Mengatur Tidur Malam si Kecil

12/03/2010 § Leave a comment

Seorang rekan kerja di kantor mengeluhkan anaknya (bayi berusia 5 bulan) yang memiliki kebiasaan tidur larut di malam hari. Padahal si kecilnya sudah dalam kondisi kenyang dan tidak dalam kondisi sakit. Selain tidur larut, si kecilnya sering sekali terbangun. Bukan hanya sekali 2 kali, kadang-kadang hampir tiap jam putranya terbangun dan susah untuk terlelap kembali. Si kecil baru akan tidur jika ada yang menggendong atau menimang-nimangnya terlebih dahulu, itupun harus benar-benar sampai terlelap. Jika diletakkan lagi ke kasur sedangkan dia belum benar-benar terlelap, maka proses timang-timang harus dimulai lagi dari awal. Alhasil, rekan saya ini setiap hari datang ke kantor dengan kondisi badan yang kurang fit dan tentu saja, mengantuk.

Ngomong-ngomong soal bayi yang tidur larut, saya jadi teringat bagaimana kami mengajarkan Khonsa untuk tidur malam dengan teratur. Di awal-awal kelahirannya, selayaknya bayi yang baru lahir lainnya, Khonsa masih mengajak kami begadang. Sedangkan siang hari justru malah tidur terus-terusan, sampai-sampai kami harus membangunkannya setiap 2 jam sekali untuk menyusu agar tidak mengalami kekurangan cairan yang biasanya menyebabkan jaundice (kuning_red). Saya masih ingat, bagaimana dalam seminggu pertama setelah kelahiran Khonsa, saya harus menghabiskan waktu di malam hari dengan menghitung jam,😀. Selepas magrib, biasanya saya bergantian dengan suami atau ibu (neneknya Khonsa) terjaga menimang Khonsa. Sempat si kecil baru tertidur setelah jam 4 dinihari, kemudian berangsur jam 3, jam 1, hingga pada akhirnya setiap jam 10 malam tertidur.

Kondisi tidur malam yang tidak teratur itu berlangsung sampai sekitar sebulan. Lewat usia sebulan, saya mencari tahu dari berbagai sumber, bagaimana ya caranya merutinkan tidur bayi. Apalagi sebulan berikutnya jatah cuti bersalin saya habis dan harus kembali mengantor. Tentu saja saya berharap Khonsa bisa tidur malam dengan manis, dalam waktu yang tidak terlalu malam, dan seminimal mungkin terjaga/rewel di malam hari.

Nah, berikut ini ada beberapa tips yang sampai hari ini alhamdulillah masih sangat berguna merutinkan tidur malam Khonsa :

  1. Beri pengertian kepada si kecil tentang konsep siang-malam, kapan saatnya bermain, kapan saatnya beristirahat.
    Untuk konsep siang dan malam, salah satunya dengan menutup tirai/jendela dan pintu jika malam tiba.  Kemudian meredupkan lampu kamar jika saatnya tidur. Setiap kali beraktivitas dengan Khonsa, entah di sela-sela bermain atau saat sedang menyusui misalnya, saya selalu mengajaknya berbicara berulang-ulang. Hampir sama dengan konsep hypnoparenting. Saya sampaikan bahwa malam hari adalah saatnya beristirahat dan tidur, aktivitas bermain hanya dilakukan di siang hari.
  2. Ciptakan rutinitas anak sebelum tidur.
    Pernah nonton Nanny 911? Dalam salah satu episodenya, si Nanny pernah mengatakan betapa pentingnya menciptakan sebuah rutinitas untuk si kecil. Rutinitas ini dipergunakan untuk melatih disiplin anak sejak dini. Tak usah muluk-muluk, sederhana saja. Jika sudah saatnya tidur, saya selalu mengganti baju Khonsa dengan pakaian tidur, mengajaknya ke kamar, meredupkan lampu/memasang lampu tidur,  mengajaknya berbaring, berdoa, lalu minum susu/nenen. Dengan cara ini, ternyata Khonsa cukup kooperatif. Jika sudah diganti dengan baju tidur, biasanya dia mengerti bahwa itu sudah saatnya beristirahat. Untuk anak yang lebih besar usianya, bisa ditambah dengan cuci tangan, cuci kaki, sikat gigi serta pipis terlebih dahulu.
  3. Jika si kecil terbangun di malam hari, jangan pernah mengajaknya bermain.
    Cukup tepuk-tepuk pantatnya agar kembali tertidur, atau disusui dalam kondisi kamar yang redup. Jika si kecil terbangun karena ngompol. cukup ganti popoknya tanpa perlu bersuara berlebihan, apalagi sambil mengajaknya bermain. Jika si kecil mengajak bermain, sedikit tega, cuekin aja,😀.  Tetap tunjukkan sikap yang menandakan bahwa malam itu saatnya tidur. Kalau bayi menangis karena tidak ditanggapi, berikan pengertian dengan cara yang halus dan jangan lupa sisipkan ” waktu malam itu saatnya tidur”. Penting juga mengajari bayi untuk menenangkan dirinya ketika sedang menangis hanya karena merajuk/mencari-cari perhatian. Bukan berarti tega, hanya mengajarkan bahwa apa-apa yang diinginkannya belum tentu harus dipenuhi semua.
  4. Ajak si kecil untuk lebih banyak bermain/beraktivitas di siang hari.
    Dengan banyak beraktivitas di siang hari, maka di malam hari dia akan lebih cepat mengantuk karena kelelahan.

Nah, hal-hal itu sangat membantu sekali ketika saya harus menciptakan rutinitas tidur si kecil. Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, masa’ sih tidur bayi saja diatur? Hehe. Ya, buat saya ini salah satu pembelajaran disiplin. Alhamdulillah, meski butuh hampir seminggu sebelum sukses membuatnya tidur malam teratur, Khonsa termasuk anggota tim yang mau bekerja sama. Sekarang-sekarang ini, kalau sudah masuk jam tidur dan dia belum diajak ke kamar, biasanya dia akan rewel, minta bobok.🙂

*)foto Khonsa yang jatuh tertidur setelah kelelahan bermain, pada suatu sore.

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengatur Tidur Malam si Kecil at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: