Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 1)

09/03/2010 § 5 Comments

Insya Allah, bulan depan Khonsa genap berusia setahun. Itu berarti tinggal sedikit lagi mencapai gelar lulus “S2” ASI (semangat!! hyossh!! :D). Sebagai ibu bekerja, bagian yang satu ini memang menjadi prioritas yang utama.Bukan hal yang mudah memang.  Namun saya berusaha sebisa mungkin untuk tetap menunaikan kewajiban dalam rangka memenuhi hak ASI Khonsa yang mudah-mudahan nanti sempurna hingga 2 tahun usianya. Amin.

Sedikit sebagai catatan sekaligus me-review, saya ingin berbagi tips dengan para bunda mengenai manajemen ASI untuk ibu bekerja. Yah, siapa tahu bisa jadi referensi kan? Hihihi. Ini berdasarkan pengalaman saja ya, jadi kalau mungkin ada yang ingin menambahkan, silakan, boleh banget. Saya jadikan 2 chapter tulisannya, bagian pertama ini berhubungan dengan non-teknis (lebih ke persiapan mental), sedangkan nanti part 2 yang berhubungan dengan teknisnya.

Here they are, manajemen sukses ASI ibu bekerja ala Ummu Khonsa (part 1) :

  1. Positive thinking. Yeayy, ini adalah modal utama untuk sukses memberikan ASI.  Tidak hanya untuk ibu bekerja, semua ibu harus positive thinking bahwa dirinya bisa memberikan ASI. Sejauh ini, faktor satu ini ngaruh banget ke produksi ASI. Saat stok ASI di kulkas menipis dan pikiran down, biasanya produksi juga akan ikut berkurang. Don’t worry mom, insya Allah semua bisa diatasi. Apapun yang terjadi, kondisikan pikiran bahwa kita pasti Insya Allah bisa.
  2. Cari info sebanyak-banyaknya soal ASI, apa dan mengapa, manfaat, bagaimana cara menyusui yang benar, bagaimana cara mengelola ASI perah untuk ibu bekerja, dsb. Semakin banyak info semakin bagus. Selain bermanfaat untuk referensi kita, dengan memiliki info lengkap kita juga ga bakalan “keder” kalau misalnya ada orang yang mempertanyakan. Misalnya nih, dulu saat awal Khonsa baru lahir dan ada tetangga menjenguk melihat si kecil sedang nenen, otomatis dia bertanya, ” Emang udah keluar ASInya?” Jawab aja : Udaah.  Pun demikian ketika saya harus mulai mengantor karena cuti bersalin sudah habis dan ada teman-teman/tetangga yang tahu Khonsa mimik ASI saja kemudian mempertanyakan, saya berusaha menjawab sebaik-baiknya. Termasuk soal apakah ASInya nanti tidak basi, apakah si kecil tidak lapar, dst.  So, bekali diri dengan info sebanyak-banyaknya soal ASI, kalau perlu semenjak sebelum/saat hamil. Selain soal ASI, jangan lupa info soal menyusui dan memerah ASI. Berguna ketika ibu bekerja sudah harus kembali ke kantor dan tetap menyediakan ASI untuk buah hatinya. Kalau memang dirasa butuh, bisa berkunjung ke klinik laktasi dan berkonsultasi dengan konselor yang ada.
  3. Kondisikan orang-orang terdekat untuk mendukung pro ASI. Dimulai dari suami, orangtua, mertua, khadimat/baby sitter, tetangga, dan seterusnya.  Termasuk mencari dokter kandungan atau bidan serta RS / tempat bersalin yang pro ASI. Jangan salah ya bunda, dari sharing dengan teman-teman, justru dari orang-orang terdekat ini biasanya kegagalan ASI berawal. Salah seorang teman di kantor yang gagal ASI bercerita, di awal kelahiran anaknya, suaminya sering bilang : ” Udaaah…ngapain kamu capek-capek nyetok ASI? Tuh udah ada susu formula tinggal bikin”😦 . Dari komentar-komentar seperti itulah, pikiran ibu bisa terpengaruh. Oiya, di poin ini termasuk mengkondisikan lingkungan kantor. Kebetulan, saya memiliki atasan seorang bapak paruh baya yang pro ASI juga. Beliau mendukung sepenuhnya, jadi bukan masalah ketika pada saat-saat tertentu saya harus ‘menghilang’ untuk memerah ASI. Jika sungkan menyampaikan langsung mengenai hal tersebut kepada atasan, mungkin bisa dicoba dengan melalu bahasa tulisan, heuheu.
  4. Rileks, dan ingat, apapun yang terjadi di kantor, jangan sampai mengganggu stabilitas memerah ASI. Sering terjadi, ketika di kantor banyak pekerjaan, banyak deadline dan tekanan, pikiran langsung kacau. Just take a deep breath. Ambil napas panjang, santai. Ingat-ingat saja wajah si kecil di rumah. Senyum,😀. Jangan sampai semua itu merusak mood memerah ASI. Believe it or not, hal-hal seperti itu secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap produksi ASI.
  5. Berdo’a, dan jangan lupa minta dido’akan serta dukungan suami,😀. Yang ini tak terbantahkan. Kekuatan do’a ini sungguh luar biasa. Pernah, ketika sedang mengikuti ujian diklat, saya benar-benar tak bisa mencuri waktu memerah ASI semenjak pagi hingga jam 2 siang. Ketar ketir, padahal saat itu stok di kulkas menipis, kejar tayang malahan. Hanya bisa berdo’a, mudah-mudahan 1 sesi memompa yang saya lakukan di sore harinya semoga bisa menutup kekurangan stok yang seharusnya saya dapatkan di pagi dan siang. Alhamdulillah, Allah memang Maha Kuasa. Perolehan hari itu bisa menutupi dan mencukupi stok untuk hari berikutnya.

Apalagi ya?

Sepertinya part 1 sampai disini aja, silakan para bunda yang mungkin membaca ini ingin menambahkan. Part 2, mau berbagi soal teknis manajemen asi ibu bekerja. Semoga bermanfaat. ^-^

*)gambar dr google.

Tagged: , , ,

§ 5 Responses to Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 1)

  • Ummu Syifa says:

    Point nomor 5, wow! Do’a memang manjur ya😀
    Btw part 2-nya di next posting ya?

  • […] May Meneruskan tulisan pertama saya tentang ASI Eksklusif bagi para ibu bekerja di SINI. Berikut adalah sedikit catatan lanjutan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan para working […]

  • melissa says:

    dear Ummu Khonsa

    saya juga pro ASI,,tapi sekarang Kaynan (3m2w)gak mau nenen langsung baru semalam dia diajarkan mimi dot
    pulang kerja udah gak mau nenen langsung
    mungkin ummu Khonsa ada ide ato saran
    terima kasih

    • ummukhonsa says:

      dear bunda Kaynan
      sepertinya Kaynan mengalami bingung puting
      saran saya, hentikan penggunaan dot mbak
      bisa dicoba memberikan ASI dengan media sendok
      memang perlu latihan secara intensif, namun dengan cara ini insya ALLAH anak tidak akan bingung puting..
      pelan2 aja, harus bersabar mengajari si kecil mimik ASI pake sendok….

      takutnya bingung puting tjd berkelanjutan,
      sayang banget kalu si kecil nda mau mimik…

      oiya mbak, sudah dicobakah menyusuinya di kala mengantuk? apakah masih mau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sukses ASI Ibu Bekerja (Part 1) at Catatan Kecil Rina.

meta

%d bloggers like this: