ketimbang bicara. Namun, jika keterlambatan bicara ini terus berlanjut, mau tak mau Anda sebaiknya berkonsultasi pada dokter ahli anak.

Pertanyaannya, apakah perkembangan kemampuan bicara anak Anda normal atau termasuk kategori lambat? Simak perkembangan kemampuan bicara anak yang normal, sesuai dengan perkembangan usia anak:

Anak sebelum 12 bulan.
Anak pada usia ini, mengeluarkan suara untuk berhubungan dengan lingkungan sekitar. Walau lafal ucapannya belum jelas, tapi itulah perkembangan awal dari kemampuan bicara. Bayi pada usia 9 bulan, mereka mulai menggabungkan kata seperti “papa” atau “mama”. Sebelum 12 bulan, anak seharusnya sudah mengeluarkan suara saat menginginkan sesuatu atau saat ingin berkomunikasi. Jika bayi melihat sesuatu tapi tidak bereaksi pada suara yang muncul, mungkin kita perlu waspada jika ada kelainan pada fungsi pendengaran.

Anak usia 12-15 bulan.
Anak usia ini seharusnya sudah mampu mengeluarkan satu dua kata dan mereka sudah paham artinya. Mereka juga sudah mengerti saat Anda berkomunikasi dengan satu kalimat sederhana seperti, “Ayuk kita main di luar rumah”

Anak usia 18-24 bulan.
Kosa kata yang dimiliki anak usia ini sekitar 20 kata dan akan lebih dari 50 kata saat mereka mulai menginjak usia 2 tahun. Saat usia 2 tahun ini, anak mulai belajar mengombinasikan kata seperti “ayah bekerja”, “ibu pulang” atau lainnya. Anak usia 2 tahun juga sudah mampu memahami 2 perintah sekaligus, semisal “tolong ambilkan boneka dan bawa ke sini”.

Anak usia 2-3 tahun.
Di usia ini, orang tua kerap terkejut melihat pesatnya kemampuan bicara anaknya sendiri. Kosa katanya makin kaya, sehingga terlalu banyak untuk dihitung. Anak juga semakin mahir mengombinasikan dua atau tiga kata menjadi satu kalimat.

Jika sudah menginjak 3 tahun, kemampuan komunikasi anak makin komprehensif. Semisal, mampu membedakan perintah seperti “letakkan di bawah kursi” atau “tolong ambilkan boneka di belakang pintu”. Anak usia 3 tahun juga sudah mampu membedakan warna dan mendeskripsikannya.

Bagaimana kemampuan bicara anak Anda? (Sumber dari SINI).

Belakangan ini saya mencatat, ada banyak kosakata baru yang diucapkan si gendhuk. Termasuk kemauannya mengulang kata-kata yang baru saja kami ucapkan juga  semakin meningkat. Kalau menilik artikel di atas sih, perkembangan bicara si gendhuk saya rasa wajar-wajar saja. Masih dalam batas normal. Menurut saya perkembangannya bahkan cukup bagus. Terutama secara pemahaman terhadap kalimat yang kami ucapkan. Seperti baju kotor ditaruh di ember, mainan dirapikan setelah selesai bermain, mematikan TV, menyimpan buku, menyimpan uang dll.

Dan sampai pagi ini, inilah daftar kosakata baru  dalam kamusnya si gendhuk:

Papah : Jerapah
Juus : Jus
Tehteh : Teh
Ndong : Gendong
Aik : Naik
Ndih : Nggih
Uju : Baju
Epah : Lepas
(maaf) Eek : eek
Pun : Empun
Kaa(k) : Buka

Wehehe, banyak juga ya ternyata? Teringat perkataan ibu saya kemarin, bahwa setiap anak itu punya keunikan masing-masing. Termasuk masalah tumbuh kembangnya, di dalamnya termasuk juga kemampuan bicara. Berbeda-beda, jadi cukup perhatikan anak sendiri, tidak perlu melirik apalagi membandingkan dengan anak tetangga,😀.

Tagged: ,

§ 6 Responses to Perkembangan Bicara Anak

  • bundamahes says:

    terlalu banyak dengerin kata orang malah bikin pusing, beneran!!!

    ini mahes malah tambah aneh, bukannya tambah jelas malah tambah “njarak” ngomong bla bla bla yang gak dimengerti!

    tapi yo weslah, yang penting kami sudah mengajaknya berbicara dan saling sharing cerita di kantor maupun cerita bermainnya si Mahes😀

    dek khonsaaaa.. ayo ke rumaaaaaaaah!

    • Rina says:

      hehe
      betuls
      ngga perlu lirik2 anak tetangga😀

      iya pengin ketemu the gunduls hehe (mahes-ahsan)
      kapan yaaa?

  • sidta says:

    pas jalan sehat hari keuangan aja mbak ..😛
    btw, percakapan dgn Asa lebih sering diakhiri dengan dia ngamuk2 karna kami g juga ngerti artinya. tapi blakangan akhirnya mulai bisa nyusun kamus yg rada aneh. seperti : mamam=nggak mauu
    addin=lagi
    jaka sembung naik ojek …

    • Rina says:

      Bentar lagi ada jalan sehat ya?
      Kalau mamah asa wajib ikut ya? wkwkwkwk
      🙂
      Iya namanya baru belajar ngomong
      Yg ngomong belum pas, yg ndengerin ngga ngeh🙂

  • Ummu Syifa says:

    “cukup perhatikan anak sendiri, tidak perlu melirik apalagi membandingkan dengan anak tetangga”
    Setuju sama utinya Khonsa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perkembangan Bicara Anak at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: