Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 2)

09/05/2010 § 2 Comments

Meneruskan tulisan pertama saya tentang ASI Eksklusif bagi para ibu bekerja di SINI. Berikut adalah sedikit catatan lanjutan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan para working mom yang ingin menyukseskan program ASI Ekslusif :

  1. Belajar sedini mungkin soal memerah ASI, temukan cara paling nyaman dalam memerah ASI.
    Berdasarkan pengalaman, memerah ASI merupakan hal yang gampang-gampang susah. Saya termasuk golongan ibu yang harus lebih banyak berjuang dalam melakukan aktivitas ini. Meskipun 2 minggu setelah melahirkan saya sudah mulai mempraktekkan memerah ASI, ternyata hasilnya masih sangat tidak maksimal. Jadi saya sarankan, sedini mungkin setelah melahirkan ibu langsung belajar memerah ASI. Semakin cepat semakin bagus, karena memerah ASI butuh ketelatenan dan kesabaran. Jika di awal hasilnya masih jauh dari perkiraan, jangan lekas menyerah. Berawal dari 10ml, 20ml, 40ml, 60ml, hingga kemudian menjadi 100ml, bahkan lebih. Butuh proses. Kemudian soal teknik memerah, apakah manual atau menggunakan pompa ASI,  itu semua tergantung masing-masing ibu. Memerah secara manual memang lebih disarankan, namun pada beberapa ibu, cara ini kurang berhasil. Jika memilih menggunakan media pompa, pilih pompa ASI yang paling direkomendasikan oleh para pakar kesehatan, hehe.
  2. Menyiapkan stok sebanyak mungkin dan melatih bayi minum ASIP.
    Jika sudah pandai memerah, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan stok sebanyak mungkin sebagai bekal ketika ibu harus kembali bekerja.  Paling tidak sebagai modal awal, saya menyarankan menabung ASI minimal 10-15 botol @100ml.  Banyak ya? Hihi..memang. Seingat saya, grafik bayi minum ASI akan selalu meningkat seiring pertambahan umurnya. Dan kadang-kadang, perolehan ASI selama mengantor tak sebanding dengan kekuatan minum si kecil. Jadi untuk menutupi kekurangan bisa mengambil stok yang ada.
    Yang banyak menjadi pertanyaan adalah, berapa sih konsumsi ASIP si kecil selama ditinggal kerja? Hmm…mengenai hal ini pun, jawabannya bisa berbeda-beda antara bayi yang satu dengan yang lain.  Sebagai patokan saja, konselor laktasi yang pernah saya tanya mengungkapkan, kurang lebih konsumsi ASIP bayi selama kurun waktu 2-3 jam adalah (15-20)mlXBB bayi. Contoh gampangnya begini. Untuk saya yang bekerja dari jam 7 s.d jam 5 (kurleb 10 jam), maka konsumsi ASIP Khonsa pada bulan ke-3 saat BBnya 5 kg adalah (15-20)mlX5. hasilnya 75-100ml per 2 atau 3 jam. Jadi jika 10 jam di kantor, butuh sekitar 350-500ml untuk stok.  Namun ini sekedar panduan saja, bisa jadi pada beberapa bayi stok harus ditambah.
    Nah, setelah memiliki stok, langkah selanjutnya adalah melatih si bayi minum ASI. Ada beberapa media yang bisa digunakan yaitu :

    • Sendok.  Disarankan dengan sendok karena sendok adalah sarana paling tepat untuk menghindari terjadinya bingung puting. Tetapi butuh ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi untuk bisa menyuapkan ASI ke mulut si kecil dengan sendok. Butuh kerjasama dengan orang yang akan menjadi pengasuh si kecil selama bekerja.
    • Cangkir / gelas khusus bayi. Hampir sama dengan menggunakan sendok, untuk mempraktekkan meminumkan ASI ke bayi dengan gelas / cangkir khusus ini pun, butuh ketelatenan dan kesabaran. Bayi akan belajar secara perlahan untuk menyeruput dari sisi gelas. Biasanya, merk gelas khusus yang disarankan adalah medela (FYI, di klinik Laktasi Carolus pun saya diajarkan meminumkan ASI kepada Khonsa menggunakan gelas ini, dan ternyata susaaaaah, :D). Meskipun sedikit repot, namun pemakaian media ini tetap disarankan karena dapat meminimalisir terjadinya bingung puting.
    • Pipet. Alternatif lainnya adalah menggunakan pipet untuk meminumkan ASIP. Tapi ya itu, ribet. Dan kadang-kadang, jika kita meneteskannya terlalu banyak, bayi bisa tersedak. Lagi-lagi, harus telaten dan sabar.
    • Dot. Media ini jelas praktis dan nyaman, paling mudah dilakukan. Yang perlu diwaspadai, mengenalkan bayi dengan dot bisa berakibat pada bingung puting. Karena terbiasa ngedot, bayi bisa saja menolak menyusu langsung.  Tapi sekarang ini banyak sekali pilihan dot di pasaran yang di-desain khusus dengan tujuan meminimalisir bingung puting. Desain yang saya maksud adalah botol wide neck (yang lehernya lebar).
  3. Tetapkan jadwal memerah ASI, dan konsistenlah.
    Sesuaikan dengan kondisi kantor. Menurut konselor laktasi yang saya temui, maksimal 3-4 jam sekali para ibu harus memerah ASI. Semakin sering dikosongkan, maka produksi ASI akan semakin banyak. Nah, terkadang di kantor ada beberapa pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk kita tinggalkan. Bolehlah 1 atau 2 kali kita skip jadwal, tetapi saran saya, jangan. Sekali waktu skip, maka hari berikutnya godaan untuk skip jadwal memerah/memompa ASI akan semakin besar. Tetaplah konsisten dengan jadwal yang sudah dibuat. Mungkin di awal rutinitas ini akan terasa berat dan membosankan, namun perlahan, semua ibu akan menikmatinya. Bahkan semakin kesini (hingga sekarang Khonsa 13m 3 d), saya merasa semakin mencintai aktivitas ini.

Segitu dulu, lainnya menyusul ya.🙂
Semoga bermanfaat (pengingat buat diri sendiri juga).

Gambar dr google.

Tagged: , , , ,

§ 2 Responses to Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 2)

  • alhamdulillah nemu tulisan ttg ASIP. saya skitar sbulanan lagi Insya Allah mo masuk kantor n kemarin anak saya (namanya sama Khansa juga hehe) saya minumin ASIP pake dot ngga mau :'((
    mungkin perlu dicoba pake sendok or gelas kali ya..

    jazakillah khoiron infonya ^^
    salam kenal dari cibinong😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 2) at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: