Talk About Mr Boss

13/04/2010 § 2 Comments

Wuokey, let’s talk about this topic.. Hihihi. Bukan bermaksud ngrasani, cuma kepengen sharing aja. Sejak mulai bekerja di bulan November 2007, saya setidaknya sudah mengalami nano-nano rasanya dipimpin 5 bos yang berbeda-beda.  Masing-masing mempunyai keunikan dan gaya sendiri dalam memimpin kantor dan para anak buahnya. Alhasil, setiap kali ada pergantian bos dimulailah penyesuaian-penyesuaian baru lagi terhadap beberapa hal, dan kadang-kadang hal ini, sedikit melelahkan.😀

Baiklah, bos seperti apa yang Anda idam-idamkan? Kalau saya, jawabannya cuma satu : yang simple dan easy going (ehitu dua ya? wkwkwkwk). Begitulah, saya lebih menyukai bos yang simple, yang tidak terlalu banyak aturan (namun tetap sesuai koridor), yang tidak terlalu banyak maunya. Hehe. Yeah, bos memang bos, tapi bukan berarti bisa melakukan segala hal seenaknya kan? Apalagi kalau meminta anak buah harus begini harus begitu.

Then, easy going. Saya pernah memiliki bos yang bertipe seperti ini. Asli, enak banget. Nyaman sekali bekerja sama dengan tipikal bos yang easy going. Bekerja jadi terasa ringan.  Kalau ada yang tidak kami mengerti, atau belum mengerti, dengan senang hati beliau akan mengajari dan membimbing. Hubungan antara bos dengan kami terasa seperti dengan teman sejawat. Bisa berbaur dan bercanda dengan santai.

Nah, lantas, kalau suatu hari mendapatkan bos yang tergolong ‘sulit’ bagaimana? [Curcol] Itu yang saya rasakan sekarang. Tetapi bagaimanpun juga, tetap harus dihadapi bukan? Dengan senang hati. Dengan sabar. Santai. Karena kalau tidak, tampaknya pekerjaan yang ada tak akan pernah selesai, hehe. Saya lebih memilih menghindari konflik dengan bos seperti ini,😀. Soalnya kalau ada konflik bakalan makan ati banget pastinya.😦

Jadi, bos seperti apa yang Anda inginkan?

(curhatan emak-emak yang lagi suntuk sama bos, sambil bermimpi, mudah2an suatu hari bisa jadi bos untuk diri sendiri, :P).

Gambar dr google.

§ 2 Responses to Talk About Mr Boss

  • bundamahes says:

    what if ur boss so bossy? ga mau nerima masukan, giliran masukan kita bener dan ga jadi diaplikasikan (karena ga disetujui) tetep kita yang disalahkan? apakah penderitaanku lebih berat dibanding dirimu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Talk About Mr Boss at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: